
"siapa dia?" tanya arthur tiba-tiba ketika dirinya dan dimas sudah sampai di perusahaan
"dia siapa?" tanya balik dimas
"pria yang tadi si cafe"
"suami jingga"
"serius? tapi kenapa makan dengan wanita lain?" tanya arthur kepo
"sepertinya niat kamu untuk jadi pebinor akan terealisasikan ar" cetus dimas
"maksud kamu?" arthur mengernyitkan keningnya tak mengerti
"lihat nanti saja, aku kembali ke ruanganku dulu ya" dimas menepuk pundak arthur kemudian berjalan menuju ruangannya yang tidak berada tidak jauh dari ruangan arthur
sedangkan jingga dan hana masih berada di cafe masih memperhatikan tama dan laras yang sedang menyantap makan siang mereka dengan lahapnya
ingin rasanya jingga menghampiri tama dan membongkar semua rahasia yang sudah tama simpan selama ini namun jingga tak ingin gegabah, jingga ingin memberikan sedikit kenangan indah untuk tama karena sudah berani bermain-main dengannya
"ji kamu gak ada niat buat nyamperin tama?" tanya hana
"gak mungkin aku nyamperin tama dengan mata sembab kayak gini, bisa curiga dia" jawab jingga
"aku aja yang nyamperin gimana? aku mau tahu gimana reaksi dia kalau ketemu sama aku disaat sedang bersama wanita lain" usul hana
"ide bagus, aku cukup memperhatikan dari sini saja" sahut jingga
dengan percaya diri hana melangkahkan kakinya menghampiri meja tama, hana akan berpura-pura memesan makanan untuk di bawa ke kantornya. hana berdecih melihat sikap laras yang terus menempelkepada tama seperti ulat bulu, hana memperhatikan laras dari ujung rambut sampai ujung kaki sungguh tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan jingga.
jingga jauh lebih segalanya dari laras
hana sengaja menabrakan dirinya kepada salah satu pelayan untuk mencuri perhatian tama agar tama melihat adanya hana di cafe itu.
"aduh mbak maaf saya tidak sengaja" ucap salah satu pelayan yang hampir menumpahkan minuman ke baju hana
"tidak apa-apa mbak aku yang salah karena terlalu fokus dengan ponsel" sahut hana tersenyum dan sukses membuat tama menoleh ke arahnya
"hana" gumam tama yang masih bisa terdengar oleh laras
"tama, kamu disini?" tanya hana menghampiri tama
__ADS_1
"ii...iya. kamu sama siapa han?" tanya tama clingak clinguk seperti mencari keberadaan seseorang
"aku sendiri, kebetulan kantor tempatku bekerja di sebrang sana, kamu sama siapa? hana balik bertanya kepada tama sambil melirik tak suka ke arah laras
"aku sa..sama emmmmm" sahut tama gugup
"sama dia?" tunjuk hana ke arah laras yang juga sedang menatap ke arahnya
"ii..iya dia klienku" jawan tama bohong
"sepertinya klien kamu ini sangat spesial ya, sampai gelendotan terus sama kamu" ucap hana langsung membuat tama melepaskan pelukan tangan laras dari pundaknya
"biasa saja han jangan salah paham, bukannya kamu ingin bertemu dengan jingga?" tama sengaja mengalihkan pembicaraan
"kenapa kamu jadi salah tingkah begitu tam, santai saja aku tidak akan salah paham kecuali kalau memang kamu ada apa-apa dengan wanita itu urusannya bisa lain lagi, dan jingga dia membatalkan pertemuan kita katanya mau ketemu dengan kak jemi di kantornya"
deg
ucapan hana cukup membuat tama tertohok, tatapan mata hana kepada tama seakan mengisyaratkan jika hana saat ini sedang mencurigai suami dari sahabatnya itu apalagi ketika hana mengatakan jika jingga ingin pergi ke kantor kak jemi, tama takut saat dia berkunjung ke kantor tadi jingga melihat dirinya. keringat dingin mulai bercucuran dari pelipis tama sungguh bertemu dengan hana membuat dirinya cemas apalagi sikap laras yang seolah ingin menunjukan jika tama adalah miliknya
"sepertinya kamu sakit tam sampai keringetan gitu, ya sudah aku pamit duluan ya... salam untuk jingga" ucap hana melirik dan tersenyum remeh ke arah laras
"sahabatnya jingga" sahut tama dengan perasaan yang mulai tidak enak
"pantas saja tatapannya seperti yang tidak suka sama aku" ucap laras tanpa di pedulikan tama
"sudah selesai kan makannya? aku harus segera kembali ke kantor masih banyak pekerjaan" tanya tama
"sudah tapi aku ingin beli sesuatu untuk daren" pinta laras
"baiklah, cepat ras jangan membuang waktuku lebih lama lagi" titah tama penuh penekanan
"sama aku bilangnya buang-buang waktu kalau sama jingga dan sabia? ah sudahlah mengingat mereka berdua membuat aku kesal" umpat laras
jingga keluar lebih dulu dari cafe itu dan menunggu hana di dalam mobilnya, jingga tidak sampai ketahuan oleh tama kalau jingga juga berada di cafe itu.
setelah mendapat pesan yang di kirimkan oleh jingga, hana langsung menghampiri jingga dan sekalian pamit untuk kembali ke kantor
"ji tama keliatan gugup banget pas ketemu sama aku" ucap hana terkikik
"ya kalau orang punya dosa kayak gitu hidupnya gak akan tenang" sahut jingga dengan perasaan yang campur aduk
__ADS_1
"setelah ini kamu mau kemana? tanya hana memastikan
"aku mau jemput bia di rumah ka jem, na makasih ya untuk hari ini"
"gak masalah ji, kalau butuh apa-apa segera hubungi aku ya.
aku mau kembali ke kantor, kamu hati-hati nyetirnya"
"iyaa"
jingga melajukan mobilnya setelah hana kembali ke kantornya, perasaan jingga saat ini masih campur aduk entah apa yang harus jingga lakukan ketika nanti bertemu dengan tama di rumah, untuk bersikap manis kepada tama rasanya jingga sangat malas namun jingga harus bisa menahan semuanya sampai saatnya tiba jingga akan membongkar semua rahasia yang sudah tama simpan
"kuat jingga, kamu harus kuat jangan terlihat lemah di depan dia" jingga menyemangati dirinya sendiri
hana yang hendak masuk ke dalam ruangannya di cegah oleh dimas, dimas menagih janji hana yang akan menceritakan tentang jingga dan suaminya, hal itu benar-benar membuat dimas penasaran
"astaga dim, kamu buat aku kaget saja" ucap hana mengusap dadanya
"maaf, cepat ceritakan jingga kenapa na?" todong dimas
"kita cerita di dalam jangan disini" ajak hana membuka pintu ruangannya
"baiklah"
dimas duduk di hadapan jingga dengan wajah yang sangat serius, sepertinya dimas sangat ingin tahu tentang keadaan rumah tangga jingga dan tama saat ini.
hana menghela nafas terlebih dahulu sebelum memulai berbicara membuat dimas berdecak kesal karena menurutnya hana terlalu banyak gaya
akhirnya setelah mendapat umpatan dari dimas hana mulai menceritakan semuanya kepada dimas dengan detail tanpa ada yang di tambah-tambahkan ataupun dia kurangi, hana menceritakan semuanya sesuai dengan yang sudah jingga ceritakan kepadanya tidak lupa Hana juga memperlihatkan video percakapan antara ayah salim dan tama.
dimas sampai menganga mendengar percakapan antara tama dan ayah salim, dimas tidak percaya jika ayah salim tega membuat jingga hidup pria brengsekK seperti tama
"aku bener-bener gak habis pikir sama ayahnya jingga, kerasukan setan apa sih sebenarnya" ucap dimas terlihat geram dengan sikap ayah salim
"ya begitulah jingga juga sangat kecewa dengan kenyataan ini, eh tapi ingat ya dim jangan sampai ada yang tahu dulu masalah ini selain kita awas kalau sampai bocor aku gantung kamu" ancam hana dengan mata melotot
"kalau aku kasih tahu arthur gimana? kayaknya dia bakalan senang dengar berita ini" usul dimas dengan seringai di wajahnya
"jangan sekarang dim, aku punya rencana lain supaya arthur dan jingga kembali dekat" sahut hana
"apa itu?"
__ADS_1