Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Bertahanlah


__ADS_3

Pesta telah usai, semua keluarga kembali ke kamar nya masing masing, ada yang memilih berjalan jalan untuk shopping ria.


Denis memilih istirahat di kamar neneknya besama sepupunya yang lain


sementara Marsya sudah dikamarnya, dibantu para asistennya membuka kebaya dan serangkaian asesoris di kepala nya.


"ahh berat sekali, acara setengah hari aja melelahkan"


"udah selesai bu, kita keluar dulu yaa takut pak nando keburu datang" uca ela dengan senyum jahil


"ihh anak kecil pada nakal, ywdh keluar sana tutup pintunya"


setelah sendiri dikamar, marsya rasany ingin langsung tidur, tapi terfikir nando yang belum datang "apa dia tahu nomer kamarku ya, tadi sepanjang acara dia gak nanyain tuh, eehh kan dia kan tinggal tanya resepsionis hotel, bodoh banget aku"


akhirnya marsya memilih mandi, membersihkan badannya..


sebelum mandi dia menyalakan shower, mengatur suhu yang inginkan, tapi dia tidak langsung mandi, di berdiri di depan cermin besar di kamar mandi itu..


"*apa kabar marsya" tanya nya pada cermin


"apa kamu akan menyangka hari ini datang padamu, setelah perjuangan hidup yang melelahkan, seseorang menyakan cintanya padamu, menerima kondisimu bahkan mencintai anakmu tanpa syarat.."


"kamu sangat beruntung, mungkin jodoh seperti ini impian dari semua wanita di dunia"


"tapi apa kamu layak*??"


marsya mematung, menatap cerimin, suara hatinya terlalu pesimis, seolah dia tidak layak mendapat perlakuan istimewa dari nando dan keluarga nya..


lalu menangis, tangis nya menjadi ditengah suara shower yang masih menyala...

__ADS_1


kenapa aku merasa tidak pantas mendapat semua ini, tapi aku juga ingin bahagia, aku juga ingin mendapatkan cinta, kenapa aku harus merasa seperti ini....hikkkk hikk


tanpa marsya sadari, nando sudah masuk kedalam kamar menggunakan kunci lain, mencari keberadaan marsya bermaksud ingin mengejutkan nya.


tapi yang terjadi adalah nando yang terkejut, mendengar tangisan marsya di dalam kamar mandi, sejuta kebingungan masuk ke fikirannya


kenapa kamu menangis sendirian, disaat tadi kamu tersunyum senang bersamaku disepanjang acara. apa pernyataan cintaku terlalu membebanimu, atau apa pernikahan ini diluar kehendakmu?


Nando keluar kamar, tanpa meninggalkan jejak kedatangannya sedikitpun, lalu memilih ke cafe di lobby hotel itu.


aku minta maaf marsya, sudah memaksakan kehendaku memilikimu, tanpa tahu persaan mu yang sebenarnya, jangan tersenyum didepanku tapi dibelakang kamu menangis, itu lebih menyakitkan


hingga tlp nando berdering dari marsya


"kamu dimana, kamarku nomer 515, knp belum datang juga"


"aku di cafe, nanti aku naik"


"oke" telpon terpitus


marsya semangat, bedandan tipis "oke marsya, peran baru dimulai sekarang, terima kenyataan dan cobalah menjadi istri yang baik" ucap nya menyemangati diri sendiri


..........


di cafe hotel permata


"aku duduk dimana" tanya marsya pada nando


nando menepuk sofa mengisyaratkan agar marsya duduk disampingnya

__ADS_1


"marsya" suara nando mulai serius


"aku ingin denis punya 4 orang adik, aku ingin kita menjadi keluarga besar"


apaan sih, tiba tiba ngomongin anak


"saat aku pulang kerja, aku akan melihatmu memasak, sambi menjaga anak anak kita, kamu tersenyum menyambutku, lalu aku akan menemani anak2 sambil menunggumu menyiapkan makam malam"


tuan nando, sadarlah..istri mana yang akan tersenyum menyambut suaminya saat dia repot dengan urusan dapur, sambil mengasuh 5 anak


"setelah makan aku akan membantu mu mencuci piring, lalu kita akan menidurkan anak anak di kamarnya masing2 setelah itu aku akan menggendongmu ke kamar kita, apa khayalanku itu terlalu membebanimu?"


khayalan mu terlalu manis tuan suami, kamu fikir setelah melahirkan 5 anak, badanku akan masih sekurus ini? mana kuat kamu menggendongku nanti. melahirkan denis saja membuatku harus olahraga gila gilaan, apalagi melahirkan 4 anak lagi..


"tapi marsya, bila melahirkan empat kali lagi membebanimu, aku tidak akan memaksamu, tambah satu saja cukup untukku, bahkan bila hanya denis yang jadi anakku satu satunya aku tidak masalah, asalkan kamu tetap bersamaku.."


"jangan pergi, dan jangan tinggalkan aku, walau cintaku terlalu membebanimu, bertahanlah karena aku tidak sanggup melepasmu" ucap nando serius...sambil terus menatap lurus tanpa melihat marsya yang disebelahnya mencoba mencerna apa yang baru saja didengarnya


kamu ngomong apa sih, aku kan baru datang, ngopi aja belum, kenapa harus pergi


"jawab" ucap nando lagi


eeh emang tadi ada pertanyaannya, ko harus dinjawab, iya in ajalah biar cepet


"iya suamiku" ucap marsya tersenyum cerah lalu mengangkat tangan nando, dan melingkarkan ke pinggang nya agar memeluknya, marsya meletakan kepalanya di bahu nando,


terserahlah kamu bicara apa, yang penting manja manjaan aja dulu, udah lama gak pernah gelendotan sama cowo, terakhir sama alm ayahnya denis, dan itu 5 tahun yang lalu..batin marsya genit


nando terkejut dengan apa yang dilakukan marsya, memeluk wanita bahkan di tempat umum, seharusnya dia senang kan, mendapatkan istri yang selama ini ada dalam mimpinya, tapi kenapa dia merasa bersedih, sedih karena marsya yang selalu tersenyum, tapi menangis diam diam di belakangnya.

__ADS_1


aahh kenapa dia menggodaku seperti ini, gimana kalau aku jadi salah faham dan berpikir dia juga mencintaiku


...........


__ADS_2