Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Kita Sudah Halal Sayang


__ADS_3

Setibanya di rumahnya, Nando langsung keluar mobil hendak masuk kerumah, Doni menghentikannya lalu memberikan kunci mobil Nando.


Di pintu Nando berpapasan dengan Bik Sum yang hendak pergi berbelanja, kode dari Marsya sangat jelas tadi, begitu Nando pulang maka Bik sum langsung berangkat.


Nando heran kedua ART nya malah mau pergi belanja bukankah Marsya sedang sakit, tapi dia tidak ada waktu untuk bertanya lebih jauh, memilih mengunci rumah dari dalam lalu pergi ke kamarnya.


Bik sum bertemu Doni yang sedang mengeluarkan mobil nya dari garasi rumah Nando


"Bik Sum sama Inah mau kemana?"


'ke supermarket nih Mas Doni'


"loh, bukannya Marsya lagi sakit, kok kalian malah ke supermarket"


"eehh ituu, kan sekarang ada Mas Nando yang urusin" ucap bik sum yang mulai menutup pintu gerbang dan menguncinya kembali


ternyata itu alasannya mbak Marsya supaya Mas Nando pulang lagi, hihiihii Mbak Marsya pintar juga *fikiran nakal bik sum, belum tau aja padhal keduanya bukan mau mesra mesraan, tapi mau gencatan senjata


"loh kok ditutup pagar nya Bik Sum, bukannya Nando mau ke dokter?"


"takut masih lama perginya Mas, lebih aman ditutup saja"


"iya juga, yaudah bik Sum ikut aku aja, nanti aku antar ke supermarket, sekalian balik ke kantor"


"wah kebetulan Mas Doni, ayoo deh"


.........


Nando membuka pintu kamar dengan panik, berfikir mungkin Marsya sedang tertidur di bawah selimut tetapi yang dia lihat justru bukan tubuh lemah di tempat tidur, melainkan Marsya yang sedang duduk di meja rias, dengan kebaya pengantin putih dan makeup natural nya.

__ADS_1


"Apa ini maksudnya, Marsya kenapa kamu berpakaian seperti itu?" suaranya kebingungan bahkan dia hanya berdiri di pintu kamar tak mampu melanjutkan langkahnya lagi


"apa aku cantik berdandan seperti ini?"


Nando menutup pintu kamarnya, lalu menguncinya berharap agar tidak ada yang mendengar percakapn mereka, padahal hal itu sudah diantisipasi oleh Marsya dengan menyingkirkan seluruh pehuni rumah. Nando menatap Marsya lalu bertanya "kenapa kamu seperti ini Marsya, ada apa bilang sama aku!!" separuh berteriak mengatakan itu, akal sehatnya tidak bisa mencerna tindakan Marsya saat ini, saat dia berlarian berfikir Marsya sakit, tapi orang didepannya justru berdandan syantiek ala pengantin


tidak kalah berteriaknya, Marsya berdiri dan mulai mengeluarkan semua emosinya pada Nando "Aku yang harus tanya sama kamu, kenapa kamu seperti ini! dalam waktu singkat kamu jadikan aq pengantinmu, kamu berikan aku kehidupan yang diimpikan semua perempuan di dunia dan kamu juga buat semua orang berfikir bahwa akulah wanita satu satunya yang kamu cintai.......tapii......."


"tapi semua itu bohong kan. aku sungguh tidak sanggup lagi hidup dalam kepura puraan ini"


nando semakin bingung dengan arah pembicaraan Marsya "Apa nya yang bohong, semua ini hal yang terbaik yang bisa ku lakukan untuk istriku"


"Istri? siapa istrimu? kenapa kita tidak akhiri saja semua drama pernikahan ini, aku sudah tidak bisa menjadi pengantin bohonganmu lagi"


"Marsya....!!!jangan melewati batas, apa maksudmu bicara begitu!!!" Nando sangat marah dengan mendengr perkataan Marsya


Air mata itu mulai jatuh tak terbendung lagi, tapi emosi Marsya belum reda..berapi api penuh dengan kekesalan bercampur rasa rendah diri karena terhina atas sikap dingin Nando di ranjang diapun berkata "aku sungguh tidak bisa memahamimu, lelaki yang menikahiku, siapa kamu? perhatian dan kasih sayang yang kamu berikan meluluhkan aku, tapi kamu bahkan tidak mau menyentuhku kenapa kamu hanya jadikan aku perhiasan dalam tempat tidurmu, kenapa kamu lakukan ini padaku? aku menunggumu, kita sudah Halal sayang, kita sudah Halal" tangisan Marsya pun pecah


Masyaallah Tabarakallah, mimpiku menjadi nyata.. Jauh sebelum aku betemu denganmu, kamu yang selalu mendatangiku dalam mimpi dengan pakaian pengantin dan mengatakan "kita sudah Halal sayang" hari ini nyata didepan mataku. Marsya kamu memang jodoh yang sudah ditakdirkan Tuhan untukku.


Nando tertegun, lalu dia mulai melangkahkan kaki mendekati Marsya, dipandunya perempuan yang sedang menangis itu agar duduk ke ujung tempat tidur dan diapun persimpuh bawahnya, mengusap airmata Marsya lalu mengecup kening nya


"aku mencintaimu Marsya, lebih dari yang kamu tau, hanya kamu, tidak ada yang lain"


"tapi sikapmu......."


"aku yang bodoh, percayalah akupun sangat menginginkan nya, tapi aku mendengarmu menangis di malam pernikahaan kita, aku fikir kamu belum siap dengan ikatan baru ini, maka dari itu aku sedikit menahan diri agar kamu bisa menerimaku pelan pelan. aku minta maaf, jangan menangis lagi"


"Nando, waktu itu akuu...."

__ADS_1


"Jangan bicara lagi, diam saja, ada yang sangat ingin kulakukan dari dulu...Marsya apa aku boleh menciummu?"


marsya menganggukan kepalanya "lebih dari itupun boleh" air mata masih mengalir dipipinya, namun kali ini, bukan kesedihan tapi airmata kebahagiaan yang terpancar jelas disana


Nando mendekati, lalu mulai mencium nya lembut, cukup panjang dan lama, ciuman berbalas yang lembut itu berubah menjadi sedikit bernafsu dan menggairahkan hingga Marsya terdorong dan jatuh ketempat tidur. Nando tepat berada diatas tubuhnya.


Tangan lelaki itu mulai tidak bisa di kondisikan, menjamah seluruh tubuh Marsya, tapi karena Marsya menggunakan kebaya pengantin yang panjang, membuat tangan Nando kesulitan untuk menyusup kedalamnya.


ciuman bibir yang panjang dan panas itupun terhenti


"Marsya...."


"Iya...."


"sepertinya aku menginginkan lebih, apa kamu siap?"


"dengan senang hati suamiku" ucap Marsya lembut


"tapi Marsya......"


"kenapa Nando?"


"aku gak bisa buka kebayamu, rapat sekali, jangan pakai baju ini lagi walaupun kamu terlihat cantik"


hahahaaaa, Marsya pun tertawa lalu mendorong tubuh Nando dari atas badannya dan dia berdiri tepat di depan Nando yang mulai bangkit untuk duduk


"kamu perhatikan ya, agar apapun yang aku pakai, kamu bisa melepas nya nanti"


.............

__ADS_1


__ADS_2