Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Perang Berlanjut


__ADS_3

"sepertinya kamu kurang faham perbedan jelas dari status kita ya bapak Nando"


"Marsya, panggil aku nando, Aku tau yang kamu fikirkan, mungkin kamu merasa aku berlindung d belakang orang tuaku untuk menemuimu, tapi coba kamu lihat dari sisi positifnya, aku seperti ini adalah caraku memuliakan mu"


"aku tidak menemuimu secara pribadi dan tidak mengajakmu berkenalan di luaran, tapi aku dengan hormat meminta orang tuaku untuk melamarmu, di rumah mu sendiri, apa itu cukup membuktikan keseriusan ku sampai tahap ini?"


ini apaan sih, kenapa pembelaannya masuk akal juga.


"aku tahu, kamu akan terus mencari celah untuk membuatku mundur perlahan, tapi itu percuma..aku akan kembali satu minggu lagi jadi kamu punya waktu untuk berfikir secara matang soal hari ini"


"memangnya apa yang kamu harapkan dari jawaban saya minggu depan, nando"


"tentu saja jawaban IYA, memang kamu punya jawaban lain?"


"kenapa kamu begitu begitu yakin aku akan mengatakan itu? kasih aku satu alasan yang masuk akal kenapa aku harus begitu?"ucap marsya menantang


seisi rumah yang hening mulai gelisah, kedua orang ini ngomongin mau nikah ato ngomongin mau perang sih..tapi mereka semua hanya saling menggelengkan kepala tanda jangan ikut campur.

__ADS_1


dua orang ini sudah dewasa, bukan anak malu malu kucing yang harus didampingi untuk menyatakan perasaan masing masing. kehadiran semuanya hanya untuk menjaga agar pertemuan ini tidak menjadi finah dikemudian hari, mengingat status Marsya yang sudah janda, bila ada laki laki berkunjung kerumahnya, takut jadi gunjingan tetangga...masih mending kalau berjodoh, kalo tiba2 berakhir, yang menanggung gunjingan itu nanti adalah Marsya...keluarga Nando sangat faham soal itu. padahal Marsya sendiri orang yang sangat cuek soal dalam kehidupan pribadinya, biarlah orang berkata apa, selama tidak mengganggu mereka, peduli amat sama gunjingan orang...


"berdoalah, solat istihoroh sebut namaku dalam sujudmu agar kamu yakin, hanya aku yang layak mendampingimu."


ucap nando menjawab pertanyaan Marsya


"kenapa diam, kamu gak pernah berdoa?"


gilaa ini orang, emang beneran gilaaa.....apa, DOA?? kamu gak tau, aq minta sesuatu dalam doa udah seluas alam semesta saking banyaknya..minta almarhum suami dan papaku diterima amal ibadahnya, rejeki lancar, semua keluarga sehat, bisnis maju, dan banyaaaaaaaaaaakk lagi...tapi aku memang sekalipun aku gak pernah minta mendapatkan jodoh lagi.


"aku takut, kepercayaan diri mu akan menghancurkan hatimu sendiri, baiklah kita liat seminggu lagi."


.........


pakde dan bude pulang belakangan untuk memberi sedikit wejangan untuk Marsya.


"lakukan apapun yang kamu rasa baik, kami akan mendukung mu. kalo kamu tidak mau, kami akan bantu supaya keluarga Alfariz tidak mengganggumu lagi" ucap pakde

__ADS_1


"mama gimana kamu aja marsya, yang penting dia bisa terima denis sebagai anak sambung nya, mama iklas"


"tentu saja denis prioritasku ma, mama gausah kuatir soal itu"


"Marsya, bude harap kamu fikirkan dengan matang. mereka keluarga baik baik, insya Allah amanah dan kamu akan bahagia kedepannya."


............


Hari hari berlalu, nando kembali pada aktifitas normalnya, dan sangat bahagia. dia begitu yakin klo Marsya akan menjawab sesuai dengan harapan nya....aahhhh masih ada 4 hari lagi, lama banget yaa


setiap ada karyawan yang memberi laporan padanya, dia selalu jawab singkat dan ramah..tidak ada kata2 lain selain "iya, tidak, ok" yaa seperti itulah pegawai mengenal nando, pelit bicara.....


bahkan bila ada perjanjian bisnis dan lain lainya, dia hanya menjawab intinya saja, selebihnya Doni yang melakukan nya, melobi dan sebagainya..


Nando yang dikenal pendiam di luaran, kini selain sama doni dan keluarga besar nya dia bisa nyerocos sepanjang jalan kereta juga didepan Marsya, bahkan pada hari pertemuan pertamanya...


luar biasaa

__ADS_1


..........


__ADS_2