JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
mencari alasan


__ADS_3

"kalau tidak ada yang di sembunyikan kenapa harus gugup seperti itu?" tanya jingga semakin menatap lekat tama


"tidak ada yang mas sembunyikan ji, tolong percaya" lagi-lagi tama berbohong kepada jingga


"gimana aku bisa percaya mas kalau kamu tidak bisa meyakinkanku" ucap jingga dengan nada suara yang sudah meninggi


"mami...." teriak sabia di dalam gendongan seorang security


"sayang sudah bangun nak" jingga sedikit berlari menghampiri sabia dan mengambil sabia dari gendongan security itu


"terima kasih ya pak sudah menjaga anak saya" ucap jingga kepada security itu


"sama-sama bu, maaf jika anaknya terganggu disana suasananya sangat ramai anak ibu jadi terganggu tidurnya" sahut security itu


"tidak apa-apa pak saya yang sudah meninggalkan anak saya terlalu lama" ucap jingga merasa tidak enak


"tidak masalah bu, kalau begitu saya permisi" pamit security itu


"sekali lagi terima kasih pak" security itu membalas dengan senyuman kemudian kembali bertugas di pos jaga


"papi" seru sabia merentangkan tangannya ingin di gendong oleh tama


"aku masih menunggu penjelasan mu mas" ucap jingga sambil menyerahkan sabia ke dalam gendongan tama


tama terdiam bingung harus menjawab apa, tama sama sekali tidak menyangka jika dirinya hampir tertangkap basah oleh jingga. jika sudah seperti ini sangat sulit untuk membuat jingga kembali lagi percaya kepadanya bahkan untuk menjelaskan masalah ini saja tama belum menemukan jawaban yang tepat untuk menjelaskannya kepada jingga agar jingga percaya kepadanya


"bia sayang kita pulang ya" ajak jingga

__ADS_1


"bia mau pulang sama papi mi" tawar sabia


"ya sudah bia sama mami pulang sama papi ya" putus tama


"aku bawa mobil" seru jingga menolak pulang bersama dengan tama


"biar nanti mobil kamu di bawa alex" sahut tama


"ayok mami kita pulang" rengek sabia


tidak ingin membuat sabia kecewa terpaksa jingga ikut pulang bersama tama meskipun hatinya sangat kesal dengan tama, bukan kali ini saja tama ketahuan berbohong kepadanya rasanya jingga sulit untuk mempercayai tama kembali sekalipun tama menjelaskan panjang lebar


tanpa tama sadari laras sudah berada di lobi apartemen sejak tama berbincang dengan jingga, laras menatap mereka penuh dengan amarah tangannua terkepal kuat sampai buku-buku jari tangannya terlihat


"selalu saja kamu mementingkan mereka mas, apa aku sudah tak penting lagi bagi kamu" gumam laras sambil menahan airmatanya agar tidak tumpah


"jangan sampai tama lebih memperhatikan jingga dan sabia, aku harus membuat tama kembali lagi seperti tama yang dulu. tama hanya boleh mencintai aku hanya aku tidak ada perempuan lain" gumam laras penuh kebencian


sementara itu jingga dan tama yang baru saja sampai di kediaman mereka langsung masuk ke dalam rumah karena sabia kembali tertidur saat perjalanan menuju ke rumah


setelah menidurkan sabia, jingga kembali menghampiri tama yang sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kamar mereka jingga harus menuntut penjelasan kenapa tama sampai tega membohonginya


"mau kemana lagi kamu mas?" tanya jingga melihat tama sudah bersiap untuk pergi lagi


"aku harus kembali ke kantor sayang, ini masih jam kerja belum waktunya pulang" jawab tama


"pembicaraan kita yang tadi belum selesai, jelaskan dulu semuanya sampai tuntas" cegah jingga

__ADS_1


"mas janji setelah pulang dari kantor mas akan jelaskan semuanya" tama beralasan


"jelaskan sekarang atau tidak sama sekali" tegas jingga


"sayang mengertilah mas ada meeting hari ini tidak bisa di wakilkan oleh alex" kekeuh tama


jingga melengos merasa sangat kecewa dengan respon tama yang tidak ada usaha sama sekali untuk menjelaskan semuanya, jingga semakin yakin jika ada sesuatu yang tama sembunyikan darinya jingga bertekad ada mencari tahu semuanya sendiri tanpa harus bertanya kepada tama karena percuma saja tama selalu mengelak dan mempunyai seribu alasan untuk menghindari pertanyaan dari jingga


"sayang jangan marah mas janji setelah pulang dari kantor mas akan jelaskan semuanya, sekarang mas benar-benar sudah di tunggu untuk meeting" bujuk tama membuat jingga semakin muak


"ya" jawab jingga singkat


"mas berangkat ya" tama mengecup pucuk kepala jingga kemudian pergi meninggalkan rasa kecewa di hati jingga


"sudah cukup kamu membodoh-bodohi aku mas, jangan salahkan aku jika akhirnya aku mencari tahu semuanya dengan caraku sendiri. kamu yang memaksa aku melakukan ini semua" ucap jingga penuh keyakinan


tanpa menunda waktu lagi jingga langsung merealisasikan rencananya, jingga membuka kembali laptopnya yang sudah sangat lama tidak jingga gunakan. jari jemarinya mulai lincah berselancar di atas papan keyboard keahliannya yang sudah sangat lama tidak dia gunakan terpaksa sekarang harus dia pergunakan lagi untuk mencari tahu apa yang sudah tama sembunyikan selama ini darinya


"done" ucap jingga menghela nafasnya setelah berhasil menemukan apa yang sudah dia cari


jingga membereskan kembali laptop miliknya dan menyimpannya ke tempat semula, jingga masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, berendam sebentar untuk membuat tubuhnya segar kembali mungkin tidak ada salahnya selagi menunggu sabia sedang tidur jingga ingin memanjakan dirinya barang sejenak


jingga ingin mengistirhatkan pikirannya sebentar saja membuang semua prasangka buruk yang bersarang di dalam benaknya untuk hari ini saja meskipun jingga harus siap setelah ini mungkin jingga akan menemukan sebuah kenyataan yang membuatnya kecewa bahkan akan lebih dari rasa kecewa. siap tidak siap jingga harus menghadapi kenyataan itu sekalipun akan membuat pernikahannya hancur berantakan


sedangkan tama yang baru saja sampai di kantor langsung duduk di kursi kebesarannya memikirkan alasan untuk menjelaskan kepada jingga agar istrinya itu percaya jika tama tidak berbuat macam-macam di belakang jingga meskipun rasanya akan sulit untuk membuat jingga kembali lagi percaya kepadanya namun setidaknya tama ingin berusaha untuk membuat jingga merasa di hargai dan di anggap keberadaannya sebagai seorang istri


sebenarnya hari ini tama tidak ada meeting dengan siapapun namun tama sengaja ingin menghindar dari jingga karena belum menemukan alasan yang tepat untuk me jelaskan kepada jingga, tama merasa sangat pusing karena kesalahannya yang di buat olehnya menjadikan dirinya dalam posisi sulit saat ini

__ADS_1


"lex ke ruangan saya sekarang"


__ADS_2