Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Alsyech Girls


__ADS_3

di depan ruang ballrom yang sudah dipesan keluarga Nando, ketiga orang itu terhenti karena panggilan dari seseorang.


"Nandoo alfaridz" sapa seorang pria dengan paruh baya, walaupun berpenampilan casual namun bisa di lihat dari ujung kepala hingga kaki, semua yang melekat di tubuhnya bukan harga yang main main


"waaahh, Om Farhan" begitu Nando menyapa nya, mereka lalu berpelukan saling melepas rindu


"Halo Doni, aaah ini Marsya, apa kabar, ini pertemuan ke dua kita yaa"


"kabar baik om, Om juga apa kabar?" jawab Marsya


yaa walaupun aku lupa beliau ini siapanya suamiku, tapi kalau Nando memanggil nya begitu, aku juga kan


"baik baik, alhamdulillah..ooyaa kalian sapa dulu semua keluarga ya, om tinggal dulu yaa ke kamar, ada yang ketinggalan"


"perlu saya antar om Farhan?" tanya Doni dengan sopan.


"tidak perlu, masuk saja, temui yang lain nya dulu"


"baik om"


setelah kepergian Om Farhan, masya relflek memegang tangan Nando, seperti memberi isyarat bahwa dia sangat canggung dengan keadaan saat ini, keluarga Besar Nando yang dia kenal hanyalah Papa Faridz dan Mama Nadia, bahkan kedua kakak perempuan Nando saja, Marsya tidak mengenal mereka,


semua orang yang akan di temuinya hari ini, hanya pernah bertemu sekali, yaitu diacara Pernikahannya.


"kenapa" Nando menyadari kecanggungan Marsya


Marsya hanya menggelengkan kepala, namun genggaman tangan nya semakin erat


"Marsya, kamu kenapa?"


"maafkan aku, walaupun kamu pernah kenalkan keluarga besarmu satu persatu tapi sepertinya aku lupa semua" Marsya merasa bersalah, karena sedikitpun dia tidak pernah memperhatikan silsilah keluarga besar suaminya

__ADS_1


"tidak apa2, aku kenalkan lagi mereka semua sama kamu ya, yang tadi om Farhan, adik nya Papa yang ke 3, diantara 4 bersaudara Alsyech, Om farhan itu yang paling beda"


"beda, kenapa?"


"kamu tau ALFAS Pharmaceutical Laboratories?"


"tau, perusahaan obat2an kan"


"iyaa, dia pemilik nya, ALFAS itu singkatan namanya Alfarhan Syech, keluarga besarku bisnis di bidang Travel, tapi dia merintis usaha nya sendirian yang bertolak belakang dengan tradisi keluarga, aku kadang ingin sepertinya, tapi sayang ternyata aku tidak sehebat dia, hahaha"


Marsya takjub dengan penjelasan singkat Nando, tidak tau harus bereaksi seperti apa


"nanti aku cerita lagi yaa, ayo masuk dulu kita sapa yang lainnya" Nando pun menarik tangan Marsya agar mengikutinya memasuki Ballroom, diikuti Doni di belakangnya


Dan marsya pun disajikan dengan dekorasi megah Bak keluarga Sultan, susunan meja bundar yang rapi lengkap dengan bunga2 hidup yang berwarna warni, lampu kristal yang besar menambah kemewahan acara itu, serta penampilan mini orkestra, untuk menghibur seluruh keluarga.


biasa aja maksudmu itu seperti ini suamiku? walaupun semua yang hadir disini menggunakan pakaian santai dan casual, tapi semua branded, ini sih kaya perang Merk ternama, untung saja biarpun tasku ini tidak semahal mereka, tp ini brand ori...kalau aku pakai tas KW kesini, bisa habis di lalab dan bajukuu...aahh bajuku juga selamat biarpun aku beli barang diskonan, setidaknya ini bermerk, ada bagus nya aku sedikit merubah fashionku semenjak menikah sama Nando, kalau masih seperti dulu yang pakai baju yang asal nyaman huuhhhh.....gak bisa bayangin apa jadinya aku di tempat ini


"No, gapake peluk peluk, salaman aja"


walaupun menjadi bahan ledekan karena keposesifannya, namun Nando tidak peduli


"dia milikku, hanya aku yang boleh memeluknya"


"uuwwwuuuuhh, dasar pangerann buciinnn" suara kompak dari para sepupu Nando


tidak perlu seperti itu sayaang, ditempat ini hanya aku yang punya wajah biasa biasa aja, aku jadi malu kalo diperlakukan bak princess yunani


..........


Acara makan siang bersama pun dimulai, di awali dengan Doa yang dipimpin oleh Ustad ternama yang di panggil khusus.

__ADS_1


Seluruh keluarga benar2 menikmati jalannya acara, suasana keakraban dan tawa hadir diruangan itu, hingga para sepupu lelaki pun mulai berkumpul di meja yang ditempati Nando, mereka membicarakan bisnis dan pekerjaan masing2, hal yang sangat tidak ingin diketahui oleh para wanita di keluarga itu,


Marsya yang terjebak dalam situasi itu, kebingungan sendiri, dia hanya bisa diam tidak mengerti, namun memisahkan diri pun bukan ide yang bagus, karena mau kemana dia nanti, bergabung sama Mama Nadia lebih tidak mungkin, Mama sudah terlarut dalam dunia sosialitanya.


Dan penyelamat Marsya pun hadir, yaitu kakak pertama Nando, Kak Nisya yang sedari awal mereka hanya sempat bertegur sapa sekali lalu enta dia duduk di kursi yang mana.


"Marsya, kenapa masih disini, ayoo kita ke tempat girl aja"


"haah, dimana itu kak?"


"di luar samping kolam renang, ayoo kita kesana"


namun belum sempat Marsya berdiri, Nando sudah menggenggam tangan nya, seolah melarang istrinya itu pergi


Marsya mengerti maksud genggaman tiba2 itu, lalu memberi tahu kak Nisya bahwa dia ingin sini saja


"kenapa, pasti pangeran bucin ini ya yang ngelarang, aaahh bener kaan tangan nya sampe di borgol begini" ucapan Kak Nisya sukses membuat para lelaki yang di meja itu pun bersorak dan meledek Nando lagi


"wahh keterlaluan kamu Nando, bucin juga ada batas nya kali..." ucap salah seorang sepupu


"kamu liat istriku aja udh gak tau batang hidung nya semenjak masuk ke hotel ini, sibuk sama yang lain, tapi pasangan ini, lengkeet terus" ucap sepupu yang lain


"Ayolah Nando, biarkan Marsya mengakrabkan diri dengan keluarga yang lain" bujuk Kak Nisya lagi


Nando masih diam tidak bereaksi, berfikir sejenak lalu memandang Marsya yang masih setia duduk di sampingnya


"aku ikut" kata kata singkat yang diucapkan Nando membuat suasana ledekan semakin menjadi, aaah tentu saja Nando tidak peduli


Marsya menarik nafas nya panjang, aaahh Nandooo gausahh segininya juga kaliiii.


..........

__ADS_1


__ADS_2