JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
melamar pekerjaan


__ADS_3

"sayang masa minta maaf atas semua kesalahan yang sudah mas lakukan mas tahu kesalahan mas begitu fatal tapi sungguh mas sangat mencintai kamu terlebih sudah ada sabia diantara kita, mas mohon beri mas kesempatan sekali saja mas janji akan merubah semuanya mas janji akan segera menceraikan laras dan menjadikan kamu satu-satunya istri mas" ucap tama sambil menggenggam tangan jingga


seketika jingga terdiam mendengar ucapan tama, sudah muak rasanya ketika mendengar pernyataan maaf yang sudah tama ucapkan kepadanya.


pria yang sejak awal sudah tidak bisa memegang komitmennya sendiri amka seterusnya akan begitu apalagi seorang oria yang mudah tergoda dengan wanita disaat dirinya sudah mempunyai pasangan rasanya pria seperti itu bukanlah pria yang pantas untuk di pertahankan, begitulah pendapat jingga yang menatap tama dengan tatapan yang sulit di artikan


"aku akan memaafkan kamu mas tapi dengan satu syarat" ucap jingga


"apa itu? mas akan lakukan apapun syaratnya agar kamu mau memaafkan mas" sahut tama antusias


"aku mau bekerja dan kembali menjadi wanita karier seperti dulu" pinta jingga membuat tama kaget


"apa nafkah yang selama ini mas berikan kurang sampai kamu berniat ingin bekerja" tanya tama


"ini bukan soal uang"


"lalu?"


"aku bosan setiap hari diam di rumah dan hanya menunggu kamu pulang bekerja"


"tapi kan setiap hari kamu mengantar sabia ke sekolah"


"sabia sudah besar, dia sudah tidak mau di temani oleh aku lagi. sabia sudah ingin belajar mandiri"


"tapi sabia masih kecil masih perlu bimbingan kamu"


"aku tidak akan melalaikan kewajibanku sebagai seorang istri dan seorang ibu, aku bisa membagi waktu"


"ya sudah kamu bekerja di perusahaan mas saja"


"tidak mau"


"why?"


"aku ingin mencari pekerjaan di perusahaan lain"

__ADS_1


"kenapa tidak kembali kerja di perusahaan ayah salim?"


"sudah ada kak jemi di sana, kak jem bisa di andalkan dalam mengurus perusahaan ayah"


"mas tidak setuju ji, apa kata orang nanti seorang istri pemilik salah satu perusahaan terbesar di surabaya malah bekerja di perusahaan lain"


"ya sudah kalau begitu aku akan tetap melayangkan gugatan cerai kita kalau kamu tidak mengijinkan aku bekerja di perusahaan lain"


"jangan memberikan mas pilihan yang sulit sayang"


"tidak sulit kok kamu cukup mengijinkan aku bekerja, sudah itu saja aku tidak meminta yang lain"


tama terdiam sungguh selama ini ini tama tidak pernah membayangkan jika jingga meminta untuk kembali bekerja padahal sejak awal pernikahan jingga sudah berbicara kepada tama jika dirinya akan fokus menjadi seorang ibu rumah tangga saja, tama berpikir apakah jingga benar-benar ingin bekerja atau hanya ingin sedikit kebebasan sebagai ungkapan kekecewaannya atas semua pengkhianatan yang sudah di lakukan olehnya kepada jingga


"apakah kamu benar-benar ingin bekerja dengan alasan bosan? bukan karena ada alasan lain?" tanya tama dengan tatapan mengintimidasi


"memangnya kamu berpikir aku mau apa? mau cari selingkuhan seperti yang kamu lakukan di luar rumah begitu mas?" sarkas jingga membuat tama kalah telak


"maksud mas bukan seperti itu ji, mas hanya takut saat kamu sudah sibuk dengan pekerjaan akhirnya kamu lupa dengan kewajiban kamu sebagai seorang istri dan seorang ibu" ucap tama membuat jingga terkekeh kecil


"boleh mas pikirkan dulu?" tawar tama mekipun dalam hati tama sangat tidak ingin jingga bekerja cukup diam di rumah, mengurus sabia dan menunggu pulang bekerja


"jangan lama-lama"


makan malam pun selesai jingga dan tama kembali ke kamar untuk beristirahat, jingga melihat ponselnya yang terdengar ada sebuah pesan masuk betapa bahagianya jingga saat membaca pesan yang masuk dari hana yang memberi tahukan bahwa hana sudah menemukan pekerjaan yang cocok untuk jingga dan jingga sudah bisa langsung melemar pekerjaan itu sekaligus interview besok pagi


jingga tersenyum saat bertukar pesan dengan hana membuat tama memicingkan matanya merasa curiga dengan apa yang sedang jingga lakukan dengan ponselnya


"kamu kenapa lihat ponsel sampai senyum-senyum seperti itu?" tanya tama yang sudah di landa rasa cemburu


"balas pesan hana" jawab jingga tanpa mengalihkan fokusnya


"sampai sebahagia itu?" tanya tama sedikit tak percaya


"ya, karena hana sudah mendapatkan lowongan pekerjaan yang cocok buat aku mas, besok pagi aku bisa langsung memasukan cv dan langsung interview " jawab jingga sumringah

__ADS_1


"secepat itu?" tanya tama lagi dan jingga hanya menganggukan kepala sebagai jawabannya


"apa nama perusahaannya?" tanya tama membuat jingga sedikit malas untuk menjawab


"pradipta corporation" jawab jingga membuat tama mengernyitkan keningnya merasa tidak asing dengan nama perusahaan itu


saking bahagia jingga seakan lupa akan rasa kecewanya kepada tama, jingga sangat antusias mempersiapkan cv untuk melamar pekerjaan besok pagi di perusahaan yang sudah hana rekomendasikan tanpa mencari tahu dulu siapakah pemilik perusahaan itu jingga main asal terima saja meskipun tama belum memberikannya ijin.


ya sebenarnya jingga tidak butuh ijin dari tama , mau di ijinkan atau tidak jingga akan tetap bekerja. jingga hanya ingin tahu saja bagaimana reaksi tama ketika jingga meminta kembali bekerja seperti dulu saat dirinya belum resmi menjadi nyonya Pratama Adnan


tama berusaha untuk tidak memperlihatkan rasa tidak sukanya kepada sikap jingga yang seakan tidak menghargainya karena jingga sudah menerima tawaran pekerjaan itu sebelum tama memberikan ijin namun tama terpaksa harus mengalah untuk saat ini karena hanya dengan mengijinkan jingga bekerja jingga akan mengurungkan niatnya untuk menggugat cerai tama, bagi tama itu sudah lebih cukup.


tama berharap semoga ini adalah awal yang baik untuk memperbaiki rumah tangganya yang nyaris berakhir


*


*


*


pagi menjelang


entah ada angin dari mana pagi ini jingga kembali menyiapkan sarapan untuk tama setelah hampir satu bulan lamanya jingga tidak pernah lagi memasak untuk sang suami.


hal itu sangat membuat tama bahagia, tama semakin yakin jika hubungannya dengan jingga sebentar lagi akan kembali harmonis seperti dulu hanya butuh rasa sabar sedikit lagi agar jingga sepenuhnya bisa memaafkan dan menerima tama kembali sepenuh hati


"pagi sayang, kamu yang buat sarapan?" sapa tama tersenyum dan duduk di kursi yang sudah biasa dia tempati


"pagi mas, ya aku sengaja buat nasi goreng favorit kamu. di makan ya aku mau siap-siap dulu sekalian siapin keperluan sekolah sabia" sahut jingga yang sudah kembali tersenyum kepada tama membuat tama senang bukan main


"jangan lama ya sayang, kita sarapan sama-sama" ucap tama membuat jingga menganggukan kepalanya


jingga berjalan menuju kamarnya di lantai atas dan segera bersiap-siap untuk melamar pekerjaan pagi ini.


serelah memakai pakaian terbaiknya jingga langsung menghampiri sabia yang sedang memguncir rambutnya di bantu oleh bi idah jingga tersenyum melihat sang putri yang sudah terlihat sangat cantik dan wangi

__ADS_1


__ADS_2