Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Ulang Tahun Nando


__ADS_3

Pukul 11 malam, acara masih berlanjut, tidak ada seorangpun keluarga yang meninggalkan Ballroom hotel, Marsya melihat Nando masih asik bersama para tetua dalam keluarga itu.


sesi curhat antar wanita pun terjadi, antara Tania, istrinya Hasbi, Fatimah, Eliz, Nazwa dan Kak Nisya. Tania menceritakan soal adik nya yang akan segera bercerai karena suami adik ya itu sangat kasar dan suka main tangan.


Marsya yang duduk satu meja dengan merekapun hanya mendengarkan tanpa memberi respon apa apa


"sebenarmya aku takut kalau adiiku menjadi janda diusia segitu, apa kata orang nanti"


"tapi kak, hubungan mereka sudah tidak sehat, kenapa harus mempertahankan suami yang suka main tangan" ucap Nazwa


"betul Tania, Allah membenci perceraian, tapi dilakukan pun tidak apa2, karena hubungan mereka hanya saling menyakiti" sambung kak Nisya


"tapi anak anak mereka masih kecil, kasihan mereka jadi korban broken home, apalagi adikku tidak tahu cara mencari nafkah sendiri, gimana nasibnya kedepan"


"jangan takut soal rejeki, semua sudah ada yang mengatur nya" Eliz menjawab bijak


"aduuh, aku minta maaf yaa, malah cerita hal sedih gini sama kalian, padahal suasana kita lagi happy, aku jadi merusak moment indah kalian"


"gak apaapa Tania, keluargamu kan keluarga kami juga, kamu bicarakan baik2 dengan adikmu, kalau sudah tidak bisa diperbaiki lagi mungkin bercerai adalah pilihan terbaik" ucap kak Nisya


"iyaa kak, gak ada salahnya kok jadi janda, buktinya Marsya juga semenjak janda malah sukses kaya sekarang" ucap ima asal nyeplos


merasa namanya di sebut Marsya langsung kaget, dia lagii, mulutnya gak pernah sekolah kali yaa


"akuu, kenapa jadi aku dibawa bawa"


"iiya benar, kak Tania liat Marsya aja tuu, Marsya dapatkan semuanya setelah jadi janda, jadi kakak jangan takut kalu betulan adik kak Tania itu bercerai"

__ADS_1


maksud ima dan Eliz sebenarnya untuk memberikan semamgat pada Tania, agar tidak perlu takut akan stigma negatif orang akan seorang janda, mereka memberikan perumpamaan seperti jalan hidup nya Marsya, namun ucapan mereka justru menyinggung Marsya yang sebenarnya tidak tahu apa apa


"ima, Eliz mulut kalian bisa di jaga gak sihh" kak Nisya mulai marah merasa ucapan mereka keterlaluan


"Marsya aku minta maaf, aku gak tau akan merembet kesini, seharusnya dari awal aku gak usah cerita soal ini" Tania merasa berasalah


"sebenarnya kalian ada masalah apa sih sama aku, kalian gak suka aku ada disini? aku bisa pergi gausah pakai kata kata nyindir terus dari tadi"


kenapa, kenapa, kalian fikir dulu aku janda karena kemauanku sendiri??? bertahun tahun aku mati matian menjaga statusku agar tetap menjadi Janda yang terhormat, kenapa kaliam lecehkan begitu saja, keterlaluan


"Marsya kami tidak menyindir, kami hanya memberi perumpamaan tidak selamanya menjanda itu buruk, buktinya kamu mendapatkan karir dan suami seperti Nando setelah menjadi janda kan"


"Elizaa!!!!!!" kak Nisya mulai berteriak dan suara nya menarik perhatian seluruh keluarga menghadap meja mereka


"kenapa teriak sih kak, ayolaah realistis aja, siapa sih Marsya waktu dulu, mungkin sama seperti adik kak Tania saat ini, hanya ibu rumah tangga biasa, tapi setelah suamimya meninggal, hidupnya berubah 180 derajat"


"tutup mulut kamu, dasar kurang ajar" Marsya mulai tidak bisa menahan amarahnya


PLAK!!!!!!!!


Marsya menampar Eliza, disaksikan seluruh keluarga yang ada di ruangan itu.


alunan piano pun berhenti, seperti kode untuk sang pianis mengakhiri acaranya


seluruh keluarga yang duduk sudah berlarian berkumpul dimeja para wanita yang sedang berseteru, mencoba memisahkan Eliza dan Marsya yang sperti sudah siap untuk baku hantam


"kurang ajar kau Marsya akan ku gugat kau di pengadilan!!!kamu gak akan selamat sudah berani menamparku"

__ADS_1


"kau yang harus jaga mulut, jangan pernah menyebut almarhun suamiku dengan mulut kotormu itu, apaa bersyukur?? dasar kau gilaa, kalau aku bisaa akan kutukar semua yang aku punya saat ini dengan nyawa suamikuu!!!!"


duaaaarrrrrr.....


bagaikan petir yang menyambar hati Nando, dia yang semula sedang berlari menghampiri istrinya terhenti, kakinya lemas mendengar ucapan terakhir Marsya


apa yang kamu katakan Marsya bahkan didepan semua keluarga besarku


"lepaskan aku" marsya berontak dari pelukan Kak Nisya yang sedang menghalanginya supaya tidak bertengkar dengan Eliza


"istifgar Marsya" hanya kata itu yang bisa dikatakan Kak Nisya karena diapun sedikit terkejut dengan ucapan terakhir Marsya


"kak, tolong lepaskan, aku gak cocok berada disini, sepertinya aku harus pergi"


Mata Nisya menangkap sosok Nando yang tak jauh sedang memandangnya, Nando menggakukan kepalanya, tanda untuk silahkan melepaskan Marsya


akhirnya kak Nisya pun melepaskan Marsya lalu Marsya berlari meninggalkan Ballroom hotel itu.


pergi, aku ingin pergi sejauh mungkin, aku benci berada disana, aku benci berama orang2 munafik yang sok baik tapi ternyata mereka menyimpan kebencian padaku


Setelah Marsya keluar ruangan, Nando menghampiri meja itu, tampak Eliz masih emosi dan di tenangkan beberapa orang, seolah dia ingin mengejar Marsya dan memakannya hidup hidup.


"aaahh sialaaan tidak ada yang pernah menamparku, aku akan tuntut wanita gila itu, dasar Janda sialaannn" begitu racau nya terus menerus


Nando berdiri tepat didepan Elis, melihat nya Eliz pun langsung berhenti berteriak,


"kamu dengar tadi kan Nando, wanita itu ingin menukar semuanya dengan nyawa suaminya, SEMUA, termasuk kamuu"

__ADS_1


Nando tidak menjawab perkataan Eliz, dia hanya mengambil tas Marsya yang tertinggal, lalu pergi menyusul istrinya


................


__ADS_2