JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
hari pertama bekerja


__ADS_3

pagi ini setelah selesai menyiapkan sarapan jingga langsung mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor, mulai hari ini jingga akan menjalani rutinitasnya kembali menjadi seorang pekerja setelah hampir tujuh tahun menjadi ibu rumah tangga


jingga terlihat cantik dan anggun dengan menggunakan kemeja berwarna cream di padukan dengan celana bahan berwarna hitam rambutnya yang di biarkan tergerai dan sengaja di bagian ujung rambutnya di buat bergelombang menambah kesan elegan bagi siapapun yang melihatnya termasuk dengan tama yang sangat terpesona melihat penampilan jingga pagi ini


"kamu sudah mulai bekerja hari ini ji?" tanya tama tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik jingga


"iya hari ini hari pertama aku mulai bekerja mas" jawab jingga yang kembali melihat penampilannya di balik cermin


"secepat itu?" tama memicingkan matanya


"iya katanya sekretaris yang sebelumnya sudah lumayan lama mengundurkan diri jadi ketika aku melamar pekerjaan kemarin langsung interview dan di terima bekerja di perusahaan itu" jawab jingga


"jabatanmu menjadi sekretaris?" tanya tama lagi


"iya, ayok mas kita sarapan dulu aku tidak mau terlambat di hari pertama aku masuk kerja" ajak jingga tanpa menoleh ke arah tama sedangkan tama berharap jingga mau memasangkan dasinya yang sengaja belum tama pasangkan


dengan langkah gontai tama mengikuti jingga yang sudah lebih dulu turun ke bawah untuk sarapan, inilah yang tama takutkan sejak dulu jika jingga bekerja, jingga menjadi tidak terlalu fokus kepadanya bahkan semua keperluan tama pun tidak jingga siapkan padahal ini baru hari pertama jingga kerja bagaimana kalau sudah satu bulan mungkin jingga akan lupa jika dirinya mempunyai suami yang harus dia layani namun tanpa tama ketahui jingga memang sengaja melakukan itu semua karena memang jingga masih belum bisa memaafkan tama sepenuhnya meskipun sikap jingga tak seketus beberapa hari lalu namun tetap saja ketika melihat wajah tama bayangan tama bersama wanita lain kembali menari-nari di pikirannya itu yang membuat jingga sulit untuk melupakan semua yang telah lama lakukan kepadanya


"mami cantik sekali" puji sabia melihat jingga yang baru bergabung di meja makan


"terima kasih sayang" jingga mengecup kedua pipi gembul sabia


"hari ini mami mulai kerja ya, semangat mami" sabia mengepalkan kedua tangannya sambil di naikan ke udara


"iya sayang, bia gak apa-apa kan di anter sekola sama bibi?" tanya jingga


"gak apa-apa mi, bia kan sudah besar gak boleh manja" jawab sabia dengan tersenyum ceria


"anak pintar ayok kita sarapan dulu"


setelah selesai sarapan tama mengantarkan sabia terlebih dahulu ke sekolahnya barulah dia mengantar jingga ke perusahaan tempatnya bekerja, ada rasa tidak rela di hati tama ketika melihat penampilan jingga yang pasti akan menjadi pusat perhatian para kaum adam di tempat jingga bekerja.


jingga memang memiliki bentuk tubuh bak model dan memiliki wajah yang sangat cantik membuat pria mana saja tidak akan pernah bosan jika memandang wajahnya, itulah salah satu alasan tama tidak ingin bercerai dari jingga, tama tidak rela jika ada pria lain yang memiliki jingga selain dirinya

__ADS_1


"ji jangan macam-macam ya ingat kalau kamu sudah bersuami dan memiliki anak" ucap tama seolah tak rela melepas jingga untuk bekerja


"tenang aja mas, aku sadar akan posisiku lagipula pasti semua karyawan disini sudah tahu kalau aku sudah menikah" sahut jingga merasa tak suka dengan ucapan tama


"baguslah kalau mereka sudah tahu kalau kamu sudah menikah, jadi tidak akan ada pria yang berani gangguin kamu" ucap tama penuh penekanan


"ya sudah aku turun ya mas, kamu hati-hati nyetirnya" ucap jingga kemudian turun dari mobil setelah mencium tangan tama


tama terus memperhatikan jingga yang berjalan menuju gedung perkantoran tempat istrinya bekerja, tama sadar dengan perubahan sikap jingga setelah jingga mengetahui kalau tama mempunyai istri lain selain dirinya, tama tidak akan menuntut lebih karena tama sadar kesalahannya sudah begitu fatal namun tama heran kenapa beberapa hari ini jingga malah bersikap lebih manis dan tidak membahas tentang perselingkuhan tama lagi? apakah jingga sudah mau menerima dan memaafkan kesalahan tama, entahlah tama tidak ingin menebak-nebak biarlah semuanya berjalan apa adanya, jingga mengurungkan niatnya untuk menggugat cerai pun itu sudah lebih dari cukup bagi tama


"pagi jingga, sudah siap bekerja hari ini?" sapa dimas yang sudah lebih dulu datang


"pagi dim... harus siap dong, hana belum datang?" tanya jingga


"itu dia baru datang" tunjuk dimas melihat hana yang sedang berjalan menuju ke arah mereka


"pagi jingga, pagi dimas... wah ji kamu cantik banget pagi ini" puji hana menatap jingga dengan kagum


"bisa aja kamu na, kamu juga cantik tapi kok agak pucat ya? kamu sakit?" tanya jingga menempelkan tangannya di kening hana


"kenapa di paksain kerja sih kalau gak enak badan?" protes jingga


"kerjaan aku hari ini numpuk banget ji harus selesai dalam minggu ini buat laporan rutin bulanan" sahut hana


"kami yakin bisa kerja hari ini? nadan kamu kayak yang lemea gitu" tanya jingga tak yakin melihat kondisi tubuh hana


"bisa kok, ayok kita masuk ke ruangan ji nanti keburu bos datang lihat kita ngumpul disini bisa di amuk kita" ajak hana sambil terkekeh


"dim ruanganku dimana?" tanya jingga


"kamu ruangan sama arthur ji" jawab dimas


"apa? gak salah?" pekik jingga tak percaya

__ADS_1


"kenapa? kamu gak mau satu ruangan sama saya?


deg


jantung jingga berdebar dua kali lebih cepat ketika mendengar suara yang sangat tidak asing baginya, jingga tidak memyangka jika arthur akan tiba-tiba datang disaat dirinya telah berbicara dengan dimas. jingga pikir arthur akan datang lebih siang dari para karyawannya tapi ternyata dugaan jingga salah dan sekarang jika harus menerima kenyataan jika dirinya akan bekerja satu ruangan dengan arthur.


apa jingga bisa bersikap biasa saja jika setiap hari berhadapan dengan wajah arthur yang dingin dan sedikit menyeramkan.


membayangkannya saja membuat jingga merinding


"kamu kenapa? keberatan?" ulang arthur karena jingga hanya diam saja


"tii...tidak pak" sahut jingga gugup


"kalau keberatan bilang saja, kamu bisa ajukan surat pengunduran diri hari ini juga jika tidak mau ikut peraturan perusahaan" ucap arthur dengan nada dingin seperti biasanya


"tidak pak saya tidak keberatan" sahut jingga


"baguslah, ayok sekarang mulai bekerja. kamu sudah tahu jadwal saya mulai hari ini sampai satu Minggu ke depan?" tanya arthur


"belum pak" jawab jingga


"tanya dimas dan kamu pelajari semuanya"


"baik pak"


"sekarang buatkan saya kopi"


"apa?" pekik jingga dengan suara melengking


"kenapa tidak mau? kamu bisa langsung...."


"mau pak, saya buatkan sekarang"

__ADS_1


arthur tersenyum licik, mengerjai jingga akan menjadi rutinitasnya setiap hari mulai pagi ini...


"anggap saja ini sedikit balasan karena kamu pernah meninggalkanku dan membuatku hampir gila jingga"


__ADS_2