
Bubar sekolah, Marsya langsung tancap gas menuju kantor Nando. Melelahkan sekali melayani ibu ibu yang lagi Kepo.
"Denis sayang, sekarang kita ke kantor ayah ya, nanti di sana Denis jangan nakal oke"
"Denis kan ga pernah nakal Bunda"
"iya, Denis anak baik kesayangan Bunda"
mobil melaju menuju Al-Syech grup, tentu saja Marsya tau lokasi kantor pusat nya, letaknya di jalan protokol utama, siapa saja yang tinggal di kota ini pasti pernah melewati jalan itu.
Mendekati tujuan, Marsya tercengang dengan susunan karangan bunga yang berjejer di jalanan, "Selamat Menikah Nando & Marsya" hampir seprti itu semua tulisannya dengan pengirim yang berbeda beda, bahkan perusahaan besar pun banyak yang mengirim bunga.
kenapa ini, kenapa banyak yang mengucapkan selamat kepada ku, aku gak melihat satupun bunga di tempatku menikah, tapi kenapa di sepanjang jalan menuju kantor Nando sangat banyak sekali.
Marsya memarkirkan mobil nya di gedung Al-Syech grup, lalu mengajak Denis turun dan menuju ke lobi kantor.
Dalam lobi, dia tidak menuju resepsionis tapi memilih duduk di ruang tunggu lobi dan menelpon Nando di sana.
Aku takut untuk bertanya, aku takut ternyata kamu salah satu orang penting di Perusahaan ini. Karangan bunga di depan cukup membuktikan kalo kamu bukan orang sembarangan. Aku berharap hanya menikahi lelaki biasa, dengan statusku yang dulu, aku takut menjadi Aib bagi karir mu.
dipeluk nya Denis kecil dalam dekapannya,
"Kita tunggu ayah disini ya sayang"
.........
setelah mendapat kabar Marsya ada di lobi bawah, Nando kegirangan langsung berlari menuju lift. tentu saja hal itu membuat heran karyawan yang melihat nya, "Sejak kapan Pak Nando bisa lari?"
Doni melihatnya lalu ikut panik mengejar, "Anda mau ke mana bos, biar saya antar"
"Istriku di bawah, aku mau kesana"
oohh karena istrinya datang toh, ku fikir ada emergency
"silahkan masuk Bos, pintu lift sudah terbuka"
__ADS_1
"hmmm, udh tau"
ketika dalam lift hanya berdua Doni mulai berbicara santai "bos, gausah lari juga sih tadi, bikin karyawan terkejut aja"
"masa sih, aku biasa aja kok"
"biasa dari mana nya, jelas jelas tadi lari, aku ngejar nya aja panik"
"haahaha, sorry Don.. aku takut Marsya sm Denis kelamaan nunggu"
"kenapa gak kirim orang aja buat jemput, kan bos tinggal tunggu di ruangan"
"mereka istri dan anakku, harus aku sendiri yang jemput. udah bagus mereka mau datang ke kantor, aku tinggal ke lobi doang apa susah nya"
Nando keluar dari lift diikuti Doni di belakang nya, setelah menemukan orang yang di carinya, separuh berteriak dia memanggil "Marsya" sambil melambaikan tangan
tentu saja panggilan itu sukses membuat penghuni lantai bawah terkejut, nama Marsya terucap dari mulut Atasannya, nama yang sedang jadi trending topik utama di perusahaan, sekarang ada di lobi utama Kantor Pusat...
semua staff reflek berdiri, lalu mencari arah pandangan Atasannya itu, tertujulah kepada seorang wanita bertubuh mungil dengan pakaian hijab casual, sambil memeluk anak berseragam TK.
keterkejutan semua staff semakin menjadi, apalagi Nando reflek menggendong Denis dan mencium nya bertubi tubi, tawa tawa renyah muncul dari rekasi keduanya. hal yang tidak pernah terjadi, Nando tertawa lepas di Kantornya sendiri bahkan di Lobi kantor.
Doni melihat sekelilingnya, paham betul, smua staff di Lobi itu sedang terkejut. tidak ada yang berani bersuara, bahkan bergerak pun tidak, saking kagetnya dengan pemandangan di depan mereka.
Marsya menghampiri Nando, hanya tersenyum tanpa mengatakan apa2..
Nando menarik tangan marsya, sambil sebelah tangan lagi menggendong Denis,
"Ayo ke ruangan ku"
mereka pun berlalu meninggalkan kebingungan semua mata yang melihatnya.
Doni memberi kode kepada smua staf untuk melanjutkan pekerjaan nya, lalu dia mengikuti 3 orang yang didepannya yang benar benar tidak peduli pada keadaan disekitar...
.......
__ADS_1
di dalam ruang kerja Nando, Marsya dan Denis duduk di sofa, sementara Nando merapikan meja nya untuk pulang,
Doni datang membawa minuman, lalu terkejut dengan yang dilakukan Nando
"anda sudah selesai bos? apa semuanya sudah di periksa?"
"belum, tapi waktu 2 jam ku sudah selesai"
"Tapi bos, ini tinggal sedikit lagi"
Nando terdiam menghentikan aktivitas nya merapikan meja kerja, dia seperti memikirkan sesuatu
"Doni"
"iya bos, apa anda mau melanjutkan pekerjaan? saya senang sekali"
"Beresin mejamu juga, kamu ikut aku"
Doni pasrah, sepertinya sudah mengerti maksud Nando mengajaknya, tentu saja dia orang yang paling repot nanti bila Nando mengisi keperluan rumah nya dalam satu hari.
"baiklah, saya berikan dokumen ini dulu pada asisten saya"
"bagus, kamu bawa mobilmu sndiri, aku ikut Marsya sekalian nanti suruh supir antar mobilku ke rumah"
"baik bosku"
Marsya yang sedari tadi diam, memilih sibuk menemani Denis bermain dengan Lego nya. apapun yang terjadi dalam urusan pekerjaan Nando, dia tidak mau ikut campur.
Nando dan Al-Syech Grup, aku sungguh tidak menyangka akan hal ini, bermimpi pun tak berani. Lelaki yang menikahiku adalah pimpinan ke 2 di perusahaan ini setelah Alfariz Syech, Papa mertuaku. Aku yang terlalu bodoh hingga tidak bisa mengenal mereka atau mereka yang terlalu rendah hati ditengah kerajaan bisnis yang dimilikinya.
kenapa Tuhan menjodohkan kami, perbedaan ini terlalu jauh, semua yang dimilikinya dari wajah, karir, harta bahkan status nya, semua sempurna, sedangkan aku????
aaaahhhh aku bisa apaa
.........
__ADS_1