Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Cobalah Agresif Sedikit


__ADS_3

Setiba nya dirumah keluarga Nando, mereka disambut oleh senyum manis Mama Nadia..


Marsya yang baru tahu rumah mertuanya itu takjub dengan kemewahan yang ada di dalam nya...


"mama senang banget kalian datang kesini, kalian mau nginap ya?" mama Nadia bersemangat


"engga, aq mau ambil bajuku sekalian jemput bik sum, mulai sekarang bik sum ikut tinggal sama aku" ucap Nando sambil duduk di sofa panjang di ruang keluarga, tak lupa dia menarik Denis agar duduk di sebelah nya


Marsya dan Mama Nadia mengikuti duduk di sofa lain di ruangan itu.


"kenapa cuma bik sum, mama juga mau ikut sama kamu, kamu udh siapin kamar kan buat mama disana"


"gak bisa dong ma, Mama kan ada Papa, lagi pula rumahku kecil mana cukup kalo mama dan Papa ikut tinggal dsana"


"emang mama sebesar gajah sampe gak cukup kalo ikut pindah, kalo gitu kalian aja tinggal disini okey" mama nadia masih berusaha membujuk Nando


"kenapa aku harus tinggal dsini, aku punya rumah sendiri"


perdebatan macam apa ini, dimanapun kami tinggal, aq yakin kedua rumah yang ada gak akan kekurangan ruangan. apa kabarnya rumahku yang kecil mungil itu.


"aku mau packing barang dulu, sekalian minta bik sum berkemas, ayo Denis ikut ayah" nando berlalu sambil menggendong Denis


tinggalah Marsya dan Mama Nadia di ruang keluarga itu


"maafin Marsya ma, Aku gak tau kalo Nando mau ngajak Bik Sum ikut kami, mama pasti kesulitan kalo ART mama kami bawa"

__ADS_1


"ahh gak apa2 Marsya, ini udh bisa diprediksi kok dari Nando putuskan punya rumah sendiri, karena dari semua ART disini, dia cuma dekat sama Bik Sum"


semua ART, memang dirumah ini ada berapa orang pekerjanya, aahh gausah ditanyain Marsya, rumah sebesar ini gak mungkin cuma punya satu, bahkan aku rasa lebih dari 5 orang


"eehh iya ma, makasih mama udah mengerti. Papa kemana ma?"


"kan kerja, tadi gak ketemu di kantor? papa bilang kamu tadi ke kantor"


"engga, aku cuma sebentar disana, aku malahan gak tau Papa ada di kantor yang sama sama Nando, maaf"


"oohh ruangan Papa satu lantai di atas Nando, wajar kamu gak liat, gimana hubungan kalian udh beberapa hari menikah, udah sejauh mana"


"sejauh mana apanya, kita baru sekali keluar kota itupun karena kerjaan aku, bukan sengaja liburan"


"Bukan itu maksudnya, apa kalian udah ekkhmm-ekhmm" ucapan mama sedikit menjurus


eehhh kenapa aku jadi cerita hal begituan sama mertua yaa, iihh habis mama kepo sih


"gak tertarik apanya, kamu gak tau gilanya dia waktu dia tiba tiba minta kami melamar mu, coba lah sedikit agresif, mungkin Nando malu malu, wajar sih karena dia belum pernah berhubungan sama lawan jenis"


gak pernah berhubungan sama lawan jenis, maksudnya dia belum pernah pacaran sekalipum? pantas saja sebelum menikah dia cuma berani tarik ujung bajuku saja, bahkan hingga kini, hubungan kami sebatas pegangan tangan, berpelukan hanya saat pernikahaan itupun karena aku menangis, sekalipun dia belum pernah menciumku


"aku gak nyangka mama sefulgar ini, ma apa aku boleh tanya sesuatu?"


"tentu saja, tanya semua hal yang kamu mau tau, mama gak keberatan"

__ADS_1


ibu mertuaku diluar dugaan, baik dan cepat akrab, sama sekali tidak ada jarak yang dia ciptakan, seolah olah aku sedang ngobrol dengan teman sendiri


"kenapa mama gak keberatan, waktu Nando pilih aku, padahal latar belakangku seperti ini"


"seperti apa maksudmu? Marsya, buat kami kebahagiaan Nando paling penting, mama dan papa bukan orang yang berfikiran sempit sampai harus menikahkan anak dengan orang yang sederajat, buat apa itu semua kalau anak Mama tidak bahagia, Harta itu hanya titipan, ya walaupun mama sering berusaha mengenalkan Nando pada banyak perempuan anak teman mama, hahahaa itu cuma usaha aja kok supaya Nando punya pendamping hidup"


"aku tersanjung, aahh mama mertuaku baik banget tapi ma mulai sekarang jangan kenalin Nando sama perempuan lain lagi ya"


wah berani juga aku bilang gitu, walaupun aku juga belum tau perasaan ku padanya, tapi sekarang dia suamiku, aku gakan rela kalo ada wanita lain dalam hidupnya


"tentu saja tidak, kan sudah ada kamu..dulu aja waktu dia masih sendiri gak ada yang direspon sama sekali, apa lagi sekarang setelah dia menikah sama wanita impiannya, jadi Marsya mulai sekarang mama minta sama kamu, tolong jaga anak mama ya"


"Insya Allah ma, terimakasih kepercayaannya"


"kenapa kalian ngomongin aku di belakang" ucap nando yang tiba tiba datang bersama Denis mengejutkan kedua nya


"Mama gak ngomongin, baiklah mulai sekarang mama putuskan bik Sum ikut kalian, supaya Marsya gak kelelahan urus rumah, oiya sekalian inah sama rosa di bawa juga, ini demi kelangsungan penerus mama"


apa, tiga orang ART mau ikut aku, ini berlebihan banget, gak bisa gini. mereka mau kerja apa dirumah kosong itu


"boleh juga, biar Denis gak kesepian. Denis sayang nanti di rumah banyak yang temanin Denis main, Denis senang gak?"


"iya Ayah, hore Denis banyak teman nya"


kenapa jadi gini, aku mau protes, ada yang mau dengarkan aku gak sihhh

__ADS_1


....................


__ADS_2