
bunga tidur, itu hanya bunga tidur....
ucap Marsya terus menerus di ruang kerjanya,
"semalam aku hanya terlalu merindukan ayah denis, dan dia muncul, lalu perubahan wajah itu haya karna tekanan saja karna waktu menjawab nya hari ini.."
"aaahh sial, kenapa hari cepat berlalu...kamarin aku mau hari ini lekas datang biar bisa menolak dengan cepat, tapi mimpi semalam sangat membingungkan,
tentu saja itu bunga tidur, jangan difikirkan dan tolak lagi saja"
........
sore hari pulang kerumah, Marsya terkejut dengan sajian yang disiapkan mama nya, emang mau ada acara makan2 kali ya, jamuannya berlebihan banget
"ma, apa mama gak merasa ini berlebihan?"
" dari kemarin, mereka datang mendadak, mama cuma bisa nyuguhin air teh aja, ga apa2 kan kita makan2 sekali kali, bentar lagi juga pakde sama bude mau kesini, mau ikut menyambut disini"
apa, sambutan...emang mereka tau aku mau menjawab seperti apa, pake disambut segala....
"ma, kalo jawabanku engga seperti yang mereka harapkan, apa mama yakin, makanan ini masih mau dimakan?"
"tentu saja, apapun jawaban mu, menjamu tamu itu wajib buat tuan rumah. kita kan jadi tambah sodara walau gak jd besan."
"makasih mama, udah gak maksa aku, percaya banget sama keputusanku"
marsya memeluk mama, lalu pergi menemani denis bermain sepeda di halaman depan.
__ADS_1
...........
selesai meeting mengenai bisnis travel nya, nando langsung tanjap gass ke rumahnya...dia sangat gelisah,
"Marsya, kamu harus jawab iya...harus iya"
itu saja yang dia ucapkan sepanjang perjalanan menuju rumah.
dirumah, Mama dan papa sudah menunggu, nando mencium tangan keduanya lalu kekamarnya untuk mandi dan solat magrib.
dia keluar kamar menunggu mama papanya bersiap, lalu nando menyerahkan uang yang kemarin dia ambil bersama doni dalam sebuah tas kecil
"apa ini nando?"
"uang serahan, untuk pernikahan"
"nando, apa harus sejauh ini? Marsya belum mengatakan apa2, kamu mau menyogok mereka?"
"kalo dia tolak lamaran kamu gimana?"
"engga ma, dia pasti jawab iya...dan harus iya, nando yakin."
mama dan papa prihatin dengan sikap nando, tapi memilih mengikuti saja kemauan anaknya..
.......
satu minggu setelah pertemuan terakhir, tanpa ada komunikasi sama sekali bahkan nomer hp masing2 saja tidak ada yang tau, baik nando atau marsya tidak pernah ada yg mencari tahu nomer masing2.
__ADS_1
kini kedua itu bertemu kembali, duduk ditempat yang sama dengan posisi diapit keluarganya masing masing..
namun ada yang berbeda dari Marsya, jika dulu dia dengan percaya diri menatap arah Nando, tanpa berpaling sedikitpun..kini tidak lagi....
ditengah pembicaraan basa basi yang dilakukan kedua keluarga, Marsya hanya diam dan menunduk, sama sekali tidak berani melihat Nando.
hatinya gelisah, sedih, bingung, waktu menjawab tiba tapi jawaban "Tidak" yang iya persiapkan sedari awal, kini hilang semenjak mimpi semalam.
pak de memecah lamunan Marsya,
"marsya sekarang, kamu jawab pertanyaan Nando dan keluarganya, kami disini terima apapun keputusanmu"
keluaraga mulai hening, sepakat tidak mengganggu pembicaraan mereka lagi
marsya masih diam, hatinya ingin menangis karena bingung....sungguh dia ingin berkata "tidak" tapi tak mampu mengucapkan nya, dia takut bila itu memang pertanda yang Allah swt berikan atas doa nya.
nando tersenyum senang, kegundahan sepanjang perjalanan kini hilang dengan melihat sikap Marsya, gadis didepannya ini sedang ragu..
bagus sekali, hilang sudah kepercayaan diri Marsya yang selalu bilang tidak, kini bungkam karena ragu, kemungkinan yang 0%, dari kata "tidak" kini naik menjadi 50% karna gadis itu ragu ragu antara "ya atau tidak"..
baiklah, sisanya yang 50% akan aku rebut malam ini
"kenapa diam? dimana rasa percaya dirimu?
apa kamu sudah berdoa atas namaku, dan menemukan aku disana??"
marsya langsung menatap nando, sejuta pertanyaan muncul di matanya
__ADS_1
kenapa dia bisa tau, Nando sebenarnya siapa kamu????
..............