
Marsya mematung mendengar ucapan spontan ima barusan, suasana menjadi sedikit tegang
Berpengalaman? maksudnya pengalamanku pernah berumah tangga sebelum nya? dan apa itu Tidak tau adab?karena aku yang tidak pernah berusaha mendekatkan diri dengan kedua kakak iparku lalu aku dibilang Tidak Tahu Adab, sebenarnya itu memang fakta, aku tidak penah berusaha, duniaku terlalu sibuk dengan Nando, Denish dan kerjaanku, bahkan setelah hari pernikahan kami sedikitpun aku tidak berusaha akrab dengan kedua kakak iparku, tapi kenapa aku merasa sakit mendengarnya. Apa aku memang manusia tak tahu Adab?
Kak Nisya memberikan tatapan jengkel pada ima, dan suasana semakin tegang karena Nando yang datang menghampiri mereka semua, berpisah sebentar saja dengan Marsya membuat Nando tidak tertarik lagi dengan percakapan mengenai bisnis bersama para sepupunya akhirnya dia memilih mencari keberadaan Istrinya.
"o..my god, sang Pangeran menuju kesini" perkataan Eliz menyadarkan semuanya, seolah mereka harus bersikap natural seperti tidak terjadi apa2
Marsya masih sibuk dengan fikirannya sendiri, tidak menggubris perkataan Eliz, sepertinya dia belum menyadari posisi suaminya dalam susunan keluarga Alsyech, "tidak ada seorang pun yang boleh menyakiti Anakku" kata kata itu sudah seperti hukum yang di ucapkan oleh sang Raja dari Alsyech Grup, Alfaridz Syech kepada seluruh anggota keluarganya. Tentu saja karena Marsya istri Nando, menyakiti Marsya sama saja menyakiti Nando.
"kalian ngobrol apa, seru banget" ucap nando yang langsung bediri di belakang kursi Marsya
"urusan cewe, kamu kenapa kesini?" Kak neira mencoba menetralkan suasana walaupun raut wajah Marsya masih belum bersahabat
tolong lah Marsya, bersikap biasa saja, jangan biarkan acara keluarga ini rusak hanya karena Mood Nando yang berubah.
"karena istriku ada disini" jawab Nando cuekk
"aahh, kamu mulai lagii...gak mau banget jauh dari istri, nihh duduk disini, biar kakak pindah" ucap kak Nisya mencoba pengertian
"Terimakasih kakakku sayang" langsung mengambil kursi yang diserahkan kak Nisya lalu duduk sebelah Marsya "kenapa jadi pada diam, terusin aja ngobrol nya, anggap saja aku tidak ada disini"
__ADS_1
"Eehh Doni duduk sini, jangan berdiri terus"
"iyaa, Doni duduk aja sini ikut gabung, biar satu cowo ini ada temen nya" ucap yang lain mencoba mengalihkan perhatian pada Doni
"Sayang, kenapa diam aja" Ucap Nando yang mulai fokus pada istrinya, karena tidak ada respon dia pun segera menyentuh pipi Marsya "kenapa, kamu baik baik saja?"
Marsya tersadar dari lamunannya, langsung menatap Nando sambil matanya melirik pada orang disekitar yang satu meja bersamanya. Dia menangkap kode kedipan mata dari Kak Nisya, seolah mengatakan jangn bilang apa2.
Kenapa, kenapa aku harus diam? kalian seenaknya mengatakan aku tak beradab, tapi depan suamiku aku harus Diam?
"kenapa kamu disini?" pertanyaan singkat Marsya dengan ekspesi datar nya
"eeehh ciyeee ciyeee....pengantin baru ini beneran gak bisa jauhhh yaa" Ifa akhirnya bersuara, merasa baper dengan pemandangan di depannya
Dan pembicaraan antar saudara itu berlanjut seru dan mengalir kesana kemari, Marsya mulai bisa menyesuaikan diri kembali, namun Nando bosan dengan arah pembicaraan Girls yang mulai berghibah, ia memilih bermain game Online di Hp nya, terserah para girls mau ngebahas apa yang penting istrinya harus ada disampingnya.
yaa maafkan aku bila terkesan tidak sopan, aku bersama kalian namun memilih main game, aku hanya tidak mau otakku ini terus menerus mimikirkan ingin mencium istriku disini.
"sayang, aku mau ice cream" ucap Marsya pada Nando yg masih seru bermain game
"hmmm, pesan aja sana"
__ADS_1
Marsya langsung merebut hp Nando dan memasukan kedalam tas kecil milik nya, hal itu sukses membuat Nando melirik nya
Nando menghela nafas panjang seraya berkata "Mau rasa apa"
"apa aja, tp aku gak mau makan disini. kita pindah yuukk"
"okee, ayoo ke kamar"
"huuuh, masih terang gini ngajak ke kamar aja" ucap Kak Neira yang
"sorry kakakk kuu, sepertinya kita pergi duluan" Nando menjawab dengan tersenyum
"ywdah sana, tapi ingat nanti abis isya kita kumpul lagi dinner bareng"
"okee, smuaanya kita duluan nya"Nando pun berdiri sambil menggandeng lengan istrinya
"dulan yaa semuanya" Marsya ikut bersama Nando
dan ditinggalkan Bos nya, tentu saja Doni pun meninggalkan perkumpulan para wanita itu untuk menuju kamarnya juga
.....................................
__ADS_1