
Neina memegang bahu Doni yang masih menunduk lesu..Neina tahu penting nya Nando untuk Doni, Nando lah yang pernah membantu orang tua Doni yang terancam mengalami kebangkrutan dalam bisnis kontraktornya, walau saat itu mereka masih sama sama kuliah, tapi aset Nando dalam dunia bisnis bukan lah main2.
Maka dari itu walaupun dia sering marah karena Doni yang selalu mementingkan pekerjaan dibanding dirinya, tapi toh akhirnya dia luluh juga dan memakluminya lagi dan lagi.
"beb kita harus bicarakan masalah ini dengan Nando"
"ahh yaa, kalian tunggu disini aku panggil Nando kemari" jawab Doni lesu
........
"Hypnotherapy apa itu?" tanya Nando saat mendapat penjelasan dari dokter silvy dan Neina
"Secara garis besar hypnotherapy adalah Mencari penyebab atau akar permasalahan yang tertanam dalam pikiran bawah sadar. dan ini salah satu cara untuk mengatasi berbagai macam permasalahan psikilogis (Psikoterapi) dengan mengaplikasikan teknik hypnosis" penjelasan dokter Silvy
"masalah Psikologis? heii dokter tadi kamu bilang masalah syaraf, kenapa sekarang jadi psikologis....aaahh aku tahu ini pasti karena kamu Neina. Doni kasih tau pacarmu, jangan ikut campur!"
Neina ketakutan dengan bentakan Nando, diapun tidak bisa menjawab apa2 namun Doni membelanya
"Nando sabarlah, tidak ada salahnya mencoba, lagi pula theraphy itu dilakukan oleh tenaga ahli, bukan oleh Neina dia tidak bisa melakukannya" bela Doni
"betul pak Nando, hanya Psikiater yang bersertifikat resmi yang bisa melakukan Hypnotherapy"
"Psikiater? kalian fikir istriku sakit jiwa hanya karena dia pingsan saat hamil" Nando semakin marah
"Maaf pak Nando, pingsan nya ibu Marysa bisa dikatakan tidak normal karena dalam rentang waktu yang cukup dekat ini sudah ke dua kalinya bahkan tidak sadar dalam waktu berjam2, saya sendiri belum pernah menemukan kasus seperti ini, terlebih lagi untuk organ vital semua dinyatakan sehat"
__ADS_1
"apa masuk akal?Doni, bilang padaku apa ini masuk akal, Marsyaku yang begitu bahagia memiliki gangguan psikologis...hahaaa, kalian semua yang sakiitt!!" Nando menitikan air matanya
"Pak Nando, saya memahami kebingungan anda, silahkan anda fikirkan tindakan apa yang lebih tepat untuk istri anda. apakah anda memilih tes MRI dan CTscan yang dapat mebahayakan janin ibu Marsya, atau melakukan Hypnotherapy itu, dan sedikit kabar gembira, Hypnotherapi tidak akan membahayakan janin, karena ini hanya sugesti dibawah alam sadarnya bu Marsya saja. satu lagi yang saya tegaskan, yang pasti selama kita belum mengetahui pasti penyebab pingsannya ibu Marsya, kejadian ini akan terus berulang, mungkin hingga beliau melahirkan, dan tentu saja itu juga mebahayakan perkembangan janin karena kondisi ibu yang sering kehilangan kesadaran bisa menyebabkan janin kekurangan gizi"
"hahahaaa....apa aku harus percaya? pergi kalian semua dari rumahku, dan dokter silvy tolong lakukan tugas anda hanya sebagai dokter kandungannya saja..tidak untuk yang lain"
Nando pun berlalu meinggalkan kamar tamu itu, menuju kamarnya kembali..
Sungguh dia tidak bisa menerima saran kali ini, melakukan Hypnotherapi itu, sama saja dia menyetujui ada yang salah dalam kejiwaan Marsya, namun melakukan Test medis pun bisa membahayakan janinnya, sedangkan membiarkannya berlarut2 pun tetap saja berbahaya.
Marsya, adik bayii...apa yang harus ayah lakukan untuk menyelamatkan kalian
.............
Menjelang tengah malam Marsya belum tersadar juga, dokter silvy sudah pamit pulang karena ada kunjungan lain yang harus dia hadiri dan berjanji akan datang esok pagi. sementara kedua suster sudah bersiaga menginap di rumah Nando untuk menganti infusan dan memeriksa oksigen sejam sekali.
"bangun anak mama, sudah 7 jam kamu tidur..bangun sayang" hiks...mama nur menangis bersama Maya. mereka terluka melihat Marsya yang seolah enggan untuk bangun dari tidur panjangnya.
karena waktu sadar yang begitu lama, para suster akhirnya memutuskan menggunakan diapers pada Marsya.
"sayang, sampai kapan kamu mau seperti ini...kamu sehat sehat saja tadi pagi, cepat sadarlah, aku dan Denis menunggumu" Nando menangis sambil mengecup istrinya tiada henti
................
menjelang subuh, Marsya terbangun seperti sebelum nya saat dia sadar dari pingsannya, seolah olah tidak ada apa2 yang terjadi pada dirinya
__ADS_1
"sayang, kenapa aku diinfus lagi, kita bukan di RS kan?" ucap Marsya sambil membuka selang oksigen di hidungnya
Nando yang sedang mengaji di sebelahnya pun sontak terkejut dan mendekati Marsya yang kini sedang mencoba untuk duduk
"Marsya, kamu sudah bangun..alhamdulillah ya robb, alhamdulillah, apa ada yang sakit? bilang sama aku"
"yaa ada, infusan ini bikin sakit, tolong dibuka, dan aku mau makan lapar sekali"
"aku ambilkan makannya ya, sekalian panggilkan suster kemari"
"Sayang jam berapa ini?" tanya Marsya saat Nando hendak keluar kamar
"jam 3 pagi, kenapa?"
"jam 3 sore kali, kamu salah...tadi siang aku lagi temanin Denis bermain di ruang keluarga, teruss............."Marsya berfikir sejenak lalu melanjutkan kalimatnya "mana bsia waktu berlalu secepat itu"
"iya Marsya sayang, jam 3 sore aku salah sebut, kamu diamlah disini, aku ambilkan makanan dulu, jangan coba untuk turun dari tempat tidur, tunggu aku kembali"
"yaa baiklah" jawab Marsya dengan senyum manisnya
..........
dibalik pintu kamar Nando menitikan air matanya lagi.
Marsya sayang, sudah 14 jam kamu tidak sadarkan diri, dan kamu bangun seperti tidak terjadi apa2.. ada apa denganmu Marsya, ada apa??
__ADS_1
..................