
Mendengar kabar dari bik sum, Nando segera berlari dari ruang kerjannya sambil teriak memanggil Doni.
sepanjang jalan Nando benar benar panik....
"aah kenapa dia bisa pingsan lagi sihh, setelah dia pulang dari RS dia gak sakit sama sekali..dan kenapa dia selalu pingsan saat aku tidak dirumah"
Doni seperti memikirkan sesuatu dari ucapan Nando, tapi dia tidak berani mengutarakannya.
setibanya dirumah, Marsya belum sadar juga lalu Nando memindahkan tubuh Marsya ke kamar, tak lama dokter Silvy dan beberapa suster pun tiba.
mereka segera melakukan pemeriksaan dengan alat yang mereka bawa. hasil pemeriksaan semuanya normal, bahkan janin sangat sehat. Marsya tidak mengalami Morning sickness, atau kesulitan mencerna makanan..bahkan dokter Silvy pun heran kenapa Marsya terus menerus pingsan.
untuk menjaga Marsya, dokter silvy meninggalakn dua perawat disana, dan akan kembali setiap hari.. tetapi Nando meminta dokter itu pulang bila Marsya sudah sadar nanti..dan dokter Silvy pun menyetujuinya.
Lalu Mama Nandia meminta ART menyiapkan kamar khusus untuk dokter Silvy dan dua perawatnya itu.
Doni yang melihat situasi mulai kondusif walau marsya belum sadar, akhirnya memilih pergi ke suatu tempat. ada hal yang harus di urus fikirnya.
..............
"beb, tumben siang siang ke kantor ku..ini kan hari pertama kerja lagi, kamu belum sibuk sama bos posesif mu itu" ucap Neina yang terkejut melihat kedatangan Doni di kantor nya
"kamu pulang sekarang ikut aku, ada sesuatu yang harus kita urus"
"beb aku masih kerja, mana bisa pulang sekarang"
"mana bosmu? aku yang hadap dia langsung, bila kamu di pecat kamu bisa pindah ke Alsyech Grup" Doni menggebu
__ADS_1
"beb, kenapa ini serius sekali" Neina mulai kebingungan
"Marsya pingsan lagi..Nando bilang Marsya pingsan setiap Nando tidak ada dirumah padahal sebelumnya dia sehat2 saja"
"apaa? bagaimana diagnosis dokter?"
"dia sehat, dokter bilang mungkin harus CTscan untuk memastikan langsung tapi itu membahayakan janinnya"
"kamu tunggu disini, aku ijin pulang dulu"
"oke cepat"
.............
Doni sudah tiba di rumah besar bersama pacarnya...lalu langsung ke kamarnya Nando, disana dia melihat Nando yang sedang menonton TV berusaha menenangkan Denis, walau nampak jelas wajah kuatirnya terpancar jelas disana
"mau, tapi bunda gak apa2 kan om kalo Denis tinggalin?"
"gak apa sayang, Bunda cuma bobo..tuu Denish liat kan, ayah yang akan temanin bunda disini, nanti kalau bunda bangun, ayah kasih tau Denish yaa" jawab Nando
"iya ayahh"
setelah Denis keluar kamar, wajah Doni kembali serius.."sudah berapa jam sekarang"
"tiga jam, Doni sebenarnya istriku kenapa, kenapa dia terus2an pingsan tanpa alasan"
"aku tidak tahu, dokter bilang apa?"
__ADS_1
"semua normal, tapi bila dia terus2an pingsan, kemungkinan ada yang salah dengam syarafnya, Marsya harus melakukan MRI atau CTscan..tp itu berbahaya untuk janinnya" pilihan yang sulit untuk Nando
"dimana dokter yang menangani Marsya?" tanya doni lagi
"dikamar tamu"
"aku kesana dulu" ucap Doni sambil mengajak pacarnya
.......
"dokter Silvy, bisa kita bicara sebentar?" ucap doni didepan pintu kamar tamu.
dokter Silvy pun membuka pintu sambil mempersilahkan Doni dan Neina masuk
"saya sekretaris pribadi Pak Nando, ini pacar saya Neina, dia seorang psikolog. dokter pacar saya ingin berbicara sesuatu pada anda"
"silahkan"
"dokter apa sudah ada diagnosis pasti untuk penyebab pingsan nya Marsya?"
"untuk saat ini saya hanya bisa menyatakan itu hanya bawaan kehamilannya saja, tapi harus dilakukan test menyeluruh apabila ada kemungkinan penyakit syaraf dan semua test itu mungkin membahayakan janinnya"
"maaf dokter apabila saya lancang, tapi saya melihat tekanan bathin yang terpendam dalam diri Marsya, saya sedikit menyimpulkan penyebab pingsan nya adalah karena Marsya tidak bisa menanggung tekanan tersebut, bukan karenan penyakit medis..Tapi dokter untuk membuktikan kecurigaan saya, kita juga perlu melakukan serangkaian test" ucap Neina.
Doni menundukan kepalanya, mendengar percakapan antara dokter dan psikolog itu. hatinya sangat bimbang
bagaimana ini Nando, apa yang lebih masuk akal saat ini, penyakit syaraf atau masalah psikologi. tapi apapun itu, keduanya akan bebahaya bagi janin istrimu. apa aku harus percaya saja pingsannya Marsya hanya karena bawaan kehamilan? apa masuk akal pingsan berjam jam seperti orang koma hanya bawaan kehamilan? Nando kuatkan hatimu untuk hasil apapun nanti.
__ADS_1
..........