JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
membeli oleh-oleh


__ADS_3

hari ini adalah hari dimana jingga, tama dan sabia menikmati hari terakhir liburannya di pulau bali, demi membahagiakan sabia, jingga rela untuk bersikap manis kepada tama agar tidak membuat sabia curiga jika hubungan antara kedua orang tuanya itu sedang tidak baik-baik saja saat ini


setelah puas bermain-main di pantai jingga mengajak sabia untuk membeli oleh-oleh, tidak afdol kalau habis liburan pulang dengan tangan kosong


tama hanya mengekori kemanapun dua bidadari cantiknya itu melangkah tama protes sedikitpun tama berpikir mungkin ini adalah cara membuat jingga bersikap seperti dulu lagi kepadanya meskipun tidak banyak interaksi percakapan di antara mereka tapi setidaknya jingga sudah mau menjawab setiap pertanyaan yang tama lontarkan kepadanya


"sayang capek gak? kita makan dulu nanti lanjut lagi jalan-jalannya" ajak tama kepada sabia yang masih semangat memburu oleh-oleh


"tapi bia mau makan pizza sama es krim boleh?" tanya sabia


"apapun buat bia papi beliin" sahut tama


"asiikkk" sabia bersorak senang


"sayang kamu mau makan apa?" tanya tama kepada jingga


"apa aja terserah" jawab jingga yang sibuk dengan ponselnya


"lagi chating sama siapa asik bener" tanya tama tak suka


"temen" jawab jingga


"temen siapa? pake senyum-senyum sendiri gitu" tanya tama curiga


"ya temen aku kan banyak, yang jelas bukan chatingan sama selingkuhan " jawab jingga seakan menyindir tama


"cewek apa cowok temennya?" lagi-lagi tama bertanya

__ADS_1


"waria" jawab jingga asal sambil berjalan menggandeng tangan sabia menuju restoran


"ji mas serius" tekan tama


"memangnya siapa yang lagi bercanda" sahut jingga


"ji please jangan buat mas cemburu" protes tama


"buat apa aku mikirin perasaan kamu, pas kamu selingkuh aja gak mikirin perasaan aku" ucap jingga sedikit berbisik karena takut kedengeran oleh sabia


"jangan terus di bahas"


"tapi memang kenyataannya seperti itu kan? kamu selingkuh, kamu duain aku, kamu nyakitin aku dan kamu hancurin semua harapan aku yang ingin mempunyai kehidupan rumah tangga yang harmonis dan berakhir hanya karena maut yang memisahkan"


"ji ayolah mas punya alasan kenapa sampai ngelakuin itu semua"


tama terdiam entah dengan cara apalagi harus menjelaskan kepada jingga tentang semua yang terjadi, liburan yang harusnya menyenangkan malah jadi bencana untuknya tama terus saja berandai-andai jika saja sejak awal memutuskan hubungannya terelb'h dahulu dengan laras pasti semua tidak akan menjadi rumit seperti ini namun sekarang menyesal pun percuma semuanya sudah terjadi dan tama harus siap dengan semua resikonya karena sudah menduakan jingga


selesai makan, jingga, tama dan sabia kembali ke villa dengan menenteng kantong yang berisi oleh-oelh begitu banyak, sabia langsung tertidur karena merasa kelelahan. berbeda dengab jingga yang langsung membereskan semua barang-barangnya ke dalam koper


tama terus saja memperhatikan setiap pergerakan jingga sampai tak berkedip sedetik pun. tama tidak bisa membayangkan jika jingga benar-benar meminta cerai dan meningglkan tama, tama tidak ingin hal itu sampai terjadi


"ji mas mau bicara" ucap tama serius


"bicara saja" sahut jingga yang masih sibuk memasukan barang-barang ke dalam koper


"mas minta maaf karena selama ini mas sudah bohong sama kamu, mas terpaksa melakukan itu semua karena.... karena laras mengaku tengah hamil anak mas ji, mas tidak bisa mengelak karena laras mengancam untuk bunuh diri kalau mas tidak mau menikahinya dan tentang apartemen itu mas bukan memberikannya cuma-cuma untuk laras mas hanya meminjamkan sementara sampai anak dalam kandungannya lahir setelah itu mas akan lakukan tes DNA" ucap tama panjang lebar

__ADS_1


"jadi kalau dia gak hamil kamu gak akan nikahin dia? dan terus bakal ngelakuin hubungan terlarang di belakang aku begitu? kalau kamu cinta sama aku seperti yang kamu bilang kamu gak akan mau tidur sama perempuan lain apalagi sampai membuatnya hamil, kamu tahu sekarang perasaan aku seperti apa? hati aku hancur mas, hanya demi sabia aku mau melanjutkan acara liburan kita sampai hari ini kalau gak inget sabia aku udah pergi dari kemarin-kemarin, aku udah muak liat wajah kamu yang sok polos tapi gak lebih dari seorang badjingan" sahut jingga dengan deru nafas yang memburu menahan emosi


"mas sadar mas khilaf mas tidak bisa menahan godaan, mas janji setelah anak itu lahir mas akan ceraikan dia, mas mohon bersababarlah sedikit saja" mohon tama tanpa rasa bersalah sedikitpun


"kamu minta aku sabar nungguin kamu buat menjandakan istri kamu demi mempertahankan pernikahan kita? hati kamu terbuat dari apa sih mas, aku juga seorang wanita aku bisa ngerasain gimana sakitnya kalau ada di posisi dia, keterlaluan" bentak tama yang sudah sangat geram dengan kelakuan tama


"tapi mas gak mau kehilangan kamu" kekeuh tama


"kalau kamu takut kehilangan aku sejak awal kamu gak akan selingkuh dan menghasilkan anak di antara kalian, kamu tahu sendiri sejak awal aku benci orang yang tidak bisa setia. jangan pernah mempermainkan yang namanya pernikahan mas" tekan jingga kemudian pergi meninggalkan tama yang mematung sendirian di kamar


sedangkan laras yang saat ini sedang berjalan-jalan sendirian di sebuah mall tanpa sengaja bertemu dengan angga yang sedang menggandeng wanita cantik. niat hati ingin menghilangkan rasa kesalnya kepada tama dengan berbelanja dan memanjakan dirinya di salon namun malah melihat pemandangan yang membuat matanya sakit. bagaimana tidak kesal angga selalu bilang kalau angga hanya mencintai laras tapi buktinya dengan mudah angga menggaet wanita lain yang tentunya lebih cantik dari laras


"laki-laki memang sama saja, brengsekkk" umpat laras berjalan terburu-buru menghampiri angga yang akan masuk ke dalam sebuah restoran yang berada di mall itu


"angga" teriak laras membuat angga menghentikan langkahnya


"laras, sama siapa kamu?" tanya angga acuh


"gak penting aku sama siapa disini, siapa dia?" tunjuk laras kepada eanita yang masih menempel di lengan angga


"kekasihku, kenapa?"


"bilangnya cinta mati sama aku tapi buktinya kamu jalan sama cewek lain" celetuk laras membuat angga terkekeh geli


"bukannya kamu yang terang-terangan nolak aku karena cinta mati sama suami kamu yang gak setia itu? jangan salahin aku kalau cari cewek yang juga cinta sama aku memangnya di dunia ini cewek cuma kamu aja" sarkas angga membuat laras mengepalkan tangannya kuat


angga meninggalkan laras yang mematung dengan amarah yang bercokol di hatinya, kenapa semua pria yang bersamanya hanya ingin menginginkan tubuhnya saja begitupun tama, awalnya tama memang sangat tergila-gila kepadanya bahkan laras rela melepaskan mahkotanua sebelum ada ikatan pernikahan di antaranya dirinya dan tama namun setelah bertemu jingga semudah itu tana berpaling dan sekarang laras harus merasakan bagaimana rasanya tidak di perdulikan oleh suaminya sendiri

__ADS_1


__ADS_2