
Arthur terpaksa harus segera pulang karena mendapat telfon dari sang bunda jika neneknya baru saja tiba dari luar negeri. sebenarnya Arthur masih ingin menghabiskan akhir pekannya bersama Jingga dan Sabia namun ada saja gangguannya.
Arthur tiba di rumah kedua orang tuanya sebelum pukul 20:00, disana seluruh keluarga Arthur sudah berkumpul termasuk kedua adiknya Amara dan adrian
"oma apa kabar?" sapa Arthur mencium punggung tangan neneknya
"oma sehat Ar, kamu dari mana kenapa baru pulang?" tanya nenek Arthur
"abis ngapelin calon istri dong oma, ngapain lagi" jawab Arthur setengah bercanda namun membuat neneknya memicing tak suka
"siapa calon istri kamu? ingat ya calon istrimu harus sepadan dengan keluarga kita. bibit, bebet, dan bobotnya harus jelas jangan sampai membuat malu keluarga besar Pradipta" ucap nenek Arthur penuh penekanan
"jangan khawatir oma, dia wanita cerdas dan berpendidikan. yang pasti calon istriku ini sangat cantik, oma pasti langsung suka" sahut Arthur sambil senyum-senyum sendiri
"masih gadis kan?" selidik nenek Arthur membuat Arthur tiba-tiba diam
"kenapa diam? jangan bilang calon istri kamu itu seorang janda Arthur" lanjut nenek Arthur dengan tatapan penuh intimidasi
"memang apa bedanya seorang janda dengan seorang gadis oma? lagipula jaman sekarang banyak wanita yang mengaku masih gadis tapi seperti janda" sahut Arthur
"tapi kamu masih bujangan Arthur, sudah seharusnya kamu menikah dengan wanita yang masih gadis bukan dengan janda" protes nenek Arthur
"sudahlah mi, Arthur sudah dewasa dia berhak menentukam pilihan hidupnya sendiri" sela ayah Damar
Arthur yang mulai jengah dengan ucapan neneknya memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya sebelum emosinya benar-benar tak terkendali. Arthur sudah menebak jika kedatangan neneknya bukan semata-mata ingin mengunjungi keluarganya melainkan ada rencana lain yang Arthur sendiri tidak tahu apa, tapi yang jelas nenek Arthur pasti memaksa Arthur untuk segera menikah dalam waktu dekat ini
__ADS_1
tok
tok
tok....
"ar bunda boleh masuk nak?" seru bunda Arumi dari balik pintu
"masuk aja bun" sahut Arthur
"ucapan oma kamu jangan terlalu di pikirkan, kamu tahu sendiri kan sifat oma kamu seperti apa. biar ayah yang bicara sama oma pelan-pelan ya" ucap bunda Arumi menenangkan Arthur
"tapi ucapan oma bikin aku emosi bunda, ngapain coba datang-datang langsung bikin aturan gak jelas kayak gitu. bunda sama ayah aja gak keberatan aku pacaran sama Jingga" sahut Arthur dengan nada kesal
"iya sayang tapi kamu tahu sendiri sifat oma kamu itu suka sekali mengatur, kamu harus hati-hati kalau bicara sama oma. Nanti bunda dan ayah akan bantu bicara soal calon istri kamu" bunda Arumi terus menasehati Arthur
"nanti aku ngomong dulu sama Jingga ya bun, soalnya sekarang jadwal kami sibuk banget di kantor makanya aku juga pulang telat terus kan"
"ya sudah, pintu rumah ini akan selalu terbuka untuk calon istri kami, sekarang kamu istirhata ya besok kan harus kerja"
"iya bunda... bunda juga istirahat ya"
"iya"
bunda Arumi menutup pintu kamar Arthur begitu pelan kemudian menghampiri suami dan mertuanya yang masih ngobrol di ruang keluarga, sedangkan Amara dan Adrian sudah sama-sama masuk ke dalam kamar mereka karena bosan mendengar ocehan sang nenek yang tiba-tiba membuat aturan tidak jelas...
__ADS_1
bunda Arumi mendengar samar-sama Ayah Damar dan nenek Atika seperti sedang berdebat, perlahan bunda Arumi mendekati mereka dan duduk di samping ayah Damar
"pokoknya mami gak setuju kalau Arthur menikahi seorang janda Damar, mau di taruh dimana muka mami kalau semua kolega bisnis kita sampai tahu kalau Arthur menjalin hubungan dengan seorang janda" ucap nenek Atika membuat ayah Damar memijit pangkal hidungnya
"Arthur pasti tahu mana yang baik dan mana yang tidak untuk pasangan hidupnya mi, Damar tidak ingin ikut campur kalau masalah perasaan. Arthur berhak menentukam pilihannya sendiri asalkan dia bahagia" sahut ayah Damar
"sekali tidak tetap tidak, mami akan jodohkan Arthur dengan Tasya. Dia masih gadis dengan karier yang sangat bagus, Tasya juga cantik,, Arthur pasti tidak akan menolak dengan permintaan mami" kekeuh nenek Atika
"mi jangan seperti ini, Arthur sangat tidak suka di atur apalagi di jodohkan seperti itu, Damar yakin pilihan Arthur itu sudah yang terbaik meskipun Jingga seorang janda tapi dia bukan janda sembarangan. Jingga berasal dari keluarga terhormat dan terpandang hanya nasibnya yang kurang beruntung dalan pernikahan pertamanya"
"tidak Damar, mami tetap tidak setuju sekalipun wanita itu keturunan bangsawan mami tetap akan menjodohkan Arthur dengan Tasya, lagipula mereka berdua sudah saling mengenal kan pasti akan mudah untuk menerima satu sama lain"
ayah Damar merasa sangat pusing dengan sifat keras kepala sang ibu, sejak dulu sampai sekarang selalu saja mengutamakan keegoisannya tanpa memikirkan orang lain. Ayah Damar memang ingin segera Arthur menikah tapi tidak dengan main jodoh-jodohan lagipula ayah Damar dan bunda Arumi tidak keberatan Arthur akan menikah dengan wanita manapun asalkan wanita itu tulus menyayangi Arthur dan berasal dari keluarga baik-baik, urusan status ayah Damar dan bunda Arumi tidak mempermasalahkannya sama sekali karena bagi mereka kebahagiaan anak-anaknya adalah yang utama.
bunda Arumi mengusap pundak ayah Damar, bunda Arumi sangat mengerti berada diposisi ayah Damar yang serba salah, ayah Damar sama sekali tidak ingin memaksa Arthur karena sangat tahu dengan sifat putra sulungnya yang tidak suka di atur namun sikap nenek Atika pun membuat ayah Damar pusing karena kalau sampai keinginan sang ibu tidak di turuti pasti berujung dengan drama penyakit jantungnya kambuh dan berakhir di rawat di rumah sakit.
benar-benar membuat ayah Damar frustasi
"sudahlah yah jangan terlalu di pikirkan nanti darah tinggi ayah kambuh" ucap bunda Arumi setelah nenek Atika masuk ke dalam kamarnya
"ayah gak ngerti sama jalan pikiran mami bun, sudah tua masih saja keras kepala. ayah sampai kewalahan menghadapi sikapnya" sahut ayah Damar
"namamya juga orang tua, harus banyak-banyak dimaklumi yah. nanti kita bicarakan lagi kalau suasananya sudah tenang"
"ayah takut Arthur pergi dari rumah kalau sampai tahu rencana mami bun, ayah sangat tahu Arthur menunggu Jingga sampai beberapa tahun lamanya, ayah tidak tega harus menghancurkan kembali kebahagiaan Arthur"
__ADS_1
"gimana kalau kita pertemukan saja Jingga sama mami, siapa tahu mami jadi berubah pikiran kalau sudah bertemu dengan Jingga yah. Arthur juga belum pernah kan mengenalkan Jingga sama kita"