Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Rencana Bulan Madu


__ADS_3

Pertemuan bersama Fahmi dan Aisya pun berakhir, mereka memilih langsung kembali ke kota asalnya, walaupun Nando sudah menawarkan menginap di rumah nya.


perjalanan pulang Nando ikut dalam mobil Marsya, mereka bergegas ke rumah Mama nur menjemput Denis dan Rosa.


sedangkan Doni, langsung menuju rumah Nando untuk menukar mobilnya.


.........


"Sayang, mobilmu kan lebih bagus, tp knp kamu selalu ikut mobil aku kalo kita ketemu di jalan? kamu gak minta aku pindah ke mobilmu aja?"


"mobil ini kan harta yg kamu beli sndiri dengan jeripayahmu, mana berani aku suruh orang buat bawa barang milikmu, sedangkan kamu ikut aku."


"sayang kepikiran yaa smp segitunya,..walaupun mobil ini belum sepenuhnya milik aku juga sihh, separuh nya masih milik Bank...hahaha"


cicilan bank? kenapa aku gak tau Marsya punya cicilan Bank. Bahkan setelah menjadi istriku, kenapa di gak bilang aja sama aku.


"berapa lama lagi?"


"sekitar 2 tahunan lagi, kalo rumah ku itu masih 8 tahun lagi, karna dulu aq sama ayahnya Denis ngambil yg 15 tahun, tapi baru kredit 2tahun beliau meninggal"


Nando yang sedang menyetir mendengarkan cerita Marsya dengan serius. "apa masih ada yang lainnya?"


"gak ada, ruko itu aku beli cash dari uang asuransi alm ayahnya Denis, kenapa kaget yaa aku wanita yang banyak hutang..hahaha"


"gak, justru aku bangga, kamu wanita yang tangguh"


Marsya tersenyum mendengar pujian dari Nando itu.


"Marsya, sudah 6bulan kita menikah, kamu mau pergi berbulan madu gak? apa lagi sebentar lagi ramadhan, waktu sekarang ini paling pas"


"boleh aja, awal bulan ini jadwal ku banyak kosong, tapi kita kemana?"


"kita umroh, lalu keliling timur tengah. sekalian kita bawa Denis, Mama nur dan Maya"


"Umroh?? Naik pesawat?" wajah Marsya memucat seketika, teringat akan penyebab kematian suami nya dulu.. sudah hampir 6 tahun, semenjak itu dia sangat trauma dengan perjalanan udara


"iyalahh, masa berenang.. keburu mati kita dimakan HIU"


"tapii aku gak bisa naik pesawat"


terkejutt, Nando menepikan mobil nya di tempat yang aman, lalu bertanya "kamu belum pernah naik pesawat? sekalipun?"


"dulu pernah, domestik tapi itu sebelum menikah, mungkin 10 tahun lalu"


"waahh, lalu gimana kamu jalankan bisnis wediingmu hingga seperti skrg, kalo kamu aja ga pernah pergi jauh"

__ADS_1


"aku hanya ambil JOB yang bisa di tempuh jalur darat, biarpun aq harus berangkat sehari lebih awal, bila jaraknya jauh banget, kalo belanja produk2 yg branded untuk makeupku, aku suruh anak buahku aja yang terbang"


"kenapa kamu gitu?" Nando memang tidak tau alasan suami Marsya meninggal, dan marsya pun tidak pernah cerita apa apa.


karena suamiku dulu mati dalam kecelakaan pesawat


"gak apa2, hanya takut aja"


"Marsya, sayang...suamimu ini bisnis di bidang travel, dan smua berhubungan dengan penerbangan, jadi mulai sekarang biasakan yaa, gausah takut lagi, ada aku..oke" dan Nando pun melajukan mobilnya kembali


aku takut, sangatt takut......separuh jiwaku pergi karena sebuah kecelakan dalam penerbangan, membayangkan duduk dalam seat pesawat aja membuatku mual, aku tidak sanggup.


............


setibanya di rumah Mama Nur, Nando duduk di teras sambil memainkan hp nya, sibuk membaca email dr kantor tentang laporan para pekerjanya, lalu hp nya berdering dari Doni.


"bos, udh baca email dr cabang kota S?"


"ya, lagi aku baca ni"


"gimana bos, kayanya gak bs dibiarin harus terjun langsung, saya pesankan tiket untuk keberangkatan besok pagi ya"


"huft, yaa lah Don, tolong diurus semuanya. gada pilihan lagi, kali ini aku yang harus datang sndiri"


"hahhaa, masih belum mau ninggalin istri? lagian bos aneh, semenjak nikah mendadak gamau kemana2. semua kunjungan luar malah ngirim perwakilan terus"


"Apa istrimu mau di ajak sekalian? kayanya kita bakal beberapa hari di kota S"


"Mauku gitu, tp km tau sndiri jadwal Marsya..mana bisa diajak dadakan gitu, apalagi lusa weekend" ucap nando hopeless


"iya sih...yaudah bos Nando, saya urusin dulu yaa semuaya, nanti dikabarin lagi"


" eeehhh Doni tunggu, gimana tadi test drive sama Maya, dia udh lancar nyetir nya?"


"oohh, orang suruhan ku bilang udh okee...siap mengembara sendiri di jalan raya, nanti kalau da waktu luang aku test langsung"


"okk, thanks Don"


"sama2 Nando"


..........


lalu Nando menelpon nomer lain di HP nya,


biiiiibbb......bibbbb

__ADS_1


"assalamualaikum anak mama sayang"


"Waalaikum salam mama, Nando mau minta tolong ma, suruh mang Damin anterin mobil Nando yg satu lg ke rumah skrg"


"oohh yg BMW, emang mobil yg biasa knp? mogok yaa"


"engga tuhh...masih bisa jalan kok, pengen aja di taro d rumah, buat ganti2"


"oke, mama suruh mang Damin skrg kesana"


"makasihh Mama ku yg cantikkk"


"iya sayang"


...........


malam hari diperjalanan pulang, Nando sibuk dengan fikirannya sendiri, mengingat dia harus ninggalin Marsya untuk pertama kalinya setelah pernikahan.


aaahh nanti aku harus tidur sendirian lagi, males banget


sementara Marsya, masih tertawa dengan celotehan Denis yang bilang ingin di sunat sebelum masuk SD nanti.


"hahaha, iya Denis sayang...nanti Denis di sunat yaa, kan skrg Denis udh TK besar, beberapa bulan lagi naik SD."


"iyaa Bunda, mauu mauuu......"


"alhamdulillah, anak bunda udh besarr"


mobil pun tiba di depan rumah, Rosa langsung turun dan membuka pintu besi depan..namun ada yang berbeda kali ini, dua mobil milik nando sudah tersusun rapi, memenuhi tempat parkir rumah yg hanya bisa di huni 2 mobil saja..


"lohhh, sayang dirumah ada siapa, bukannya itu mobil km, aku pernah liat km pakai ke galerry waktu kita belum nikah"


"oohh iya, aku lupa cerita...tadi mama bilang garasi rmh mama penuh, jd mama nganterin mobil aku ksini"


"gak salah, emang mama baru beli truck tronton smp garasinya langsung penuh?"


dengan canggung Nando menjawab "gaak tau dehh, hehehe, yaudah aku keluarin salah satu dulu ya, biar mobil km bisa parkir di dalem"


"suamikuu, kamu sehatt??? dua maenan kamu di depan itu, harganya gak sebanding sm yg lagi kita naikin skrg..biarin aja mereka di dalem. biar si merah parkir di luar" ucap marsya merasa tersisih


"kamu ga apa apa kalo kaya gitu?"


"its okay, cluster ini aman kok, security nya jg patroli mulu"


"yaudahh, itu kemauan km yaa...sebrntar yaa,aku rapihkan dulu si merah ini parkir di luarnya"

__ADS_1


hahaha....


.........


__ADS_2