
Weekend telah tiba dengan aktifitas Marsya yang padat, Nando masih setia mendampingi istrinya kemanapun. Hal ini dijadikan keduanya sebagai quality time terbaik sebagai masa perkenalan, Nando mulai faham dengan kegiatan istrinya, betapa marsya mencintai pekerjaannya itu, aura kebahagian terpancar saat marsya terhayut dalam proses makeup pengantinnya seolah Nando melihat sisi lain dalam diri Marsya yang tidak ia temukan selama di rumah bersamanya.
2 hari pun dilalui dari satu kota ke kota lainnya, hingga waktunya pulang, marsya mulai merindukan Denis anak semata wayang nya..
di perjalanan pulang, Marsya meminta Nando mengamtarnya ke rumah mama Nur, sekalian menjemput Denis. Nando setuju sekalian mengambil mobil Marsya untuk aktifitas nya sehari hari bila Nando meninggalkan nya untuk pergi bekerja.
sambutan hangat terpancar saat mereka tiba di rumah, denis langsung berhambur dalam pelukan bundanya, sambil mencium tiada henti.
"Denis ikut bunda yuk, ke rumah Ayah Nando"
"mauu, horeeee....Omah, Denis mau ke rumah Ayah dulu yaa" ucap Denis dengan semangat
mama Nur tersenyum melihat tingkah cucu nya yang menggemaskan itu "boleh, omah siapin baju sekolah buat denis besok yaa.."
"iya, omah mau ikut gak kerumah Ayah Nando?"
"Nanti omah kesana besok yaa"
Nando ikut berbicara dengan mama Nur, apabila memungkinkan mengajak mama Nur serta Maya ikut pindah kerumahnya agar Denis tidak kesepian.
namun hal itu ditolak oleh mama Nur, berkata mungkin sebaiknya sementara seperti ini dulu, biar Denis setiap pagi diantar Marsya sekolah sebelum pergi kerja, nanti Mama Nur yang jemput lalu sore hari setelah pulang kerja bisa mereka jemput ke rumah Mama Nur.
Marsya sih setuju dengan ide itu, namun sepetinya Nando yang keberatan, kasihan Denis katanya nanti jd capek di jalan.
__ADS_1
"yaudah lah Nando, buat saat ini ide mama paling masuk akal, sampe kita ketemu cara lain, lagian ya rumah Nando masih kosong gada perabotan, mau pada tidur di tikar nanti"
"itukan bukan masalah, kita bisa beli besok" jawab Nando seringan kapas
"Mama, bisa nyetir mobil gak?" tanya Nando lagi
"Mama gak bisa, bisanya motor aja"
"oohh, sayang banget..kalo mama atau maya ada waktu, belajar nyetir deh nanti aku yang bayarin biaya kursus nya"
ni laki kenapa yang keluar dari mulutnya cuma buang buang uang aja sih
Mama Nur dan Marsya saling melirik, marsya memilih meninggalkan keduanya lalu masuk ke kamar, untuk mengambil bajunya lagi
..........
Malam harinya Marsya dan Nando mengendarai mobil masing masing menuju rumah mereka, dengan Denis yang ikut bersama Marsya.
setibanya dirumah, lampu sudah dinyalakan pak ujang yang datang tadi sore.
"bunda kok rumah nya masih kosong" ucapan polos Denis ketika memasuki rumah besar itu
"iya denis, besok kita isi semuanya ya" jawab nando cepat "Denis kamarnya mau yang mana, nanti ayah rias pakai Superhero semua" ucap nya lagi.
__ADS_1
Denis pun kesenangan karena akhirnya bisa punya kamar sendiri, meski dia masih belum bisa tidur sendiri, tapi memiliki kamar adalah keinginannya dari dulu, tapi tidak mungkin di kabulkan Marsya, karena rumahnya lama nya sudah tidak ada tempat yang bisa dijadikan kamar lagi.
........
ketiga nya pun terlelap di kamar utama, Denis tidur di tengah keduanya, anak lelaki itu tersenyum dalam tidur, karena ini pertama kali nya dia bisa tidur di dampingi oleh ayah dan bundanya. ketika ayah kandung nya meninggal, Denis masih Bayi yang belum genap 1 tahun, tentu saja dia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ayah.
Kehadiran Nando cukup membuat nya senang, hingga tidak sulit baginya untuk beradaptasi dengan Nando.
sebelum tidur Marsya sempat menawarkan diri untuk tidur di tengah, takut Nando keberatan dengan posisi tidur mereka saat ini, tapi Nando menolak dengan alasan lebih suka Denis di tengah bisa bebas dia peluk dan cium.
"kamu juga bebas kalo mau peluk dan cium aku" aduuhhh kenapa aku ngarep banget ya kesannya, gumam marsya menyesal dengan ucapannya tadi
itu kode Nando, ayo dong gerecep sedikit.
"gausah, nanti aja kalo Denis udah bisa tidur di kamarnya sendiri" jawab Nando
whatt....kamarnya aja msih kosong melompong, kapan dia bisa tidur dikamarnya sendiri, lagian anak umur 6 tahun mana berani tidur di kamar atas sendirian
"terserah deh, aku ngantuk, uuuhh kangen Denis banget" sambil marsya memiringkan badan memeluk Denis yang sudah terlelap
Nando ikut memiringkan badanya, memegang tangan Marsya yang sedang memeluk Denis, hanya itu yang berani Nando lakukan, dia belum mau melakukan hal lain, bayangan Marsya yang menangis diam diam dibelakang nya masih menghantui nya
cukup seperti ini dulu, aku bahagia, cukup kamu mendampingiku saja, aku tidak butuh yang lainnya.
__ADS_1
...........