Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Kepanikan di Tengah Rapat


__ADS_3

"walaupun kalian udah nikah, tapi aku masih ngerasa aneh ngeliat pangeran al-Syech grup yang terkenal dingin sm wanita skrg malah ciuman didepanku" ucap Fahmi yang terkejut melihat ciuman mendadak dr Marsya itu


"hehee, maaf reflek" Marsya malu malu


"Marsya, kenapa kamu minta maaf sama mereka, salah mereka yg belum nikah jd gak bisa kaya kita" jawab nando yang malah melingkarkan tangan nya ke pinggang Marsya, seolah ingin membalas ciuman dari istrinya itu


Fahmi melirik Doni, lalu berkata "aku salut padamu,bisa tahan tiap hari sm mereka"


"ini gak seberapa, aku pernah liat yang lebih konyol lagi" jawab Doni santai


"Doni kurang ajar, tutup mulutmu" Nando memberi peringatan sementara Doni hanya tertawa puas


"sudah cukup, Aisya jangan pedulikan para lelaki ini, ayo kita mulai rapat nya, ceritakan sama aku konsep pernikahan kalian maunya seperti apa termasuk urutan acaranya"


rapat pun dimulai dengan Marsya yang fokus menulis mendengar keinginan dari Fahmi dan Aisya, sesekali Nando menimpali ingin dibuatkan acara yang sama pula dengan tangan nya yang tetap memeluk dan sesekali mencium pundak dan kepala istrinya


istriku terlalu cantik, aku ingin mencium nya disini, aahh rapat ini lama sekali, pergilah semua orang sebelum aku lupa diri mencium bibir Marsya disini


sementara Doni memilih pindah ke meja bulat, membuka laptop dan melanjutkan pekerjaannya disana


"Marsya, kamu sudah solat?" ucap Nando berbisik di telinga istrinya "sudah tadi sebelum kamu datang, kamu?"


"sudah tadi di jalan, aku lapar"


Marsya yang masih sibuk mendengar cerita Fahmi dan Aisya pun berusaha menjawab bisikan2 suaminya, "tahan sebentar ya sayang"


lama Nando terdiam lalu berbisik lagi "Marsya, ada yang bangun"


tentu saja Marsya mengerti maksud pembicaraan Nando, seketika Masya menoleh lalu berfikir cepat,


"Fahmi, Aisya...sebentar aku tinggalin dulu, aku terlupa sesuatu...kalian ngobrol sebentar, nanti kita lanjutkan rapat nya"


Marsya pun berdiri dan menarik Nando "sayang ikut aku yuuk sebentar" walau bingung akhirnya Nando ikut juga


kenapa dia bawa aku ke ruang kerja nya setelah aku bilang gitu tadi, jangan bilang dia mau melayaninku disini, bisa heboh satu galery dengar desahannya


"duduk" ucap marsya sambil mengunci ruangan nya


"ka kaaa kamu mau apa, aku jadi takut" tanya Nando ngeri sendiri bila fikiran mesum nya terbukti


"kamu bilang ada yang bangun, aduuhh kok bisa sihh disituasi kaya gini" panik Marsya

__ADS_1


"santai aja, aku bisa nahan diri kok gausah panik gitu, pake segala pisahin aku dari mereka"


"sayang, punyamu itu besar kalo dia bangun bisa keliatan jelas siluet nya, sini aku usapin biar bobo lagi"


"heeiiii....kalo kamu berani sentuh dia, aku makan kamu disini" sambil kedua tangan menyilangkan area vital nya


"jangan macam2 ya di tempat kerjaku yang suci" dannn jleepp ciuman menyambar di bibir marsya membungkam kata katanya yang belum selesai..


lembut, manis membuat Marsya terhanyut di dalam nya, setelah puas ciuman yang lama itu, Nando melepaskannya, lalu tersenyum


"aku baik baik saja sekarang, kamu boleh keluar, biar aku disini dulu menenangkan diri nanti aku nyusul"


"kamu beneran udah ga apa2, mau aku temani disini?"


"hahaa, temanin aja kalo km mau terjadi hal hal yang diinginkan di ruangan ini" senyum jahil Nando terpancar


"tidakk, oke aku keluar"


ketika hendak berdiri, Nando menghentikan tangan Marsya dengan wajah memelas


jangann, jangan disini aku mohon


"iya"


kumohon sadarlah jangan meminta hal itu disini


"makan dulu, aku lapar"


huuh selamaattt, iya juga ini sudah lewat jam makan siang


"hahahaaa, baiklah sayang, tenangin dirimu dulu, udah itu kita semua pergi ke Restoran dekat sini ya"


Nando mengangguk dengan imut nya, persis seperti seorang anak yang merengek kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan apa yang dia mau


.......


"Maaf aku lama, gimana kalo kita makan dulu, baru lanjutin rapat nya"


"boleh kak Marsya, kita cari resto yang enak buat ngobrol aja" jawab aisya


"yaudah sekarang aja yuu" lanjut Fahmi

__ADS_1


"eehhh tunggu suamiku sbentar, nanti dia kesini"


"emang Nando lagi apa?" Fahmi penasaran


"hmmmm itu, dia lagi terima tlp"


"oo ok"


gak mungkin kan aku bilang suamiku lagi tenangin junior nya yang tiba2 meronta ingin keluar, bisa gilaaaa


.........


Setelah semua nya makan siang, rapat lanjutan pun terjadi di Resto dengan konsep lesehan, supaya suasana nya lebih santai.


Doni memilih melanjutkan pekerjaan dengan laptopnya, sama sekali tidak tertarik dengan cerita Fahmi, sedangkan Nando membaringkan kepalanya di pangkuan Marsya sambil asik bermain game di HP nya.


kenapa kita jadi nongkrong disini sih, kerjaan aku banyak...huuft dan ini juga bos, malah enak main game sambil tiduran gitu, dia gak tau buat luangin waktu santai nya gini, aku harus reschedule semua jadwal nya, aahh repot banget *bathin Doni


"baiklah aku sudah mengerti keinginan kalian, nanti aku email konsep keseluruhan acara sm prize list nya" ucap Marsya mengakhiri rapat nya


"iya kak, kasih konsep terbaik ya. soal harga kami gak keberatan, soalnya ada Investor utama disini, dia bisa bantu kalo kami kekurangan budget...hahaaha" ucap fahmi sambil menunjuk Nando yg masih sibuk dengan game nya


merasi dirinya dibicarakan, Nando langsung bangkit dan duduk, menatap istrinya lalu menatap Fahmi.


"kenapa aku harus jadi investor Pestamu? Pernikahan ku aja gak ada pesta nya"


"huuhh, kalo gitu aku minta Tante Nadia aja, hahahaa"


"gak bisa, mamaku itu gak kerja, gak punya penghasilan"


"sudah sudah, Fahmi tenang aja nanti aku kasih harga terbaik" ucap Marsya mencoba menengahi


"Marsya, kasih dia harga Normal, bila perlu UP aja sekalian, pacaran bertahun2 bukannya menabung malah keliling dunia dan ganti2 mobil sport terus"


Aisya yang mendengarkan perdebatan kedua sepupu itu hanya tersenyum, karena baginya sudah biasa melihat Fahmi dan Nando beradu argumen, karena mereka memiliki usia yang sama, dan dibesarkan dengan gelimpangan Harta yang sama. jadi hal yang wajar bila diantara kedunya tidak ada yang mau mengalah.


sedangkan Marsya, hanya terdiam merasa bingung sendiri.


aku gak kenal dengan semua keluarga besarnya apalagi latar belakangnya. keliling dunia? mobil sport? dan sekarang pernikahan mewah seperti di negeri dongeng. apa kalian anak2 orang kaya bisanya hanya menghamburkan uang aja.


........

__ADS_1


__ADS_2