
"Kita sudah halal sayang"
suara merdu dari seorang gadis berbaju pengantin putih, berkerudung minimalis, dia memiliki senyum secerah mentari membuat siapapun yg melihatnya akan jatuh cinta pada pandangan pertama.
Seketika itu juga, Nando terbangun dari tidurnya, dia menghela nafas panjang
"hmmmm...mimpi itu lagi" gumam nya.
Sudah hampir 6 bulan setiap dia melakukan sholat tahajud malam, meminta untuk didekatkan dengan jodoh nya, Nando selalu bermimpi hal yang sama.
Nando tidak kenal dengan gadis dalam mimpinya, tetapi gadis itu selalu datang dengan pakaian pengantin dan mengatakan hal yang sama pula.
Dilihat nya waktu sudah menunjukan pukul 3 pagi, sambil menunggu waktu solat subuh ia pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya.
.......
Waktu sarapan pagi
Papa dan Mama Nando sudah menunggu di meja makan,
"Selamat pagi ma, pa"
hanya mama yang menjawab nya "Pagi jg bontot ku sayang"
suasana di meja makan sangat hening, hanya bik Sum yang sibuk melayani Tuan dan Nyonya nya..
__ADS_1
terdengar suara mama yang memecah keheningan pagi hari.
"Nando udah liat foto yg mama kirim?gimana suka gak?"
Nando diam tanpa ekspresi, hanya fokus pada sarapannya saja.
"Sampai kapan kamu mau melajang sih, umur kamu udah gak muda lagi"
Nando melirik Papanya sekilas lalu menjawab "Ma, kalo udah waktu nya nanti Nando pasti nikah kok"
"kamu anak laki-laki mama satu satu nya. smua kakak perempuanmu setelah menikah pindah keluar negeri, mama disini kesepian tanpa cucu-cucu mama, hikss" sambil terisak lebay dan sedikit di dramatisir
Nando memang ingin menikah, tapi diusia yang ke 28 tahun ini, belum pernah sekalipun ia tahu apa itu jatuh cinta. Banyak wanita yg berusaha mendekatinya, tapi dia tidak pernah merespon sedikitpun.
Sebagai pria dewasa, ia termasuk anak yang baik dan patuh. Tapi menjalani hidupnya sangat lurus seperti penggaris.
Papa yang mendengar percakapan ibu dan anak itupun akhirnya ikut merespon "Memamg menurut kamu waktu yang tepat untuk menikah itu kapan?"
degg.....pertanyaan mematikan itu membuat Nando bungkam seribu bahasa, karna Papa tipikal orang yang tidak bisa diberikan jawaban nanti dan nanti, harus menyebut tanggal, bulan dan waktu.
tidak ada jawaban, Nando hanya diam dan fokus sarapan lagi, mau jawab apa, toh dia juga tidak tahu kapan waktunya. Lagipula gimana mau netapin tanggal, calon istri nya saja tidak ada.
Pembicaraan alot dimeja makan berakhir dengan Nando ijin ke kantor sambil Mencium punggung tangan mama dan papa.
Dibanding menu sarapan yg disajikan bik Sum, Tema pernikahan sudah menjadi menu sarapan nya sehari-hari.
__ADS_1
........
Di luar rumah, Sekretaris nya sudah menunggu. Namanya Doni, dia dulu teman kuliah nya Nando juga sahabat dekat satu satu nya.
"Selamat pagi Bos, apa sudah sarapan menikah hari ini? " sambil membuka pintu belakang agar Nando masuk
"jangan ikut ikutan bawel deh"
"hahahaahaa, oke oke ayo kita berangkat"lalu doni menutup pintu dan pergi ke belakang kemudi, menyetir dengan sangat santai sekali.
"ini yang nyetir anak TK, seloooowww banget"
"sorry, biar bos bisa liat kanan kiri, siapa tau ada jodoh lewat"
"sialan kamu don, terserahlah...mungkin bener juga bisa liat jodoh di pinggir jalan"
Dan merekapun tertawa bersama, menikmati suasana pagi yang cerah.
........
setibanya dikantor, smua pegawai berdiri dan mengucapkan salam pada Nando. ia hanya membalas dengan senyuman tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
hanya orang-orang rumah dan Doni, yang tahu sifat Nando sebenarnya, dan bersama mereka pula Nando benar-benar menjadi diri sendiri, selebihnya ia terkenal dengan Julukan Pria es yang berwajah hangat.
.......
__ADS_1