JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
ungkapan hati arthur


__ADS_3

arthur menatap jingga tanpa berkedip meskipun mata jingga terlihat sembab tapi di mata arthur jingga tetap terlihat sangat cantik dan mempesona


mungkin perasaan arthur salah karena mencintai wanita yang sudah beristri tapi yang namanya cinta tidak pernah meminta hadir dan di berikan untuk siapa, apalagi jingga adalah wanita satu-satunya yang bertahta di dalam hati arthur dari dulu sampai detik ini sangat sulit menggantikannya dengan wanita lain meskipun jingga pernah meninggalkan arthur karena memilih menikah dengan tama tapi tetap saja arthur tidak bisa untuk membenci jingga


"ar gak mau nyapa mantan terindah kamu?" celetuk dimas membuat jingga salah tingkah berbeda dengan arthur yang terlihat santai-santai saja


"dia sepertinya baik-baik saja" sahut arthur menatap jingga dengan tatapan elangnya


"kamu sepertinya masih dendam sama jingga ar" ucap hana ikut menimpali


"dendam karena apa? dia sendiri saja terlihat bahagia setelah menikah dengan cowok pilihannya sendiri" sarkas arthur membuat jingga meremat kedua tangannya


"kalau bahagia gak mungkin jingga sampai nangis ar, udahlah kamu jangan gengsi dari kemarin-kemarin nyuruh aku buat cari tahu kabar jingga sekarang orangnya udah di depan mata malah di cuekin" ceplos dimas


"kalian disini mau makan atau mau ngobrol hah? kalau mau ngobrol lebih baik aku kembali ke kantor aja" tanya arthur mengalihkan pembicaraan


"ya makan sambil ngobrol lah, gak asik dong kalau diem-dieman kayak orang marahan aja. lagian itung-itung kita lagi nostalgia masa-masa SMA dulu" jawab dimas


"ji ngomong dong jangan diem aja, kita udah lama kan gak ngumpul bareng kayak gini" lanjut dimas memberi kode kepada jingga untuk menyapa arthur


"udah lah dim mungkin keberadaan kita disini membuat dia gak nyaman, kita cari cafe lain saja" ajak arthur hendak berdiri untuk pergi


"tunggu ar, kita perlu bicara" ucap jingga membuat arthur menatap ke arahnya


"sebentar saja aku ingin menjelaskan semuanya, bisa?" pinta jingga


selama pernikahan dengan tama, jingga memang masih merasa bersalah kepada arthur karena memutuskan hubungan mereka secara sepihak dan itu sangat membuat arthur kecewa saat itu, arthur yang sudah berniat untuk langsung melamar jingga setelah dia lulus s2 namun tiba-tiba jingga memutuskan hubungannya tanpa sebab dan memilih menikah dengan pria lain membuat arthur sangat hancur dan terpuruk


sejak saat itu arthur langsung memutus komunikasi dengan jingga dan menutup semua akses yang berhubungan dengan jingga, arthur tidak mau melihat jingga bahagia di atas kesakitannya

__ADS_1


"bicara apa?" tanya arthur jutek


"aku minta maaf" ucap jingga memberanikan diri


"untuk?" tanya arthur lagi


"karena dulu aku memutuskan hubungan kita begitu saja mungkin semuanya sudah terlambat tapi setidaknya aku akan tifak akan merasa bersalah lagi setelah minta maaf sama kamu secara langsung" ucap jingga menatap arthur yang sejak tadi juga menatapnya


"apa dengan minta maaf kamu bisa menyembuhkan luka di hati aku ji? bahkan sakitnya masih sangat terasa sampai sekarang. kamu tahu kan aku sangat mencintai kamu dan berniat serius dengan hubungan kita tapi kenapa kamu memilih pria lain untuk menikahimu? apa sebegitu dangkalnya cinta kamu dulu sama aku sampai dengan mudahnya berpaling kepada pria lain hah?" arthur mengeluarkan semua unek-uneknya setelah tujuh tahun dia menahannya


"maaf aku terpaksa waktu itu ar, aku di jodohkan sama ayah dan aku tidak bisa menolak. sekali aku minta maaf" ucap jingga membuat tersenyum remeh


"tidak bisa menolak karena pria yang di jodohkan sama kamu seorang pengusaha sukses sedangkan aku masih berstatus sebagai anak kuliaham yang tidak bisa memberikan kehidupan yang layak untuk kamu" lagi-lagi arthur tidak mau kalah


"bukan begitu ar aku..."


"sudahlah lupakan saja semunya tentang kita dulu, anggap saja hubungan kita saat itu hanya sebagai angin lalu. semoga kamu bahagia dengan pernikahan kamu ji. aku sudah memaafkan kamu"


"dim nanti kamu ke ruanganku ya , ada sesuatu yang mau aku bicarakan" bisik hana kepada dimas


"tentang apa?" tanya dimas penasaran


"tentang jingga dan suaminya" jawab hana


"sepertinya masalahnya serius" tebak dimas


"sangat serius tapi jangan sampai arthur tahu dulu ya, ini rahasia kita berdua" pinta hana


"siap" sahut dimas antusias

__ADS_1


"kenapa kalian bisik-bisik?" sentak arthur membuat hana dan dimas kageet


"astaga ar jangan marah-marah terus bisa gak sih, ini di luar kantor santai sedikit kenapa sih?"


"ayok kembali ke kantor pekerjaan kita masih banyak, dan kamu hana kalau sudah selesai segera kembali ke kantor jangan bermalas-malasan"


"siap pak bos"


belum sempat arthur dan dimas pergi, jingga melihat sekilas bayangan tama yang sedang berjaln dengan seorang wanita masuk ke dalam cafe, hana yang mengikuti arah pandangan jingga juga meperhatikan gerak-gerik pria yang memang sangat mirip dengan tama atau memang itu adalah tama dengan selingkuhannya, pikir hana


"ji itu tama bukan sih" tanya hana tanpa mengalihkan pandangannya


"sepertinya iya" jawab jingga


"siapa?" tanya dimas berbisik


"suami jingga" jawab hana


"what? serius doi sama wanita lain na" kaget dimas membuat hana membekpa mulutnya


"mending sekarang kamu ajak arthur kembali ke kantor, jangan sampai suami jingga melihat jingga bersama dengan pria lain bisa runyam urusannya" titah hana kepada dimas


"oke, tapi kamu hutang penjelasan sama aku ya"


"iya bawel, buruan pergi" hana mendorong tubuh dimas agar segera pergi dari cafe


jingga terus menatap ke arah tama yang sedang memesan makanan, bisa jingga pastikan jika wanita yang bersama tama saat ini adalah ini istri pertama dari suaminya terlihat dari cara wanita itu yang selalu bergelayut manja di lengan tama, sesak itulah yang jingga rasakan saat ini.


belum lewat satu hari jingga mendengar percakapan tama dan ayah salim jika tama sangat mencintai jingg dan tidak.mau kehilangan jingga namun kini di hadapannya jingga melihat dengan mata kepalanya sendiri jika tama sedang bersama wanita lain.

__ADS_1


"breng*sekk kamu mas" lirih jingga yang berusaha memahan tangisannya


__ADS_2