
"jadi kapan kita mulai belanja nya" pertanyaan nando memecah kebingungn Marsya
"terserahlah, aku juga bingung mau mulai dari mana"
"besok aja ya, sekarang aku capek" nando sambil mengeluarkan kartu sakti dari dompetnya, menyerahkan pada marsya " pakai ini buat belanja"
marsya mengambil lalu memperhatikan dan membolak balik kartu itu "credit card lagi? gausah aku pakai uangku aja nanti, uang serahan pernikahan juga masih sisa banyak, aku pakai itu aja nanti, daripada gesek gesek mulu, biarpun itu credit card namamu, tapi hutangmu hutangku juga, hutangku aja udah banyak, masa iya harus berhutang lagi cuma buat petabotan rumah"
"marsya, aku kasih kamu credit card itu biar kamu bebas belanja tanpa kuatir limitnya, aahh ribet banget ini perempuan" sambil ngomel nando mengambil kartu lain dari dompetnya lalu menyerahkan pada marsya " simpan yang itu untukmu dan ni pegang satu lagi. ini DEBIT okee, nomer pin nya 288890 kamu ganti nanti sesukamu, gausah protes lagi, kalo minta cash, aku gak punya!"
"berapa saldo di kartu ini?"
nando melirik marsya sambil terheran heran sendiri "itu juga penting buat kamu? aku kasih Credit card tanpa batas kamu protes, kasih Debit card juga masih tanya saldo, aku gak tau isinya berapa, udh lama gak dipakai, tapi bukan itu yang jadi masalah, masalah utamanya debit ini limit sehari cuma 25jt"
"kenapa itu jadi masalah, emang nya aku mau ngapain sampai sehari bisa ngabisin lebih dari 25 juta, belanjaku sebulan aja gak segitu"
"kan kamu mau belanja furniture marsya sayang" tepok jidat deh kang mas nya
"oohhh, bisa dicicil kali gausah sekalian. lagian besok weekend, aq ada jadwal makeup paling bisa belanja senin"
"aku ikut ya besok, aku mau liat kamu kerja" permintaan nando sedikit memelas
"hahaaaa, tanpa kamu minta juga aku pasti ajak kok...mobilku kan di rumah mama, jd mau gak mau kamu harus jd supir besok, kita pergi sebelum subuh ya, kegaleri dulu jemput yang lainnya terus ke lokasi"
"sepagi itu? pantes aja tadi mama nur ngelarang denis ikut, besok kamu pasti tinggalin dia dari pagi"
__ADS_1
"oooh iya Denis, gimana urusan Denis" tanya Marsya
"Nanti aku fikirin lagi, aku lapar, keluar yok cari makanan"
"boleh, aku ambil tas sekalian kunci mobil dulu yaa" marsya bangkit dari duduknya
.........
Marsya dan Nando Makan di mall
yang tidak jauh dari rumah mereka, lalu mampir ke supermarket untuk belanja keperluan dapur. banyak yang mereka beli, mengingat dapur baru itu masih kosong tanpa apa-apa.
ketika sampai dikasir supermarket, penjumlahan pun membludak untuk matematika Marsya
"banyak juga ya, padahal cuma keperluan dua orang"
"iya" oke kartu keluarkan kesaktianmu, aku gak tau saldomu berapa, mudah-mudahan cukup gumam marsya sambil memberikan kartu debit pemberian Nando tadi
......
Selesai makan dan belanja, mereka kembali ke rumah, keduanya mulai sibuk menata dapur dengan belanjaan di supermarket tadi
"ternyata seru juga ya menata rumah, nanti kalo kamu mau beli perabotan yang lain, aku ikut" ucap nando pada marsya yang sibuk mencuci gelas dan piring baru
"hmmm......nando, aku jadi kepikiran sesuatu"
__ADS_1
"apa?" tanya nando sambil sibuk menata buah buahan, lebih tepat nya hanya mengeluarkan saja, tanpa satupun dia masukan ke dalam kulkas, dan semua buah pun sudah baris di meja bar yang masih lapang itu.
"kerjaan mu apa? berapa gaji mu sebulan?"
nando menghentikan aktifitasnya, lalu serius menatap marsya yang membelakanginya
"Marsya, kenapa pertanyaannya seperti itu lagi, apa itu masih penting sekarang? apapun kerjaan ku gakan bisa merubah apa2 karena kita sudah menikah"
"penting gak penting sih, aku cuma mau menyesuaikan pengeluaran bulanan aja kok"
"hmmm aku bukan mau sombong, tapi melihat dari kebiasan mu protes soal gaya hidupku, buat saat ini aku bilang gajiku masih cukup buat kamu foya foya sekalipun"
"tolong ya tuan Nando, jangan nantangi perempuan buat foya foya, kamu bisa menyesal" ucap marsya sudah di depan Nando
aahh Marsya kamu menggemaskan sekali, apa aku boleh mencium mu
"kenapa bengong, mulai takut ya aku habiskan smua limit kartu mu?"
"engga, kamu habiskan aja sesukamu, memang aku kerja buat anak istri kok. Toh kalau kamu belanja sampai aku bangkrut, nanti kamu juga yang susah, jadi istriku bijak bijaklah pakai uang"
"jawaban macam apa gitu" marsya mengkerutkan kening dan mulut nya.
"hahahaaaahaa" terdengar tawa renyah dari bibir Nando, tentu saja marsya tidak mengerti apa yang jadi bahan ketawaan, tapi menurut nando, ini sudah cukup membahagiakannya, berinteraksi langsung dengan istri nya, melakukan kegiatan rumah tangga biasa, rumah tangga sederhana yang selama ini di mimpikan nya.
walaupun pembicaraan mereka hanya sebatas pengenalan karakter masing masing tanpa ada ucapan rayu ataupun kata kata mesra yang terlontar, tapi itu sudah cukup untuk nando, memulai dari awal, berusaha membuat Marsya mecintainya dari level terdasar sekalipun, tanpa ada kontak fisik yang terjadi..
__ADS_1
Dan malam pun berlalu, dengan tidur berhadapan dan saling berpegangan tangan, seperti malam pertama mereka.
...........