JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
hana pingsan


__ADS_3

pagi ini jingga melakukan aktifitasnya kembali bekerja sebagai sekretaris arthur, semalam jingga sempat berbicara berdua dengan tama karena tama memaksanya namun semua ucapan yang di ucapkan tama kepadanya membuat jingga sangat muak membuat jingga semakin bertekad juat untuk ,segera mengakhiri pernikahannya


pagi ini jingga di antar oleh jemi ke kantornya karena mobil jingga masih berada di rumah hana sedangkan sabia di antar sekolah oleh supir keluarga jemi dan di temani oleh maya.


"apa nanti sore kakak perlu jemput kamu lagi ji?" tanya jemi sebelum jingga keluar dari mobilnya


"tidak usah kak, aku bisa pulang naik taksi sekalian mau ambil mobilku di rumah hana" jawab jingga


"baiklah kalau begitu, ingat jangan berbuat macam-macam kamu belum resmi bercerai dengan tama" pesan jemi kepada sang adik


"memangnya aku mau macam-macam sepertu apa kak? satu macam aja udah bikin repot" sahut jingga tergelak sambil turun dari mobil


"kamu ini, ya sudah kakak pergi ya" pamit jemi mengusak gemas kepala jingga


"ish kakak rambutku berantakan lagi" gerutu jingga dengan bibir mengerucut


"bye ji"


"hati-hati kak"


jingga merapikan kembali rambutnya sebelum masuk ke dalam kantor, tanpa di duga jingga berpapasan dengan arthur yang baru sampai di loby, wajah arthur terlihat sedikit memar dan sedikit robek di pelipisnya karena ulah tama semalam, jingga semakin bersalah karena menyeret arthur ke dalam masalahnya bersama tama


"pagi pak" sapa jingga profesional


"pagi" jawab arthur datar tanpa ekspresi


"semalam aja bilang masih cinta sekarang udah jutek lagi" gumam jingga menghela nafas panjang kemudian masuk menuju ruangannya


saat jingga akan masuk ke dalam ruangannya jingga melihat hana yang berjalan sedikit berlari menuju toilet, karena khawatir jingga pun mengikuti hana


hoek


hoek


hoek


jingga sedikit berlari karena mendengar hana yang sedang muntah-muntah


"na kamu sakit? kenapa masuk kerja sih?" tanya jingga sambil memijat tengkuk hana


"tiba-tiba perutku mual dan kepalaku pusing banget ji, padahal pas di rumah gak apa-apa" jawab hana lemas


"muka kamu pucet banget lho, pulang lagi aja ya jangan maksain buat kerja" ucap jingga cemas melihat keadaan hana


"kerjaan numpuk banget hari ini, gak bisa di tinggalin gitu aja" sahut hana yang sudah terkulai lemas di atas wastafel

__ADS_1


"biar aku yang handle, nanti aku bicara sama arthur ya" tawar jingga


"tapi ji....."


brugh....


belum sempat menyelesaikan ucapannya hana sudah ambruk tak sadarkan diri, jingga jelas panik melihat hana yang jatuh pingsan apalagi di dalam toilet hanya ada dirinya dan hana, jingga bingung meminta bantuan kepada siapa untuk mengangkat tubuh hana karena tidak mungkin jingga membawa hana seorang diri


sedangkan di dalam ruangan, arthur saat ini sedang resah karena jingga tak kunjung masuk ke dalam ruangan mereka


"kemana sih? bukannya tadi jalan di belakang aku ya? seharusnua sekarang udah masuk kesini" gumam arthur sambil mondar-mandir


"ar ngapain?" tanya dimas yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu


"lihat jingga gak? kok dia belum masuk sih padahal tadi barengan lho dari loby kesini" tanya balik arthur


"tunggu dulu, wajah kamu kenapa? kok babak belur gitu sih?" tanya dimas yang baru sadar dengan keadaan wajah arthur


"berantem sama suami jingga semalam" jawab arthur apa adanya


"kok bisa?"


"ya bisalah, dia cemburu lihat jingga pulang di anter sama aku dim makanya maen nyerang gitu aja"


belum sempat dimas menanggapi ucapan arthur terdengar suara ketukan pintu di ruangan arthur


"ada apa?" tanya arthur ketika melihat seorang ob yang menemuinya


"bu hana pingsan di toilet pak, bu jingga kesulitan untuk membawa hana keluar dari toilet" jawab ob itu


"ya Allah apa yang terjadi" gumam dimas langsung bergegas menyusul jingga dan hana


"terima kasih ya, kamu bisa kembali bekerja" ucap arthur kepada ob itu dan segera menyusul dimas


bukan hana yang arthur yang khawatirkan melainkan jingga padahal sudah helas bahwa yang pingsan adalah hana bukan jingga namun sakingnya bucinnya seorang arthur tidak akan merasa tenang jika belum memastikan jingga baik-baik saja


"ji kamu gak apa-apa?" tanya arthur saat sudah sampai di toilet


"yang pingsan hana bukan aku, tolongin dimas buat angkat hana ar" titah jingga dan arthur pun menurut


"pak bos aku temenin hana ke rumah sakit ya" ijin jingga kepada arthur


"emang harus sama kamu ya, kan suaminya ada" sahut arthur merasa tidak rela jika jingga menemani hana


"regan lagi ada sidang pagi ini gak bisa di tinggalin, boleh ya kali ini saja aku takut hana kenapa-napa" mohon jingga nengatupkan kedua tangannya di hadapan arthur membuat arthur tidak tega

__ADS_1


"ya sudah biar aku yang antar" putus arthur


"tapi kan kamu pagi ini ada meeting" sergah jingga


"nanti kamu bisa nyusul setelah meeting selesai" lanjut jingga


"ya sudah kamu hati-hati ya" ucap arthur perhatian


"iya, itu muka kamu belum di obatin?" tanya jingga sebelum benar-bebar pergi


"nunggu kamu yang obatin" sahut arthur mengulum senyumnya


"iya nanti aku obatin, aku pergi ya" pamit jingga kemudian masuk ke dalam mobil


arthur tersenyum mendengar ucapan jingga rasanya seperti kembali pada masa saat mereka pertama kali pacaran dulu, malu-malu tapi mau


"ngapain senyum-senyum? udah gak waras kamu?" protes dimas


"sirik aja kamu dim" sungut arthur


"inget ar jingga belum resmi bercerai, sabar sedikit dong" ucap dimas membuat eajah arthur yang tadinya berbinar menjadi memberengut kesal


"merusak mood saja" umpat arthur meninggalkan dimas


"aku hanya mengingatkan, jangan sampai muka ganteng kamu itu makin ancur karena berantem sama suaminya jingga"


"ya, ya aku tahu tidak usah di jelaskan"


arthur dan dimas segera masuk ke ruangan meeting karena sebentar lagi meeting akan di mulai, arthur menyuruh dimas untuk mengambil berkas untuk meeting di ruangannya yang sudah di siapkan jingga


sedangkan jingga yang baru saja sampai di rumah sakit langsung meminta dokter untuk segera memeriksa keadaan hana. jingga menunggu di luar ruang pemeriksaan sambil mondar-mandir khawatir akan kondisi hana yang tiba-tiba pingsan padahal sebelumnya hana tidak pernah seperti ini.


jingga tidak langsung menghubungi suami hana karena takut mengganggu pekerjaannya, jingga akan menghubungi regan ketika sudah mengetahui kondisi hana yang sebenarnya


"jingga" panggil seorang pria membuat jingga membalikan tubuhnya menatap kepada sumber suara itu


"tama" gumam jingga pelan sambil memperhatikan tama yang berjalan semakin mendekat ke arahnya


"kamu ngapain disini? siapa yang sakit?" tanya tama


"hana" jawab jingga


"kenapa dia?" tanya tama lagi


"belum tahu, dia tiba-tiba pingsan di kantor" jawab jingga tanpa menoleh ke arah tama

__ADS_1


"kamu masih marah sama mas gara-gara semalam ji?"


__ADS_2