
"belum apa2 sudah mikirin cerai. makanya jangan salah pilih orang supaya gak ada kata cerai"
"terus gimana cara milih wanita yang baik dan benar menurut boss Nando haahh?" tanya Doni penasaran
"Wanita dinikahi karena empat perkara, kesatu hartanya, kedua keturunannya, ke tiga kecantikannya ke empat agamanya, dan kalau kamu ingin menjadi orang yang beruntung, pilihlah wanita yang beragama. Sebab, harta akan habis, kecantikan bisa sirna, keturunan juga belum tentu. Orang tua boleh aja salih, tapi anak belum tentu jadi salih atau kebalikannya, orang tuanya tidak salih tapi anaknya salih. Allahu alam."
Doni hanya bengong mendengar ceramah Nando soal kriteria memilih pasangan
"ini bukan pendapat aku, ini Hadis Rosul"
"teruss aku sama Neina gimana?" belum menemukan jawaban jg dari wejangan Nando
"kamu tanya dirimu lah, kamu pilih dia berdasarkan perkara yang mana? kalo karna kecantikannya, suatu hari dia jadi jelek, gendut dan keriput kamu harus terima, jangan malah cari lagi yang muda"
"gak pake kata gendut juga kali" Doni ketus
"Tapi Doni, kalau kamu ingin wanita yang beragama, kamu juga harus beresin agamamu. karena kamu lah imam nya nanti"
"aku nyaman sama dia, tapi masuk kriteria yang mana belum tahu, karena kita masih harus sama2 belajar soal agama"
"naahh cocok, nikah aja cepet, nanti belajar bareng menuju sakinah... tuuh di ujung blok sana, aku dah beliin rumah buat kamu kalau udah nikah nanti, karena kita harus selalu bertetangga...hahaha"
"apa sampai tua nanti juga nasibku akan jadi sekertarismu terus?"
"nanti kamu naik jabatan, tapi posisinya tetap dibawah aku langsung" jawab Nando santai
__ADS_1
"btw bos, kalo mau kasih rumah, renovasi dong, biar mirip punya kamu ini, bangunan di blok sana masih standar smua"
"ursanmuu lahh, kenapa jadi aku juga"
"yaudah aku nikahnya kalau tabunganku udah cukup buat renovasi rumah" Doni ngancam
"rumah mu batal! nanti aku kasih sekertaris baru yang mau nikah cepet gapake pacaran!"
Doni pun tertawa dengan ocehan Nando kali ini "Emang ada yang bisa gantiin posisi aku dihati kamu? hari libur aja kamu telponin aku mulu. kamu tau gakk, kadang Neina sampai cemburu sama kamu, makanya kita berantam terus, itu gara2 kamu gangguin waktu pacaranku mulu"
"aku gak tau, aku gak pernah pacaran soalnya"
"huuhh, kenapalaahh aku terjebak dengan pria ini. hari ini aku cuti yaa, aku mau pulang ngantuk" minta Doni
"tidak bisa, sana ke kantor gantiin aku, antar berkas yang harus di tandatangani kesini, huusss huusss"
"aku juga puasa, gausah pamer gitu kali"
Doni menghentak hentakan kakinya ke lantai, kesal dengan kelakuan bos nya, lalu diapun ada ide, langsung mengambil hp dan menghubungi seseorang
"halo, kenapa don, bukannya kamu ada di bawah sama suamiku"
"Marsya, tolonglah aku..kerjaan lagi banyak banget tapi suami kamu gak mau ke kantor karena gak bisa jauh sama kamu."
"terus?"
__ADS_1
"kalau kamu gak ada kesibukan, bisa temanim suami kamu kekantor? biar dia semangat kerjanya"
"boleh, tapi aku ijin sama suamiku dulu ya"
"aahahh, ngapain ijin sama dia, justru kamu kekantor biar dia mau kerja..kok ijin dulu gimana sih"
Doni melirik Nando yang malah senyum2 memperhatikan kegundahannya
ngapain pake berlindung sama istriku, kamu fikir dia akan jadi sekutumu melawanku? hahaa salah besar*Nando*
"tapi aku gak bisa keluar rumah tanpa ijin dia Doni, sebentar aku bilang dulu sama dia ya"
tidak lama Marsya turun dari lantai atas lalu menghampiri Nando dan Doni di ruang tamu
"sayaang, aku mau ke kantor kamu boleh gak?"
"ngapain?" jawab Nando singkat
"nemenin kamu kerja..."
Nando langsung menatap Doni sambil menaikan sebelah alis nya, seperti meledek kamu fikir bisa menjadikan Marsya sebagai perisai?
"haaahh, dasar kalian couple aneh, yaudah aku ke kantor sendiri..tunggu nanti siang aku balik lagi bawa dokumen"
"baayy baayy"
__ADS_1
.....................