
Setibanya di rumah, pada malam hari sebelum tidur Nando meminta Marsya untuk paking keperluanya selama di kota S. sementara Marsya yang baru tau esok Nando akan pergi jadi terkejut
"kamu pergi besok? pakai pesawat? kenapa?"
"aku ada kerjaan dsana, gak lama kok,beberapa hari aja"
wajah Marsya memucat seketika, air matanya mulai berlinang..dia teringat dengan tragedi 5 tahun silam, saat alm suaminya pergi untuk kunjungan kerja ke luar kota juga untuk beberapa hari, namun itu merupakan kepergian untuk selamanya.
"jangan pergi, aku gamau di tinggalin lagi"
Nando yang merasa Marsya hanya belum terbiasa ditinggal semenjak pernikahan mereka, menanggapi permintaan itu dengan santai
"sayang, semenjak menikah aku udh batalkan semua kunjungan aku ke kantor cabang, cuma untuk saat ini aku harus pergi karna di Kota S sedang ada masalah, harus aku yang kesana"
"aku ikut, tp kita naik kereta api aja"
"sayang, aku miting jam 2 siang disana, kalau naik kereta api kapan nyampe nya..lagian gimana km bisa ikut, km ada job makeup weekend ini"
"tapi aku gamau kamu pergi, aku gamau sendirian lagi" air mata menetes di pipi marsya...kenangan tentang kematian Ayah nya Denis berlarian di fikirannya, Marsya sudah mulai diserang rasa paniknya, kepalanya sakit, tiba2 merasa mual dan ingin muntah lalu dia berlari ke kamar mandi, mencoba untuk muntah tapi tidak ada yg keluar sekitpun dr mulutnya, itu hanya perasaan takut nya yg berlebihan saja
Nando mengikuti nya, sedikit panik lalu mencoba memijit bahu istrinya itu "sayang kamu sakit? mau ke dokter skrg?"
"ga apa apa, mungkin masuk angin aja" ucap Marsya yg masih menutupi kegundahan nya lalu dia memeluk Nando dengan erat nya
aku harus bagaimana, apa bisa aku melarang nya melakukan pekerjaan itu. tapi dengan posisi nya di Alsyech Grup, tidak mungkin selama nya dia hanya akan duduk manis di kantor pusat, cepat atau lambat hal ini pasti terjadi. aku harus bagaimana....
Marsya menangis sementara Nando hanya berusaha menenangkan istrinya itu.
"sudah jng nangis, aku janji cuma 3hari, km istirahat aja skrg, biar aku packing sendiri oke"
"engga, ayoo aku bantuin km packing dulu"
........
pagi hari sekali Doni sudah menjemput Nando, marsya mengantar nya hingga dpn mobil, memeluk Nando sangat erat seperti enggan untuk ditinggalkan
__ADS_1
"haduuh pengantin baru, mau ditinggal beberapa hari aja lengket bgt" ucap Doni sedikit meledek
Nando memberi kode dengan mata nya agar Doni diam, lalu Doni memilih menunggu dlm mobil duduk dpn kemudi meninggalkan suami istri itu yg sedang perpisahan dengan lebayy nya.
yaa sangat lebay di mata Doni, bahkan Nando pun merasa demikian tapi dia memilih meladeni keanehan Marsya yg terus menangis dan memeluk nya lagi dan lagi.
"sayang, aku bisa ketinggalan pesawat kalo km gini terus"
"iya maaf, hati2 dijalan, banyak berdoa, jng lupa telepon aku sebanyak mungkin saat km senggang"
"iyaa, kamu udh bilang gitu dari semalam, aku pergi yaa...."
"iyaa"
........
diperjalanan Nando merenung memikirkan sikap Marsya dari semalam, lalu dia bertanya pada Doni
"Don, apa agenda nya gak bisa di batalkan? aku kasihan sm Marsya, dia kurang sehat dari semalam, bahkan dia menangis dlm tidur nya"
"dia muntah muntah terus, badannya dingin, tp anehnya dia kaya gitu setelah tau aku mau berangkat, sebelum nya baik2 aja"
Doni mengkerutkan alisnya merasa istri bos nya sedikit berlebihan hanya karena ditinggal keluar kota
"hmmm bos, apaa istrimu lagi hamil yaa..perubahan mood, muntah2"
"whaaattttt.....yang bener kamu Doni, tau dari mana"
"mbah google, aku pernah baca itu kan gejala umum orang ngidam"
"bentar bentar, aku searching dulu" semangat Nando sangat tinggi, mencari cari klu tanda tanda kehamilan
"hebat kamu Doni, betul tanda tanda nya cocokk, aku harus tlp Marsya"
begitu dia mau menghubungi Marsya, tlp nya langsung berdering...dari "MARSAYANG"
__ADS_1
"sayang, baru aku mau tlp kamu, eehh udh masuk duluan"
"udh sampe mama, jng lupa tlp aku kalo udh landing"
"nyampe bandara aja blom, gimana mau tlp udah landing"
"iyaa, aku gak ke galeri hari ini, Denis jg gak sekolah, kita mau dirumah aja, doain kamu selamat sampai tujuan"
"makasih istriku, walau sebenernya gak perlu segitu nya juga sih, aku cuma pergi kerja bukan pergi perang"
"please hati hati"
"iya iya, kamu takut aku di goda perempuan2 diluaran yaa, sampe segitunya kuatir aku gak pulang beberapa hari aja" ucap nando berusaha mencairkan suasana
"haahh...pelakor maksud km"
"aaahh iya, drakor yg km lg follow sekarang kan tema nya soal itu"
"emamg kamu punya niat kesitu? selingkuh gitu?"
"gak ada sedikitpun...jadi istriku yang cantik tolong jangan terlalu kuatir oke, aku bisa jaga diri kok, gimana sakit nya, km masih muntah2 gak"
"masih..kepalaku masih pusing "
"sayang apa kamu lagi hamil"
"aku gak hamil, gak mungkin jg hamil dlm waktu dekat ini, aku kan baru selesai haid beberapa hari yang lalu"
"ooh gitu, tp gejalanya mirip yaa, aku baca tadi di google..hahaa"
"ywdh pokonya kabariiiiinnnn, wajibbbb"
"iyaa sayang kuu"
.....
__ADS_1