
karena sudah mau memasuki waktunya solat jumat, akhirnya Marsya dan Nando meninggalkan area pemakaman dan mencari Masjid terdekat. Marsya dengan setia menunggu Nando di dalam mobil sambil bergumam2 dalam hatinya..
aku gak percaya kamu sepintar itu, lihat saja nanti aku akan cari kebenarannya sama Mama Nadia. memangnya ada di dunia ini manusia yang sempurna seperti itu..Fisik, agama, kekayaan bahkan otaknya...wahh suamikuu, aku pasti cari kelemahanmu..awas yaahh
#haduh Marsya, ngapain repot2 cari kelemahan suamimu, Kelemahan Nando itu ya kamu...tuu kan thor jadi ikutan komen, capedehh#
Setelah solat jumat, Nando langsung melajukan Mobilnya menuju kantor pusat.
"Marsya, nanti kamu solat di kantor aja yaa" ucap Nando saat pertama kali masuk ke dalam mobil
"iyaa, siapp sayangku"
"teruskan ceritamu yang tadi, supaya aku gak ngantuk nyetirnya...lumayan jauh ni menuju kantor" alasan aja sii sebenarnya, soalnya inti cerita yang inginkan Nando belum terungkap.
"oohh...yaa tadi aku cerita sampai mana?"
"nilai IPK mu pas2an jadi susah cari kerja...hahhaaa, makanya belajar yang bener, FOKUS!!! setiap manusia sudah di anugerahi Otak untuk berfikir, hanya cara memanfaatkanya nya saja yang berbeda2"
"Sayaangg......cubitt juga nii, nyebelin banget sih kamu"
"jangaann, sakit...cium ajaa sini" ucap Nando sambil memajukan bibirnya
"Gamau cium2an, bahaya kamu lagi nyetir, aku cerita aja yaa, mungkin papa frustasi melihatku dirumah melulu, naah beliau curhatlah pada Bapak mertuaku.. karena Alm papa sama Bapak mertuaku itu ngajar di SMP yang sama, mereka berteman"
"haahh, lalu?" Nando mulai tertarikk nihh
"entahh dari mana awalnya ide itu, mereka akhirnya menjodohkan anak2nya, yaitu aku sama ayahnya Denish"
"terus kamu terima gitu aja?"
"iya"
__ADS_1
"kenapa?"
"karena itu pilihan papa, setiap orang tua pasti memberikan yang terbaik untuk anaknya kan. lagi pula aku gak pernah dekat dengan lelaki manapun, jadi gak ada alasan untuk menolak"
kenapa kamu penurut sekali Marysa
"terus" tanya Nando lagi
"terus apanya, yaa aku menikah lahh...umurku 23 tahun waktu itu, setahun kemudian aku melahirkan Denish, tapi belum genap umur 25 statusku berubah lagi, huuhh...Rahasia Tuhan memang tidak ada yang tahu, ya kan"
"jadi kamu menjalani rumah tanggamu hanya 2tahun saja?"
"yaa, kurang lebih segitu"
"pasti kamu berat menjalani hari hari setelahnya, maaf aku terlalu lama menemukanmu" ucap Nando sedih
"its okay sayang, aku berhasil melewati masa sulit itu. dan kita bertemu diwaktu yang tepat."
"oohh, Alm ada pekerjaan diluar kota untuk beberapa hari, mana mungkin bawa anak istrinya"
"oohhh urusan kerjaan"
yess Neina, aku sudah dapat jawabannya.
"Sayang, Alm orang yang baik, dewasa dan bisa membimbing aku yang masih labil saat itu, Walau awalnya berat untuk aku, tapi aku iklas, karena Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk Beliau" yaa, Marsya tersenyum iklas saat ini, merelakan kepergian Almarhum suaminya adalah jalan terbaik agar langkahnya ringan di alam sana.
"Sayang, aku mohon jangan cemburu pada masa laluku, bagaimanapun juga beliau ayahnya Denish. Denish akan terluka bila tahu kamu menyimpan rasa benci pada ayah kandungnya" ucap Marsya melanjutkan
"aku tahu, beliau orang yang baik. karena sudah mengisi hari2 indahmu di masa itu. karena aku selalu menemanimu berjiarah dan mengirim doa pada Alm, seharusnya dari situ kamu tahu tidak punya rasa benci ataupun cemburu."
"suamiku yang terbaik...." ucap Marsya sambil memberikan minilove dengan jari nya
__ADS_1
"Marsya, aku dapat fakta baru hari ini... jadi hanya aku suami yang kamu terima berdasarkan pilihan sendiri" ucap Nando bangga
"dari sekian banyak cerita aku, hanya itu yang masuk dalam ingatan kamu....haahh"
"'memangnya kamu tanya pendapat orang lain atau kamu di paksa keluargamu supaya terima aja gtu?" Nando penasaran
"untuk pernikahan sebelumnya, aku pasrahkan semuanya pada papa, tapi untuk pernikahan kita, aku pasrahkan pada ALLAH SWT."
"boleh juga jawabanmu....nanti aku kasih hadiah...istriku mau apa cihhh"
"aku mau semua kartu yang ada di dompetmu" jawab Marsya tanpa basa basi
"aaahhh itu lagii....habiskan dulu yang dua milikkmu, baru aku kasih lagi"
"jangan harap yaa...." Marsya tegas menolak
"hidup boros lah sedikit sayangkuu....aku capek2 kerja kalau kamu ngirit mulu juga buat apa, aaah aku mau berhenti kerja aja dehh, tabunganku sudah cukup buat ngehidupin kamu doang mah"
"jangaann, kepala keluarga wajib cari nafkah"
"Nafkahnya sudah cukup untuk kita hidup sampai tua, kenapa masih harus kerja....."
"hahahahaaa......"
merekapun tertawa bersama hingga tiba di kantor pusat.
..............
Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir
"Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”
__ADS_1
................