
"Saya terima nikah dan kawinnya Marsya Ramadanti binti Edi Gunawan Almarhum, dengan maskawin logam mulia seberat 500 gram dibayar tunai"
syaahhh
syahhh
syahh
"alhamdulilaaahhh"
lantunan doa pun begema di dalam ballroom hotel pelita, yang bila di lihat dari luar, seperti tidak ada acara apa2 dalam hotel itu, sangat normal dan tidak ada hal yang mencolok
semua info seputar pernikahan seolah tertutup rapat, sehari sebelum nya, nando meberikan pengumuman resmi, bahawa Alsyech Grup di seluruh kota diliburkan untuk hari pernikahan ini, karena dia akan menikah dengan seorang wanita bersama Marsya, namun tidak ada satu pun yang di undang, bahkan tidak tau lokasi pernikahannya di mana.
lalu kemana karangan bunga ucapan selamat itu dikirim? tentu saja ke kantor pusat, alias kantor nando
pihak security sampai kewalahan menerima bunga2 itu, sampai susunannya menghiasi sepanjang jalan protokol menuju kantor nando....
............
karena konsep pernikahan ini kekeluargaan tanpa pelaminan, sehingga kedua pengantin harus berkeliling menyapa keluarga yang hadir, seraya perkenalan kepada keluarga masing2.
akhirnya kedua pengantin bisa duduk di meja makan yang sudah disiapkan untuk mereka, sambil sesekali menyapa keluarga yang ikut bergabung
__ADS_1
nando berbisik di telinga marsya "selamat ya"
"buat apa?"
"karena sudah menjadi nyonya nando, itu kesempatan mulia kan?"
mendengar kata mulia, marsya teringat sesuatu
"kenapa kamu ganti cincinku jadi logam mulia? aaahh cincin itu cuma jadi pemanis pemotretan aja"
"apa itu penting di bahas sekarang? kamu yang bikin cincin itu jadi cicilan 10 bulan, apa layak jadi mas kawin, jangan2 aku baru bisa menyentuhmu saat cincin lunas?"
"kamu tanya ustad lah, hukum nya gimana, dari pada repot beli logam mulia"
"aku gak ada waktu tanya2, lagian gak repot kok, tinggal ambil di brankasku aja...hahha"
"tentu saja kamu bisa, karena aku yang milih kamu, entah kamu yang masuk duniaku, atau sebaliknya, yang penting kita harua tetap bersama mulai sekarang, dan selamanya"
marsya tersenyum, lalu jari nyamengetuk ngetuk paha nando di bawah meja..tindakan itu tentu saja membuat nando terkejut,
dengan mata nya dia memberi kode agar nando melihat tangan mya, sambil bilang "sekarang sudah halal kan?"
ayoo pegamg tanganku, aku mau...ayoo, tangan kamu tarik ujung baju ku teruss
__ADS_1
nando membalas tangan itu dengan ragu, lalu mengenggamnya di bawah meja makan yang bulat dan besar itu. dia malu, tersenyum menatap marsya
.........
pesta pernikahan yang lebih mirip dengan reuni keluarga itu berubah menjadi tempat karoke dan joged di iringi live musik,
saat denis dan maya, serta sebagian keluarga lainnya memilih ganti baju dan berenang menemani anak2 yang sudah bosan dengan acar pernikahan, nando justru di tarik oleh sepupu2 nya untuk ke atas panggung bernyanyi...
dia marah, karena otomatis genggaman tangan bersma istri nya terlepas, tapi tenaganya tidak cukup melawan para sepupu yang keroyokan
begitu di panggung, bukan nyanyian yang keluar dari bibirnya, tapi lebih mirip ucapan terimakasih karena sudah menang suatu penghargaan. hahaha
"saya nando alfariz syech, berdiri disini karena dorongan para sepupu yang kurang ajar, ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang hadir, papa mama yang sudah membesarkan nando dengan penuh cinta, ka nisya dan kak neira, kalian yang terbaik, keluarga besar saya semuanya juga keluarga besar istri saya.. terima kasih mama nur, mertua saya, anak sambung saya denis, tolong panggil aku ayah mulai hari ini" mata nando mulai berlinang...
"juga untuk Marsya, istriku, terima kasih sudah menerima ku tanpa kamu tahu siapa aku sebenarnya, aku yakin kamu menerima lamaranku karena kamu melihatku didalam doamu kan?"
marsya mengangguk, tanda meng iyakan ucapan nando
"begitupun aku, kamu selalu ada dalam doaku, bahkan jauh sebelum aku bertemu dengan mu, aku sudah mencintaimu karena Allah"
marsya menangis di kursinya ternyata itu alasan tiba tiba nando melamarnya, tanpa perkenalan terlebih dahulu, semua karena doa, karna mereka diberikan pertanda inilah jodoh nya, yang tidak bisa mereka tolak.
nando turun dari panggung, mendekati marsya yang menangis, menarik tangan marsya agar berdiri lalu memeluknya,
__ADS_1
aahh pelukan pertama setelah pernyataan cinta, tentu saja sudah jadi muhrim....indah nya.
............