JINGGA (The Second Wife)

JINGGA (The Second Wife)
kecewa


__ADS_3

pagi ini Jingga dan Arthur kembali bekerja seperti biasa, di sibukkan dengan tumpukan berkas dan beberapa jadwal meeting penting.


sebagai sekretaris pribadi Arthur, Jingga yang bertugas untuk mengatur semua jadwal Arthur jadi semua jadwal yang berhubungan dengan pekerjaann Jingga pasti tahu semuanya


"pagi sayang" sapa Arthur melihat Jingga yang sudah berada di meja kerjanya


"pagi pak bos" sahut Jingga tersenyum hangat sambil memegang cangkir kopi yang masih panas


"ngopi kok sendirian aja" protes Arthur


"kamu mau?" tawar Jingga


"mau punya kamu aja" celetuk Arthur


"ini bekas aku lho, biar aku bikinin yang baru ya"


"gak usah ini aja"


"ya udah kalau kamu maksa" putus Jingga


"nanti siang kita makan dimana?" tanya Arthur


"biasanya juga makan di ruangan kan, aku udah masakin pesenan kamu" jawab Jingga


"terima kasih sayang, kamu memang calon istri yang sempurna" ucap Arthur mengecup pipi Jingga tanpa rasa malu


"ish,, kebiasaan" Jingga mencebikkan bibirnya


"abisnya gemesss, oh ya jadwal aku apa aja hari ini?" tanya Arthur mulai berjalan ke arah meja kerjanya


jadwal Arthur hari memang cukup padat namun tak mengurangi sedikitpun rasa semangat Arthur karena selalu di dampingi oleh Jingga namun saat hampir jam makan siang tiba-tiba ada seorang wanita yang datang ke ruangan Arthur untuk mencarinya


"siang mbak, Arthur ada kan?" tanya wanita itu


"ada mbak" jawab Jingga


"bisa saya bertemu dengannya?" tanya wanita itu lagi

__ADS_1


"silahkan kebetulan pak Arthur baru saja selesai meeting" jawab Jingga mempersilahkan wanita itu untuk menemui Arthur


dengan senyum mengembang wanita itu berjalan dengan Anggun menuju meja kerja Arthur, Jingga yang memang tidak mempunyai pikiran macam-macam mengira jika wanita itu adalah salah satu dari klien Arthur yang akan meeting siang ini.


Arthur yang masih sibuk dengan laptopnya tidak menyadari kehadiran sosok wanita yang berpakaian cukup terbuka dan memperlihatkan lekuk tubuhnya itu sudah berdiri tepat di hadapannya saat ini


"ehemmmm" wanita itu berdehem membuat Arthur mengalihkan fokus ke arahnya


"Tania" pekik Arthur saat melihat teman masa kecilnya sudah berada di hadapannya


"long time no see ar" seru tania memeluk Arthur yang menghampirinya


"kamu kemana aja tan? Tiba-tiba ngilang bak di telan bumi" tanya Arthur setelah Tania melepaskan pelukannya


"aku ikut kedua orang tuaku ke belanda, setelah kita lulus SMA perusahaan ayahku terkena masalah dan nyaris bangkrut, beruntung masih ada kerabat ibu yang menawarkan kerja sama dan terpaksa kami sekeluarga harus pindah ke belanda dan menetap disana selama beberapa tahun ini" jawab Tania dengan memasang wajah sedih


"kenapa tidak pernah cerita? Aku sempat nyari-nyari kamu lho karena gak ada kabar sama sekali" ucap Arthur


"sorry, sejak pindah ke belanda aku menutup semua akses teman-temanku yang ada di disini" sahut Tania terkekeh


Namun Jingga mencoba berpikir positif sebelum Arthur menjelaskan siapa wanita itu sebenarnya kepada Jingga, sampai jam makan siang tiba Tania belum juga meninggalkan perusahaan Arthur bahkan mereka berdua terlihat semakin intens saja, Jingga masih setia menunggu Arthur untuk makan siang bersama namun setelah hampir tiga puluh menit berlalu Tania belum juga pulang sampai akhirnya Arthur menghampiri Jingga yang sedang sibuk dengan ponselnya


"ji aku mau makan siang di luar sama Tania, maaf ya hari ini kamu makan siang sama dimas dan hana dulu" ucap Arthur membuat Jingga sedikit kecewa


"oke" jawab Jingga singkat menahan rasa kesal di hatinya


"nanti pulang sama aku ya, jangan pulang sendiri" titah Arthur


"hm" sahut Jingga tanpa melihat ke arah Arthur dan masih sibuk dengan ponselnya


Setelah kepergian Arthur dan Tania, Jingga langsung menghubungi hana untuk mengajaknya makan siang bersama, makanan yang sudah Jingga siapkan sejak pagi tadi seakan sudah tak berselera lagi untuk Jingga nikmati, Jingga mengajak Hana untuk makan di sebuah cafe baru buka tak jauh dari kantor tempat mereka bekerja


"tumben gak makan siang sama pak bos" ucap Hana


"lagi sibuk dia" sahut Jingga sambil menikmati mie super pedas di hadapannya


"sibuk??? Perasaan siang ini gak ada jadwal meeting" gumam hana

__ADS_1


"sibuk yang lain na, udah lah jangan bahas dia terus nafsu makanku bisa ilang" sahut Jingga ketus


"wah seperti ada bau-bau pertengkaran nih" celetuk hana


"kalian jahat ya makan gak ngajak-ngajak aku" seloroh dimas yang baru saja bergabung bersama Jingga dan Hana


"kamu yang ngilang malah nyalahin kita" sahut Hana


"Ji tumben makan mie" ucap Dimas melihat Jingga makan mie saat makan siang


"lagi pengen makan yang pedes-pedes aja dim" sahut Jingga sekenanya


Dimas langsung melirik Hana yang sedang menikmati makan siangnya, Dimas memang sempat melihat Arthur pergi dengan Tania ketika Dimas baru saja keluar dari ruangannya, sedikit banyak Dimas cukup tahu tentang Tania dari cerita Arthur dulu namun entah kenapa Dimas merasa kedatangan Tania sekarang akan membawa masalah dalam hubungan antara Arthur dan Jingga


"Arthur mana ji? Biasanya kamu makan siang sama dia?" tanya Dimas pura-pura tidak tahu


"lagi sibuk kali" jawab Jingga ngasal


"sibuk apaan jam makan siang begini" ucap Dimas


"mana aku tahu" sahut Jingga mengedikan bahunya


"fix Jingga kesel sama Arthur" batin Dimas menatap Jingga


Setelah selesai makan siang Jingga, Hana dan Arthur kembali ke kantor dan bekerja di ruangan masing-masing, Jingga menyibukan dirinya agar melupakan kekesalannya kepada Arthur. Sampai waktu menunjukan pukul 16:00 namun Arthur belum juga kembali ke kantor padahal sebentar lagi waktunya untuk pulang, Jingga membereskan semua barang-barangnya karena memang pekerjaannya sudah selesai, Jingga menunggu Arthur untuk pulang bersama sambil memainkan ponselnya


"ji pulang yok" ajak Hana dan Dimas yang sengaja datang ke ruangan Jingga untuk mengajaknya pulang


"lho emang sekarang jam berapa?" tanya Jingga


"udah jam 17:00 kali, ayok buruan pulang kantor udah mulai sepi nih" ajak Dimas


Jingga melihat sekeliling ruangan yang memang sudah sepi, Jingga juga mencari keberadaan Arthur berharap pemuda yang statusnya saat ini adalah kekasihnya sudah kembali dan mengajaknya pulang bersama namun kenyataannya Jingga harus menelan pil kecewa karena Arthur mengingkari janjinya


"nyari siapa sih ji? Ayok buruan pulang" ajak Dimas lagi


"iya ayok"

__ADS_1


__ADS_2