JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
arthur bertemu sabia


__ADS_3

"ji barusan tama kesini" ucap jemi ketika tama sudah pergi dari rumahnya


"mau apa dia kesini kak?" tanya jingga


"dia meminta kakak untuk membujuk kamu agar membatalkan perceraian kalian" jawab jemi jujur


"lalu kakak bilang apa?" tanya jingga lagi


"kakak bilang akan coba bicarakan tapi kakak tidak akan memaksa jika kamu sudah yakin ingin berpisah dengan tama" jawab jemi lagi apa adanya


"benar-benar belum menyerah dia" gumam jingga tak habis pikir


"ji, apa kamu sudah benar-benar yakin mau berpisah dengan tama? rasanya kakak tidak tega kalau harus melihat bia jauh dari papi nya" jemi mencoba berbicara dari hati ke hati dengan jingga


"aku tidak akan membuat mereka jauh kak, mereka bisa bertemu kapan saja aku tidak akan melarang dan membatasi pertemuan sabia dan tama hanya saja kita tidak akan tinggal bersama lagi seperti dulu" sahut jingga seolah niatnya tak akan tergoyahkan oleh apapun


"tapi ji...." ucapan jemi terjeda karena jingga menyela nya


"sudahlah kak jangan buang-buang waktu untuk membujukku, keputusan aku sudah final tidak bisa di ganggu gugat lagi" keukeuh jingga


"benar-benar keras kepala" gumam jemi melihat jingga yang kembali lagi ke kamarnya setelah menyimpan piring kotor ke dapur


setelah sampai di dalam kamar, jingga menghubungi hana ingin menceritakan tentang surat gugatan cerainya yang tidak mau di tanda tangani oleh tama, jingga ingin mendapatkan solusi bagaimana caranya agar proses perceraiannya bisa berjalan dengan cepat dan lancar meskipun tama sangat mempersulitnya. selama ini memang suami hana lah yang membantu jingga untuk mengurus perceraiannya dengan tama, beruntung suami hana adalah seorang pengacara yang cukup bisa di andalkan membuat jingga tidak terlalu kesulitan untuk menggugat cerai tama


setelah beberapa menit berbincang akhirnya hana menyuruh jingga untuk datang ke rumahnya agar pembicaraan mereka lebih leluasa jika bertemu secara langsung, jingga yang memang weekend ini tidak memiliki kesibukan akhirnya menyetujui untuk datang ke rumah hana


"siapa na?" tanya dimas yang kebetulan sedang berkunjung ke rumah hana dengan arthur


"jingga, katanya dia mau kesini mau konsul sama mas regan" jawab hana sambil duduk di samping suaminya


"what jingga mau kesini?" pekik arthur kaget


"iya, kamu kenapa kaget begitu" tanya balik hana


"dim ayok kita pulang" ajak arthur tanpa menjawab pertanyaan hana


"lagi nanggung ar, mainnya baru mulai juga lagian kenapa sih baru juga sampai udah ngajak pulang" protes dimas yang baru memulai permainan catur dengan suami hana

__ADS_1


"jingga mau kesini, aku gak mau dia salah karena ada aku disini dim" sahut arthur ambigu


"salah paham kenapa? memangnya kalian ada hubungan apa?" selidik hana


"bukan begitu na, jingga kan sekarang sedang dalam proses perceraian aku gak mau aja di sangka cari kesempatan dalam kesempitan apalagi nanti kalau ketahuan suaminya bisa-bisa jingga di tuduh ada main denganku" ucap arthur yang berpikiran terlalu jauh


"santai aja kali ar, lagian kan disini bukan cuman ada kamu kalaupun suami jingga sampai tahu dia gak akan curiga" sahut dimas


"tapi...."


"udah jangan banyak protes nih kopinya di minum dulu biar pikiran kamu lebih rileks" hana menyodorkan satu gelas kopi hitam kepada arthur


begitulah jika mereka sedang berada di luar kantor, lebih santai seperti hubungan para sahabat pada umumnya tak jarang dimas dan arthur menghabiskan waktunya di rumah hana hanya untuk mengajak suami hana bermain catur terkadang dimas juga membawa sang istri jika istri dimas sedang tidak ada acara lain seperti hari ini istri dimas tidak bisa ikut karena ada acara arisan bersama keluarganya tentu saja hal itu membuat arthur lega karena biasanya jika istri dimas ikut serta, arthur lah yang menjadi bahan bullyan kedua sahabatnya karenahanya dirinya yang tidak memiliki pasangan


"jingga kenapa lagi honey?" tanya regan suami hana


"dia mau konsul sama kamu, katanya tama bersikeras tidak mau menandatangani surat gugatan cerainya" jawab hana


"itu semua bisa di atur serahkan saja sama aku" ucap regan menyombongkan diri


"iya aku percaya dengan suamiku yang hebat ini" sahut hana menyenderkan kepalanya di pundak regan


"cieee yang jomblo sirik" ledek dimas sambil tertawa


"berisik, lihat saja sebentar lagi aku tidak akan jomblo lagi" sahut arthur percaya diri


"duh yang mau CLBK semangat bener, mending kalau jingga jadi cerai kalau gak jadi gimana ar? kamu gak mungkin melajang seumur hidup kan? celetuk dimas


"aku sendiri yang akan turun tangan membuat mereka benar-benar bercerai, apaan punya muka standart sok-sok'an poligami mendingan aku kemana-mana lah"


"wah bibit pebinor udah mulai tumbuh nih"


saat mereka sedang asik saling meledek satu sama lain terdengar suara deru mobil yang berhenti di garasi rumah hana, siapa lagi kalau bukan mobil milik jingga yang baru sampai di rumah hana, hana yang sedang bergelayut manja di lengan suaminya terpaksa harus menghampiri jingga terlebih dahulu hana tidak mau kalau sampai jingga tidak jadi masuk ke dalam rumahnya karena melihat keberadaan arthur disana


"aunty" teriak sabia berlari ke arah hana yang sedang berjalan menghampiri jingga


"wah ponakan aunty ikut kesini, pasti mau minta di belikan es krim" hana menyambut sabia ke dalam pelukannya dan menggendong sabia menghampiri jingga yang baru turun dari mobil

__ADS_1


"iya dong bia di ajak mami kesini sengaja di suruh minta es krim yang buanyak sama aunty" sahut sabia antusias


"baiklah, nanti kita beli es krim yang banyak spesial buat bia" ucap hana mendusel-dusek pipi sabia gemas


"ayok sekarang kita masuk ke dalam ya, ji ayok buruan masuk kok malah bengong" ajak hana menatap jingga heran


"di dalam ada siapa na? kayak ya lagi ada tamu ya?" tebak jingga


"ayok masuk dulu nanti juga kamu tahu siapa tamunya" hana menarik tangan jingga untuk masuk ke dalam rumahnya


jingga masuk ke dalam rumah hana tanpa menaruh rasa curiga jika arthur sedang berada di rumah hana, jingga mengekori hana sampai di taman belakang rumahnya karena memang mereka sedang berkumpul disana.


jantung jingga tiba-tiba berdetak lebih kencang kala melihat arthur yang sedang duduk di antara dimas dan regan


"kenapa ada arthur disini?" bisik jingga kepada hana


"lagi main catur sama suamiku, udah gak apa-apa santai aja ji" hana semakin menarik tangan jingga menghampiri ketiga pria yang sedang asik bermain catur itu


"uncle" panggil sabia kepada regan


"keponakan cantik uncle datang rupanya, sini sayang uncle rindu" sahut regan menyambut hangat kedatangan sabia dan menggendongnya


"uncle mereka siapa?" tanya sabia berbisik


"itu sahabat mami kamu, aunty dan uncle, kenapa? kamu mau berkenalan dengan dua uncle tampan itu?" tanya regan menggoda sabia


"memang boleh?" tanya balik sabia dengan wajah menggemaskannya


"boleh dong cantik, nanti bia bisa minta es krim yang banyak sama dua uncle tampan itu" tunjuk regan kepada arthur dan dimas


"re kamu jangan memprovokasi anak aku dong" protes jingga


"hai, nama kamu siapa cantik? sini main catur sama om ganteng" ucap dimas tanpa memperdulikan jingga


"hai uncle namaku sabia, nama uncle siapa?" tanya sabia dengan wajah imutnya membuat dimas gemas


"nama uncle dimas sayang dan uncle yang kaku ini namanya arthur" bisik dimas kepada sabia

__ADS_1


"ganteng tapi wajahnya serem" sahut sabia terkikik


__ADS_2