JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
ternyata aku yang kedua


__ADS_3

Akhir pekan pun tiba dan malam ini malam dimana jingga akan mengajak tama untuk dinner berdua, hanya mereka berdua tanpa ada sabia.


Setelah menitipkan sabia di rumah jemi siang tadi jingga langsung memasak menu masakan kesukaan tama, jingga memang mengajak tama untuk dinner di rumah mereka sendiri bukan dinner di sebuah restoran mewah, jingga sudah menyulap taman belakang rumah mereka dengan suasana yang cukup romantis, jingga ingin memberikan kesan manis yang tidak akan pernah tama lupakan seumur hidupnya


Jingga sudah menyiapkan satu buah meja dan dua kursi yang sudah di hias sedemikian rupa tepat di samping kolam renang, di atas meja jingga sudah menyiapkan dua porsi makanan dan minuman untuk dirinya dan tama tidak lupa jingga menambahkan dua buah lilin berwarna merah untuk menambah kesan romantis di antara mereka.


malam ini jingga terlihat sangat cantik dengan balutan mini dress berwarna hitam dengan model off shoulder, rambutnya yang di cepol asal namun terlihat elegan, setelah selesai menyiapkan semuanya jingga memanggil tama yang sedang bersiap di kamar mereka, jingga sengaja menutup kedua mata tama karena memang tama tidak mengetahui jika jingga mengajaknya dinner di taman belakang rumah mereka


"Sayang kenapa mata mas pake di tutup segala? Kamu gak akan bawa mas ke tempat yang aneh-aneh kan?" Tanya tama sedikit paranoid


"Tenang aja mas kamu jangan bawel, bentar lagi sampai kok" jawab jingga


Jingga mendudukan tama di kursi yang sudah dia siapkan, jingga pun duduk tepat di hadapan tama dan menyuruh tama untuk membuka kain penutup matanya dengan tangannya sendiri


"Surprise"


Tama tercengang ketika melihat suasana di sekelilingnya di penuhi oleh lampu-lampu yang berkerlap-kerlip dan tepat di hadapannya sudah di sediakan makan malam romamtis oleh jingga membuat tama terharu sampai matanya berkaca-kaca


"Sayang, ini?" Ucap tama dengan perasaan bahagia yang sulit untuk di lukiskan


Tama tidak menyangka jika jingga sudah menyiapkan ini semua tanpa sepengetahuannya dan tentu saja hal ini membuat tama bahagia


"Happy anniversary yang ke 7 mas" ucap jingga tersenyum dan menyodorkan kue tart yang sudah di hiasi oleh lilin dengan angka 7

__ADS_1


"Sayang kamu ingat? Mas kira kamu lupa dengan hari ulang tahun pernikahan kita hari ini" sahut tama dengan perasaan yang teramat bahagia


"Gak mungkin aku lupa dong mas, ayok kita make a wish dulu baru tiup lilinnya sama-sama" ajak jingga menggengam telapak tangan tama dan berdoa sebelum meniup lilinnya


Jingga dan tama meniup bersamaan lilin yang ada di atas kue tart yang sudah jingga siapkan, tama benar-benar merasa menjadi pria paling bahagia malam ini karena sang istri tercinta sudah memberikan sebuah kejutan yang sama sekali tidak pernah tama pikirkan sebelumnya, melihat semua kejutan manis yang sudah jingga siapkan tama yakin bahwa jingga sudah benar-benar memaafkan dan menerima tama kembali seperti dulu dan pernikahan mereka yang sempat berada di ujung tanduk kini akan terselamatkan.


Tama tak henti-henti menciumi punggung tangan jingga sebagai ungkapan rasa bahagianya malam ini


"Terima kasih sayang buat surprisenya, mas bahagia banget mas gak nyangka kamu akan memberikan kejutan seromantis ini" ucap tama kemudian mengecup kening jingga penuh kasih sayang


"Aku ada sesuatu buat kamu mas" sahut jingga sambil menyodorkan sebuah kado yang berukuran cukup besar dan berhiaskan pita di atasnya


"Ini apa?" Tanya tama setelah menerima kado dari jingga


Perlahan tama membuka kado yang jingga berikan dengan rasa bahagia yang tak terkira sampai senyuman di wajah tama terus tersungging


Namun perlahan senyum tama mulai memudar ketika melihat isi dari kado yang di berikan oleh jingga


"Maksudnya apa ini sayang? Kamu bercanda kan?" Tanya tama namun jingga hanya tersenyum sambil menatap tama


Wajah sumringah yang awalnya terus tama perlihatkan di hadapan jingga kini berubah menjadi sangat pucat, tama berharap bahwa kali ini jingga sedang mengajaknya bercanda sebagai salah satu kejutan dari jingga untuknya


"Lihatlah" jingga menyodorkan ponselnya kepada tama untuk menonton sebuah video di dalam ponsel milik jingga yang berdurasi sekitar tiga puluh menit

__ADS_1


Dengan tangan yang sedikit bergetar tama meraih ponsel jingga dan menonton video itu


Deg


Sekujur tubuh tama mendadak lemas, keringat dingin bercucuran dari kening tama, jantungnya berpacu begitu cepat seakan ingin melompat dari tempatnya. Tama benar-benar sudah tidak bisa mengelak lagi setelah melihat isi dari video itu, kini jingga sudah tahu semua rahasia yang sudah tama simpan selama tujuh tahun pernikahan mereka selama ini


"Sayang mas bi..." Tama menggantung ucapannya karena jingga menyelanya


"Ternyata aku yang kedua mas?" Tanya jingga dengan mata yang sudah berkaca-kaca menahan tangis


Tama langsung bersimpuh di hadapan jingga, tama benar-benar menyesal karena sudah melukai jingga sedalam ini namun seberapa besarpun penyesalan yang tama rasakan saat ini tidak akan mengubah keadaan bahwa jingga adalah istri kedua tama.


Jingga yang sejak tadi mati-matian menahan tangisannya akhirnya pecah juga, sakit benar-benar sakit hati jingga sudah hancur sampai tak berbentuk


"selama satu bulan ini aku mencoba untuk menutup mata menekan sisi keegoisanku hanya demi sabia, aku tidak ingin sampai sabia tidak mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya" ucap jingga menahan sesak yang semakin menjalar di dalam dadanya


"aku mengira kamu hanya main-main dengan wanita itu mas tapi ternyata kenyataannya lebih menyakitkan dari apa yang aku bayangkan, kamu tahu bagaimana hancurnya perasaanku saat tahu kamu mempunyai istri selain aku? bahkan rasanya lebih dari sakit apalagi ketika satu minggu lalu aku tahu jika aku hanya menjadi istri kedua, seluruh duniaku runtuh, aku di permainkan, harga diriku di injak-injak oleh suami dan ayah kandungnku sendiri" lanjut jingga


jingga berbicara begitu tenang tidak ada kesan emosi ketika jingga meluapkan semua rasa sakit yang sudah tama berikan kepadanya membuat tama semakin tenggelam dalam rasa penyesalan yang semakin dalam. hanya deraian airmata yang menjadi saksi bagaimana hancurnya perasaan jingga saat ini, bukan hanya di kecewakan oleh suaminya namun jingga di kecewakan oleh ayahnya sendiri.


jalan satu-satunya yang harus jingga ambil saat ini yaitu hanya dengan perpisahan dan menjauh dari orang-orang yang sudah mempermainkan hidupnya selama tujuh tahun ini


"sayang ijinkan mas untuk memperbaiki semuanya, mas benar-benar minta maaf, mas benar-benar menyesal.

__ADS_1


jangan tinggalkan mas jingga, mas mohon cabut kembali gugatan cerai kita, beri mas satu kali kesempatan untuk memperbaiki semuanya, mas bisa gila hidup tanpa kamu dan sabia"


__ADS_2