JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
sakit yang teramat dalam


__ADS_3

"kalau amara dan ardian mau nikah duluan silahkan saja, aku tidak akan keberatan" ucap arthur cuek


"tapi ayah dan bunda yang keberatan arthur, sudahlah sekarang jangan membantah lagi turuti saja keinginan bundamu untuk menikah dengan tania" protes ayah damar


"aku tidak mau ayah, suruh saja adrian yang menikahi tania jangan aku.


aku sama sekali tidak tertarik dengan tania" tolak arthur


"mana bisa begitu kamu adalah putra tertua di keluarga pradipta sudah seharusnya kamu yang menikah lebih dulu bukan adrian ataupun amara" sentak ayah damar sudah kehilangan rasa sabarnya


"kenapa tidak bisa? usia mereka sudah cukup untuk membina rumah tangga, adrian iuga sudah lulus kuliah setelah itu dia akan meneruskan perusahaan ayah yang lain selesaikan masalahnya, jangan mendesak aku terus"


"wanita seperti apa yang kamu mau arthur pradipta? kenapa sulit sekali hanya untuk mencari seorang istri, apa jangan-jangan kamu punya kelainan?" ayah damar menatap arthur penuh selidik


"ayah... kenapa tega sekali bicara seperti sama anak sendiri? aku normal ayah jangan sembarangan bicara" protes arthur tak terima


"kalau begitu buktikan kalau kamu memang pria sejati dan benar-benar normal seperti yang kamu ucapkan" tegas ayah damar


"tunggu satu tahun lagi, aku akan bawa calon istriku ke hadapan ayah dan bunda" ucap arthur yakin


ayah damar hanya menghela nafas panjang, membujuk arthur memang sangat sulit, sifatnya yang keras kepala sulit sekali untuk di luluhkan termasuk oleh orang tuanya sendiri.


ayah damar merasa percuma saja berbicara panjang lebar dengan putra sulungnya itu karena ujung-ujungnya ayah damar sendiri yang akan mengalah


sedangkan jingga yang baru saja sampai di kediaman ayah salim langsung mencari keberadaan sabia yang ternyata sedang bermain dengan rayn dan raisa di taman belakang


meskipun suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja saat ini jingga nerusaha menutupinya di hadapan semua keluarganya terutama sabia


"kak maya apa kabar?" sapa jingga menyalami kakak iparnya


"kabar baik ji, kamu sendiri sehat kan?" tanya balik sang kakak ipar


"seperti yang kakak lihat aku selalu sehat" jawab jingga ceria


"syukurlah, ayok kita ke taman belakang anak-anak sedang bermain disana bersama eyangnya" ajak maya sambil membawa npan berisi cemilan untuk anak-anak


jingga menggandeng tangan maya dan berjalan menuju taman belakang


disana terlihat sabia, rayn dan raisa yang sedang asyik bermain kelinci bersama ayah salim sampai tidak menyadari kehadiran jingga dan maya


sedangkan ayah salim dan jemi sedang mengobrol masalah perusahaan sambil di temani secangkir kopi


jingga memilih ikut bergabung dengan ayah dan kakaknya, jingga tidak ingin menganggu sabia yang sedang asyik bermain dengan kedua keponakannya


"kamu dari mana ji? tadi tama telfon kakak katanya ponsel kamu tidak bisa di hubungi" tanya jemi

__ADS_1


"abis ketemu sama hana kak, kebetulan ponsel aku mati abis baterai" jawab jingga berbohong padahal memang sengaja jingga menghindari tama


"pantes aja... kamu hubungi tama dulu sana jangan biarkan dia cemas" titah jemi


"iya kak ponselnya mau aku charger dulu" jingga beralasan


"kak may titip bia ya? aku mau ke kamar dulu sekalia mau mandi gerah" ucap jingga kepada maya


"iya tenang aja, bia aman sama kakak" sahut maya


jingga berjalan menapaki anak tangga menuju kamarnya, perasaannya benar-benar tidak karuan saat ini terpaksa harus terlihat baik-baik saja meskipun sebenarnya perasaannya sangat hancur berantakan. entah kesalahan apa yang sudah jingga perbuat sampai tama tega mengkhianatinya


pikirannya benar-benar kacau saat ini kalau saja tidak mengingat sabia ingin rasanya jingga pergi menjauh dari semua orang untuk menenangkan hati dan pikirannya.


setelah sampai di kamarnya jingga langsung menghidupkan kembali ponselnya yang memang sengaja dia matikan untuk menghindar dari tama


baru saja ponselnya hidup kembali sudah banyak pesan masuk dan beberapa panggilan tidak terjawan muncul di layar ponselnya


"***sayang kenapa gak di jawab?"


"kok malah gak aktif? kamu lagi dimana? maaf aku baru kasih kabar kemarin sampai sini langsung cek perusahaan dan baru selesai tadi malam. maaf ya sayang jangan marah"


"kok masih belum aktif? kamu lagi dimana sih sebenernya jangan buat aku cemas***"


jingga merasa menjadi wanita paling bodoh saat ini, bagaimana bisa tama masih bersikap manis kepadanya di saat tama memiliki wanita lain di belakangnya


hati jingga terasa di remat begitu kuat, dadanya sesak seperti di hantam bongkahan batu yang sangat besar


"sayang"


satu lagi pesan masuk dari tama membuat jingga semakin menumpahkan airmatanya


^^^"maaf mas tadi ponsel aku mati, aku baru pulang ketemu sama hana" ^^^


jingga terpaksa membalas pesan dari tama karena tidak ingin membuat tama curiga


***ddrrtttt.....


dddrrrttt....


ddrrrtttt.....


"hallo mas"


^^^"sayang lagi apa? mas kangen"'^^^

__ADS_1


"baru mau mandi gerah banget"


^^^"mandinya sambil video call ya, mas kangen banget sama kamu" ^^^


"apaan sih mesum banget"


^^^"mesum sama istri sendiri gak dosa sayang, mau ya?" ^^^


"ponsel aku masih lowbath mas ini aja jawab telfon kamu sambil di charge, nanti malem aja ya"


^^^"ya sudah kamu mandi dulu sana, jangan lupa makan ya sayang... I love you" ^^^


"iya mas"


^^^"kok gak di jawab?"'^^^


"apanya"


^^^"i love you sayang"'^^^


"love you too mas***"


jingga langsung menangis tertahan setelah percakapannya terputus, benar-benar hati jingga merasa hancur mendengar ungkapan kata cinta yang tama ucapkan kepadanya, jika saja tama mengungkapkan isi hatinya hanya untuk jingga seorang mungkin jingga akan merasa sangat bahagia namun pada kenyataannya tama memiliki wanita lain selain jingga sudah pasti perasaan tama pun sudah terbagi bukan hanya untuk jingga seorang dan yang paling menyakitkan lagi adalah ketika jingga harus berpura-pura bersikap manis kepada pria yang sudah jelas-jelas menyakitinya sampai sedalam ini


"sakit ya Allah" lirih jingga dengan isak tangisnya


ceklek


pintu kamar jingga pun terbuka menampilkan wajah menggemaskan sabia sambil tersenyum


"mami" teriak sabia berlari ke arah jingga yang sedang duduk di atas ranjang


jingga yang baru saja menangis buru-buru menghapus air matanya karena tidak ingin ketahuan oleh sabia


"mami tadi kemana? bia cari-cari gak ada" tanya sabia yang kini duduk di pangkuan jingga


"mami abis ketemu aunty hana sayang" jawab jingga bohong


"kenapa gak ajak bia? bia kan mau di beliin es krim lagi sama aunty hana" tanya sabia lagi


"bia kan tadi lagi main sama eyang, mami janji deh besok-besok ajak bia ketemu sama aunty jana lagi" ucap jingga


"janji ya"


"iya sayang"

__ADS_1


__ADS_2