
"aaaaaaaaaaarrrrrrrggghhhhhhhhhhh" Marsya teriak sekencang kencang nya begitu kakinya berhasil keluar dari gedung hotel. lalu dia berjalan menuju trotoar untuk mencari taxi
sebenarnya dia terfikir memesan taxi online, hanya saja tas dan hp nya tertinggal, jadi mau tidak mau dia harus mencari taxi biasa dan membayarnya begitu tiba rumah nanti
"Marsya" suara Nando yang akhirnya menemukan Marsya, Nando terlihat sangat tenang, tidak ada emosi yang dia tunjukan saat ini
melihat Nando menghampirinya, Marsya langsung memutar posisi supaya membelakangi Nando "tolong jangan mendekat, aku lagi kacau sekarang"
"kenapa kamu pergi, kamu mau kemana?"
"kamu dengar itu kan? yang aku katakan di dalam kamu dengar kan?"
"semua orang dalam ruangan itu mendengarnya" jawab Nando masih dengan ekspresi dingin nya
"kamu pasti marah, maaf"
"tidakk"
"maafkan akuu" pertahanan Marsya hancur juga, dia pun menangis sesegukan "sayaang maafkan aku, aku merusak semuanya, aku bisa jelaskan"
Nando mendekat lalu memeluk Marsya yang menangis, raut wajah nya sangat dingin menatap jalan raya yang mulai sepi dimalam hari "nanti saja jelaskannya, kamu belum jawab, mau kemana?"
"pulang, aku mau pulang" Marsya dengan terbata bata mengatakan nya
"baiklah, aku antar yaa"
__ADS_1
dan entah komando dari mana, Doni sudah menyusul mereka menggunakan mobil, saat Nando berlari mengejar Marsya, Doni seperti membaca situasi dan langsung menuju parkiran.
Mobil berhenti tepat di depan mereka, Nando menuntu Marsya agar masuk kekursi belakang, dan dia pun duduk disebelahnya. lalu mereka melaju, menembus malam tanpa ada suara sedikitpun, hanya ada isak tangis Masya dengan sesekali mengatakan "maafkan aku" entah minta maaf pada siapa, yang pasti perkataan bahwa dia harus bersyukur karena kematian suami itu sangat mengguncangnya, dia sangat merasa bersalah dengan kebahagiaan yang diraihnya kini, diatas kematian suaminya.
.................
Sementara di lobi Hotel, melalui ajudan Pribadi nya Alfaridz memberikan perintah,
Para anak yang terlibat perseteruan diminta menghadap orang tuanya untuk memberi keterangan. sementara yang lainnya kembali ke kamar masing masing, tidak ada yang boleh meninggalkan gedung hotel ini sampai masalah ini selesai.
Pesta bubar tepat pukul 11.40 malam, 20 menit menuju ulang tahun Nando.
dan terjadilahh persidangan antar keluarga di tiap kamar orang tuanya
Kak Nisya menjelaskan awal perseteruan itu dengan detail dan rinci tidak berani menambah atau mengurangi, karena raut wajah papanya sangat menakutkan saat ini.
kamar Anak ke dua, Tania bersama Hasbi, juga ima dan suaminya pun ikut menjelaskan kejadian tersebut
sedangkan di Kamar anak ke 3, ada Farhan dan istri beserta Nazwa dan Eliza, didampingi suami masing masing.. berbeda dengan kamar yang lain, Pembicaraan disini sangat sengit, Eliza menjelaskan dengan ber api api, merasa harga diri nya sudah dirusak oleh Marsya dan dia terus saja bersikeras ingin melakukan visum dan melaporkan tindak kekerasan itu pada kepolisian.
"aku sakit hatii pah dia nampar aku depan semua keluarga, kenapa papa gak dukung aku buat visum"
"jangan bodoh kamu Eliz, keluarga kita di kenal dengan keharmonisannya, kalau ada kasus internal pasti jadi santapan media"
"paah, kasus itu juga berasal dari saudara ipar bukan keluarga inti kita, lagi pula mungkin saja sebentar lagi dia bukan siapa2, Om faridz pasti langsung membuang nya setelah kejadian ini.
__ADS_1
Dasar perempuan gak tau bersyukur, sudah diangkat derajat nya, malah dengan sombong bilang mau menukar semuanya..munafikkkk"
"jangan terlalu yakin Eliza, papa sangat tau siapa Kak faridz"
"naahh karena papah sangat tau, harus nya papa ingat doong, Ancaman paling Penting dari om Faridz itu apa 'tidak ada yang boleh menyakiti anakku, terutama Nando' sekarang Nando kesayangannya itu sedang di dzolimi oleh istrinya sendiri, istrinya seperti tidak menginginkan pernikahannya dan malah ingin kembali ke masa lalu"
"kamu lupa, separuh jiwanya Om kamu itu siapa? Nando....dia bisa saja keras dan kejam pada semua hal, tapi tidak untuk Nando, semua permintaan anaknya itu akan dia kabulkan tanpa terkecuali. dan sekarang Nasib kamu dan keluarga kita, tergantung dari pilihan Nando"
"kita mungkin selamat, bila Nando memilih meninggalkan istrinya karena sudah keterlaluan, tapi dari yang papa lihat cara Nando memperlakukan Marsya, sangat sama seperti cara Kak Faridz kepada Kak Nadia, spertinya itu mustahil. jadi persiapkan diri kamu untuk merangkak meminta maaf, sebelum mereka bertindak"
"papaah, aku yang ditampar disini, kenapa aku yang minta maaf"
"sekali kamu mengajukan gugatan, itu akan jadi perang untuk keluarga kita dan keluarga Om kamu, mereka pasti tidak akan tinggal diam membela Marsya, dan lebih parahnya bisa aja perusahaan Papa gulung tikar karena kasus ini"
"Papaa, kenapa bisa sejauh itu...Alfas Pharma tidak ada hubungan sama sekali dengan Alseych Grup"
"kamu salahh, 51% saham Alfas adalah milik Alfaridz yang sudah disah kan atas Nama Nando"
"apaahh, sejak kapan paahh, kenapa kita tidak ada yang tahu"
"sejak Alfas berdiri 25 tahun yang lalu, Alfaridz menanam modal gila gilaan untuk mengembangkan bisnis papa, namun dia tidak mau siapapun mengetahuinya, bahkan Nando sang pemilik sahamnya pun tidak mengetahuinya"
"tidakkk, lalu bagaimana nasib keluarga kita papaa" hilang kepercayaan diri Eliza dengan fakta baru dihadapan nya
.....................
__ADS_1