
Pagi hari Marsya sudah berlalu lalang didalam rumah besar Alfarizd...menghampiri kamar mama dan maya menginap, karena Denispun tertidur disitu, bahkan marsya sempat menemani Nando sarapan bersama Papa dan Mama mertuanya walaupun selang infus masih menempel di tangan nya.
"kamu sudah baikan Marysa?" tanya Mama Nadia
"iya mah, aku baik baik saja, tapi entah kenapa para suster itu menolak melepas infusanku, nyebelin banget" jawab Marsya
"tunggu doktermu datang, baru bisa dilepas. sabar yaa" jawab Nando berusaha menenangkan
"kamu gak kerja sayang, knp pakai baju gini?"
"mulai hari ini aku putuskan WFH (work from home), papa juga sudah menyetujuinya, yakan pah?"
"iyaa, demi kesehatan kamu Marsya..Nando ingin mendampingimu terus hingga melahirkan"
"waahh berlebihan banget, kamu keenakan bulan puasa dirumah terus, jangan jadikan kesehatanku untuk kamu malas2an, kerja sana"
"gak mauu!!"
"melihat kalian berdebat lagi sepertinya Marsya betulan sudah pulih...syukurlah" ucap mama
"yayaa betul juga...Marsya, tidak apa2 Nando WFH sampai kondisimu stabil, setidaknya sampai trimester ke dua kehamilan" ucap papa
"aku baik baik saja papa, lagi pula besok galeriku buka lagi, aku harus kembali bekerja...aku sudah tandatangan banyak job makeup"
mendengar ucapan Marsya, ketiga orang itupun bertatap2an..masalah baru akan timbul fikirnya, apa yakin Marsya kuat bekerja selama masa kehamilan ini. sedangkan setiap pingsan saja Marsya tidak pernah ingat berapa lama dia tidak sadarkan diri.
__ADS_1
..........
Diruang kerja Nando dalam rumah besarnya, Marsya sibuk mengoceh kesana kemari. Minta suaminya itu kerja normal dan ke kantor saja..karena bekerja dirumah hanya akan merepotkan para staff nya terutama Doni.
"kamu siihh mentang2 bos bisa seenaknya bikin keputusan, mana ada org WFH hanya karena istri hamil, nanti orang fikir aku istri yang manja"
"kamu gak cape ngomel melulu, lebih baik duduk di sofa itu dari pada muter muter ga jelas"
"sayang, kapan kita pulang..besok aku harus kerja, aku ga bawa baju banyak" tanya Marsya yang akhirnya menurut untuk duduk
"infusmu saja belum lepas, mana bisa kamu kerja"
"aku gak kenapa2, aku bingung kenapa seisi rumah ini memperlakukan aku seperti orang sakit, aku bahkan bisa lari keliling komplek sekarang"
Nando menghela nafasnya panjang "kamu serius mau kerja? tapi ada syaratnya..."
"selama hamil, kamu tidak boleh nyetir sendiri, aku yang akan antar jemput kamu kemanapun dan juga siapkan ruang kerjaku dalam galery mu, kita akan satu kantor mulai sekarang"
"hahahahaha...hahaha.....lucu bangettt suamiku ini, gak mau banget yaa pisah sama aku" Marsya meledek Nando.
bukan aku, tapi aku takut kamu pingsan lagi saat berjauhan sama **ak**u nanti
"kalau gak mau, yaa gausah kerja lagi..rencanakan tutup galery mu dari sekarang"
"sayaaaanggg..........hiikkss, jangan begitu" Marsya mulai manyun2.
__ADS_1
..................
Pagi hari, Marsya sudah berdandan rapi dan siap untuk kembali kerja
"libur tlah usaii....semangat kejar rejeki lagii"
semalam keluarga kecil itu sudah kembali kerumah pribadinya bersama rombongan ART nya..Mama Nur dan Maya pun sudah pulang ke rmh nya sendiri. berhubung sekolah Denis baru dimulai minggu depan, jadi pagi ini tidak ada adegan mengantar sekolah. Denis hanya akan bermain dirumah bersama pengasuhnya.
Nando dan Marsya pergi bersama, menuju galery yang hari ini akan jadi tempat Nando bekerja juga.
"pagi semuaa, mohon maaf lahir bathin yaa......" sapa Marsya begitu memasuki galery nya
semua pekerjanya pun kumpul dan saling salaman melepas rindu setelah cuti panjang mereka. Tentu saja banyak cerita yang disampaikan mengenai perjalanan mudik dan keluarga di kampung. Nuansa persaudaraan yang tercipta dalam galery itu sangat indah, Marsya yang notabene seorang Bos sangat menikmati kisah perjalanan para karyawannya dan menanggapi dengan antusias.
"okee anak anakkuu, aku ada kabar juga untuk kalian. berhubung aku lagi hamil muda, dan suami gantengku ini sangat ketakutan aku gak bisa jaga dedek bayi dengan baik...jadi tolong di maklumi mulai hari ini suami ku akan ikut bekerja di galery ini juga" ucap marsya sambil memegang tangan suaminya yang masih setia menemainya duduk di sofa bersama para pekerja yg sudah selesai bercerita
kabar itu pun membuat terkejut smua nya, dua kabar yang mengejutkan sekaligus, seperti hadiah lebaran...satu kehamilan bos nya dan ke dua suami Bos ikut ngantor bersama mereka.
..............
hai readers, mohon maaf keterlambatan up nya yaa.... thor sedang sibuk banget masalah pekerjaan jadi dikit stuck dlm menulis... imajinasikuu banyak cuma sulit menuangkan nya dalam kata2 karena fokus nya dalam hal lain..
untuk satu episode ini aja, thor edit lebih dari 15 kali, karna thor merasa seperti permainan kata tanpa makna. sampai sampai thor berfikir untuk menamatkan kisah ini aja saking susahnya membagi waktu menulis dan bekerja.
maafkan keterbatasan ini....hikkss
__ADS_1
thor harap, para readers tetap sabar yaa dan menanti kisah cinta Nando dan Marsya yang masih panjang
............