JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
berkumpul di rumah hana


__ADS_3

jingga mengajak hana dan regan untuk membahas lebih detail tentang proses perceraian antara jingga dan tama sedangkan sabia anteng berada dalam pengawasan arthur dan dimas apalagi jika di iming-imingi dengan es krim sudah pasti sabia tidak menolak, arthur yang awalnya bersikap kaku kepada sabia lama-lama mencair juga.


arthur sadar jika dirinya dan jingga akan kembali bersama otomatis sabia juga akan menjadi anak sambungnya dan mulai sekarang arthur harus bisa mengambil hati sabia meskipun entah sampai kapan dia harus menunggu jingga yang akan berubah status menjadi seorang janda.


memang arthur terkesan sangat percaya diri namun arthur sangat yakin bahwa hubungannya dengan jingga akan kembali seperti dulu dan arthur akan memperjuangkan apapun itu untuk mendapatkan jingga kembali


"jadi gimana re apa masih bisa proses perceraian di lanjutkan? tama bersikeras tidak mau bercerai malah surat gugatan kemarin dia robek sampai hancur" tanya jingga serius


"tentu saja masih bisa ji, berkas perkara sudah aku masukan ke pengadilan agama beserta bukti-bukti tama berpoligami tanpa sepengetahuan kamu, bukti itu cukup kuat untuk menlanjutkan proses perceraian kalian" jawab regan


"kamu serius? kira-kira sidang perdana nya akan di gelar?" tanya jingga lagi


"sebelum benar-benar sidang hakim akan melakukan mediasi terlebih dahulu jika salah satu di antara kalian tidak hadir atau menolak baru di lanjutkan ke tahap selanjutnya" jawab regan


"kalau gak perlu ada mediasi gimana? aku mau semuanya cepat selesai re" ucap jingga


"kamu tidak usah datang saja saat proses mediasi biar aku yang turun tangan" usul regan


"memang bisa?"


"bisa, kamu tinggal tunggu kabar selanjutnya saja"


"syukurlah kalau begitu, terima kasih ya re, na kalian sudah banyak membantuku" ucap jingga memeluk tubuh hana


"sudah kewajiban regan sebagai pengacara ji, aku juga tidak mau terus menerus melihat kamu tersiksa karena menikah dengan tama" hana membalas pelukan jingga


"tadi pagi ayah dan tama bergantian datang je rumah kak jem na" ucap jingga


"mau apa mereka?" tanya hana


"membujuk aku agar membatalkan gugatan cerai" jawab jingga


"lalu ayah?" tanya hana lagi


"awalnya ayah datang karena meminta maaf tapi ujung-ujungnya malah menyuruh aku untuk tidak berpisah dengan tama, aneh kan? ayah terlalu membanggakan tama menjadi menantunya padahal sudah jelas sejak awal tama bukan pria yang baik, aku semakin kecewa kepada ayah na" jawab jingga sendu


"sudah jangan terlalu di pikirkan sekarang kamu fokus sama perceraian kamu dulu setelah masalah itu selesai kamu bisa menyelesaikan masalah yang lainnya dan ingat aku akan selalu ada buat kamu ji, jangan sungkan-sungkan kalau butuh bantuan apapun"


"iya, kamu memang sahabat yang terbaik na"

__ADS_1


sementara di taman belakang sabia yang tengah asik memakan pizza dan es krim seakan lupa dengan jingga. begitulah sabia jika sudah di sogok dengan pizza dan es krim bisa lupa segalanya bahkan sabia yang awalnya sedikit takut melihat wajah datar arthur kini malah sedang duduk di atas pangkuan arthur dengan memakan es krim favoritnya


"ar kamu sudah pantas jadi seorang ayah" celetuk dimas menatap arthur dan sabia bergantian


"tenang saja sebentar lagi aku akan menjadi seorang suami sekaligus seorang ayah" sahut arthur tergelak


"cihh, percaya diri sekali kamu. memangnya kamu yakin jingga mau kembali sama kamu setelah dia bercerai dengan suaminya? lalu sabia memang dia mau nerima kamu jadi ayah sambungnya?" tanya dimas meremehkan arthur


"harus yakin dong dim, aku yakin lambat laun jingga akan membukan kembali hatinya buat aku dan untuk sabia kamu lihat sendiri sekarang dia sudah menempel padaku" jawab arthur membuat dimas memutar bola matanya malas


"bia uncle mau tanya sesuatu boleh?" tanya dimas menatap sabia


"tanya apa uncle?" sahut sabia yang masih asik menjilatii es krim yang ada di tangannya


"menurut kamu uncle arthur baik tidak?" tanya dimas


"baik, ganteng lagi" jawab sabia polos


"kalau bia di kasih papi kayak uncle arthur mau tidak?" tanya dimas lagi membuat arthur melotot


"terus papi tama mau di kemanakan uncle?" tanya sabia


"huss, bicara sama enak kecil itu yang benar dim jangan sembarangan" protes arthur


"papi tama jahat uncle sering buat mami menangis setiap malam" celetuk sabia


"tuh kan mendingan bia ganti papi aja bilangin sama mami ya" bujuk dimas


"tapi papi sering ajak bia jalan-jalan" sahut sabia


"nanti uncle arthur juga bisa ajak bia jalan-jalan kemanapun yang bia suka"


"beneran uncle?" tanya sabia menatap arthur


"iya sayang" jawab arthur sambil tersenyum


"hore nanti bia jadi punya dua papi dong" teriak sabia membuat arthur dan dimas menepuk jidat mereka masing-masing


jingga yang kebetulan akan menghampiri sabia tiba-tiba menghentikan langkahnya karena mendengar percakapan dimas, arthur dan sabia

__ADS_1


jingga hanya menggeleng-gelengkan kepalnya saja mendengar ucapan dimas yang seakan memprovokasi sabia, jingga juga merasa kenapa sabia sangat mudah sekali dekat dengan arthur dan sabia sampai sabia mau duduk di pangkuan arthur seperti yang sudah berkenalan sejak lama


"kenapa bengong disini ji?" hana menepuk pundak jingga


"na memangnya arthur dan dinas sering main kesini ya?" tanya jingga penasaran


"hampir setiap weekend mereka datang kesini ji" jawab hana jujur


"ngapain aja sampai setiap weekend kesini, memangnya mereka tidak punya kegiatan yang lain?"


"biasa lah cuman buat ngajak regan main catur, biasanya dimas kesini suka ngajak istrinya tapi sekarang istrinya sedang ada acara lain"


jingga mengekori hana yang sudah berjalan terlebih dahulu dengan membawa beberapa cemilan di atas nampan dan menyimpannya di atas meja


"kalian masih lama kan disini?" tanya hana menatap arthur dan dimas bergantian


"memangnya kenapa? kamu ada acara lain?" tanya dimas balik


"bukan begitu kalau kalian masih lama sekalian saja kita makan malam disini biar aku nyuruh bibi masak" ucap jingga membuat arthur senang karena bisa berlama-lama berdekatan dengan jingga


"ide bagus itu, di rumah juga aku gak ada kerjaan istriku malam tidak pulang dia mau menginap di rumah orang tuanya" sahut dimas


"kamu gimana ji?" tanya hana


"aku ikut saja na, di rumah juga suntuk gak ada kerjaan" jawab jingga


"mami lihat aku di belikan pizza dan es krim" sabia menunjukan beberapa bungkus es krim yang sudah kosong dan dua loyang pizza yang masih utuh


"di beliin siapa sayang?" tanya jingga


"di beliin papi arthur dan uncle dimas" jawab sabia membuat jingga dan hana menatap tajam ke arah arthur dan dimas


"papi?" ulang jingga


"iya, kata uncle dimas sebentar lagi uncle arthur bakalan jadi papi bia yang baru jadi nanti bia punya dua papi" sahut sabia dengan menunjukan dua jari tangannya


"dim jangan bicara sembarangan" jingga menatap dimas tidak suka


"bercanda kali ji, namanya juga anak-anak" elak dimas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal

__ADS_1


__ADS_2