
Hari pertama menjadi suami istri, tanpa ada yang tahu sifat dan karakter dari pasangan nya sendiri. Dalam waktu singkat, hanya 2minggu saja, status perkenalan berubah menjadi pernikahan.
Tentu saja kebingungan dimulai dari hari ini.....
marsya, nando, dan denis tiba di rumah marsya. mereka berniat packing baju untuk pindahan marsya dan denis, sementara nando menunggu di ruang tamu, berbicara dengan mama nur.
"mama, mulai hari ini nando akan panggil begitu, boleh kah?" ucap nando memulai percakapan
"temtu saja, kan kamu udh jadi suami marsya. berarti anak mama juga"
"mama, nando ijin mau bawa marsya dan denis pindah ke rumah nando skrg, maaf kalau mengejutkan mama"
"pindah rumah? sekarang?" mama terkejut, "pantas saja marsya nyari koper, mama fikir cuma mau pergi bulan madu, denis juga ikut?"
"tentu saja ma"
"kalo marsya mau pindah, gak apa2...tapi kalo denis mama gak ijinkan. karena denis itu lebih dekat sm mama drpada sm bundanya, apa lagi sehari hari marsya nanti kerja, siapq yang jaga denis"
"mungkin nando cari suster nanti, sementara belum ada nando bisa kerja dirumah sambil temanin denis"
"sekolah denis kan dekat rumah ini, emang kalian mau tinggal dimana? dirumah mama kamu yg dekat toko bude?"
"bukan ma, nando udh siapin rumah lain buat kita tempati, tempatnya lebih jauh beberapa KM aja dari rmh mama nadia"
mama nur berfikir sejenak, lalu dengan berat hati berkata...
"nando, mama minta buat saat ini marsya aja yang ikut, biar denis sm mama dulu..pasti masya juga belum tau rumahnya, dia juga perlu adaptasi dulu, sambil kita fikirkan gimana caranya agar denis bisa ikut kalian, tanpa membuat dia menjadi kesepian karena harus ditinggal kerja setiap hari"
"apa denis gak apa2 ma?"
"nanti mama yang jelasin, denis udh biasa kok ditinggal keluar kota sama marsya,jd sekarang anggap saja kalian sedang bulanadu di luar kota, jd gak ajak denis dulu"
__ADS_1
marsya keluar kamar bersama denis, hanya membawa satu koper ukuran sedang, tentu saja mebuat bingung yang melihatnya, mau pindaham, barang nya kok cuma segitu
"aku bingung mau bawa apa...hahaha, ini aja seperlunya ya, cukup untuk beberapa hari, nanti kan bisa bulak balik ksini nyicil barang" ucap marsya, tau banget mama sm nando lagi bingung ngeliat koper itu..
"denis sama omah dulu ya, bunda mau kerja dulu ke luar kota" ucap mama lembut pada denis
"loh kok jadi gini ma, ini koperku separuhnya baju denis loh kenapa dia gak ikut"
"nanti aja nando cerita dijalan, udah sana pergi" balas mama cepat
marsya yang bingung, sempat terdiam lalu memeluk denis lembut..."denis sayang ga apa apa bunda tinggalin dulu"
"ya bunda nanti pulangnya beliin lego yang banyak ya,,,yaa om nando"
nando tersenyum lalu berkata "oke tapi ada syaratnya, mulaii sekarang denis panggil nya ayah, gak boleh om lagi"
"eeh iya denis lupa, kan om udh menikah sama bunda yaa, eehh ayah nando udh menikah ya sama bunda denis"
.........
sepanjang perjalanan dilalui dengan senyum malu malu kedua pengantin baru itu, tanpa kata kata yang terucap hanya saling lirik dan senyum bahagia tersirat dari bibir keduanya..
hingga sampai di komplek perumahan elit yang tidak terlalu jauh dari rumah nando, hingga masuk gerbang utama marya mulai bingung sudah tidak tahan untuk tidak bertanya..
kenapa rumahnya masuk kesini, apa ini rumah keluarganya, aaahh tidak, rumah keluarganya dekat toko bude walaupun aku juga tidak tau dimana, tapi perumahan ini kan lumayan mahal
"hmmmm, Nando inii....." ucapan Marysa berhenti tidak sanggup melanjutkan lagi
"menuju ke rumah kita, bentar lagi nyampe...kamu hafalin jalannya ya, biar ga tersesat, hahaa"
"aku gak sebodoh itu juga,tapi kenapa rumahnya ada disini, apa ini gak terlalu berlebihan"
__ADS_1
"apanya yang berlebihan, keluarga kecilku layak ada disini, aaahh sudah nyampe"
mobil nando berhenti tepat di depan gerbang yang sangat tinggi, terlihat dari luar rumah dua lantai itu sangat gagah dengan design modern minimalis. nando membunyikan klakson nya, hingga seorang pria paruh baya membuka gerbang itu, sambil menundukan kepala.
setelah mobil terparkir sempurna, nando turun diikuti marsya, bapak paruh baya itu menghampiri setelah menutup kembali gerbang nya.
"assalamuaaikum Pak Nando"
"Waalaikumsalam Pak ujang, kenalin ini istri saya, mulai sekarang saya pindah kesini, Marsya ini Pak ujang, dia yang selama ini ngejaga rumah sekalian ngurus kebun, nanti pak ujang setiap hari kesini bantu2 kamu urus rumah juga"
"iya bu, rumah saya dekat sini..naik motor cuma 10menit, kalo ada perlu jangan sungkan buat telepon"
"makasih pak ujang" jawab singkat marsya sambil tersenyum
pak ujang sempat ingin mengembalikan kunci rumah yang selama ini di pegangnya, namun nando menolak, buat berjaga jaga agar pak ujang tetap memegang kunci cadangan nya saja, lalu Nando mengajak marsya masuk, sambil mengambil kunci rumah dalam saku celana nya, serta mebolehkan pak ujang untuk pulang saja, karena ia ingin secara pribadi memberikan home tour kepada nyonya rumah yang baru itu.
ketika mulai masuk ke dalam rumah, mulai lah nando memperkenal kan seisi ruangan pada marsya, rumah besar yang masih baru di bangun tampak sekali belum pernah diisi oleh siapapun, dengan perabotan yang tidak terlalu banyak, hanya kamar utama saja yang sudah lengkap furniture nya. sedangkan kamar lain, masih kosong tidak ada apa2.
setelah selesai memberikan home tour singkat ala nando, mereka duduk berdampingan di ruang tamu depan..karena memang hanya ruangan itu yang ada tempat duduk nya.
"mulai hari ini kita tinggal disini?" tanya marsya pada nando
"masih tanya juga, iyalah" jwban singkat padat jelas
marsya memiringkan tubuhnya menghadap nando " tapi piring gelas aja gak ada, kulkas sebesar itu kosong melompong, buang buang listrik aja"
"itu kan urusan kamu sebagai nyonya rumah buat isi semuanya, buatku yang penting cuma kamar aja, udah lengkap kan semua dalam kamar kita"
apaahh aku, dia mau aku isi rumah sebesar ini dengan perabotan. Apa karena dia udah beli rumah, jadi mau aku yang beli barang barangnya, biar adil gitu ya. tapi lelaki ini kenapa bisa punya rumah sebesar ini? siapa sebenarnya pria yang sudah aku nikahi?
.........
__ADS_1