
Perjalanan menuju Toko Furniture, Marsya masih diam dengan fikirannya sendiri, hanya sesekali menjawab ocehan Denis yang duduk dipangkuannya. Nando yang mengemudi merasa diabaikan oleh kedua nya itu akhirnya bersuara.
"ehmmm ehmmm...kok ayah cuma di jadiin supir aja sih sm bunda dan Denis"
"kan ayah emang lagi jadi supir" jawab Denis polos
"tapi kan ayah juga pengen diajakin ngobrol"
"nanti aja ngobrolnya di tempat makan, Denis udah lapar nih"
"oke bos Denis, sekarang kita cari tempat makan dulu ya"
"iyaa ayah"
..........
Nando, Marsya, Denis dan Doni, duduk di meja yang sama di food Court dekat tempat mereka akan berbelanja.
sambil menunggu makanan datang, ke tiga orang dewasa itu hanya fokus pada tingkah Denis yang lucuu
"aaahh, aku jadi pengen punya anak juga" ucap Doni
"makanya cepet nikah, walaupun aku juga gak pernah sangka bisa dapat istri bonus anak yang lucu kaya Denis" hahahaa Nando bangga
"Nando, kamu gak liat reaksi orang kantor tadi? bos kesayangan kita yang biasanya pelit bicara tiba2 tertawa didepan umum"
"Pelit bicara? sejak kapan? dari awal ketemu bicaranya banyak banget padaku" akhirnya Marsya bersuara dan ikut nimbrung, walau nadanya sedikit ketus
"heeii, sepanjang perjalanan kamu diam terus, kenapa sekarang malah mgomong ketus gitu"
__ADS_1
Marsya hanya menjawab protes Nando dengan lirikan yang tajam
"jujur sama aku, kenapa tadi diam, kamu mikirin apa?"
"apa gunanya kamu peduli yang aq fikirkan sekarang, toh gakan merubah apapun, karena kita sudah menikah"
minder, aku sedang minder tuan Nando, aku merasa tidak layak memilikimu sekarang
"eehh eehh, Hayo lohh Nando, emang apa yang udah kamu lakuin dalam beberapa hari ini, kenapa kayanya istrimu menyesal gitu ya" Doni meledek senang
"kurang ajar kamu Doni, diam jangan ikut campur.. dan kamu Marsya kamu hutang penjelas sama aku, apa maksudnya ngomong kaya tadi"
"kenapa aku harus ngejelasin?" Marsya semakin menantang
"udah cukup, tahan emosi kalian ada Denis nihh. benar juga kata tante Nadia, kalian lebih mirip sepasang musuh daripada sepasang suami istri, hahahaa" Doni melerai sambil meledek
"aku juga gak mau bahas ini di depan anakku, apa lagi depan kamu Doni!!"
Nando dan Marsya memilih barang yang mereka suka, lalu Nando menjelaskan pada Doni posisi meletakan nya dimana saja untuk rumah nya nanti. Doni hanya manggut-manggut pasrah, sudah tau maksudnya kenapa Nando sampai menjelaskan semua itu padanya.
untuk interior kamar Denis, Nando memilih sendiri semuanya, dengan tema superhero seperti janjinya, tentu saja itu membuat Denis semakin senang.
"Nando, ini sudah terlalu banyak" ucap Marsya berbisik berusaha menyadarkan Nando yang kalap belanja
"Aku gak ada waktu lagi harus selesai semua hari ini, urusan kita masih banyak yang perlu diselesaikan" jawab nando santai
selesai memilih Nando dan Marsya ke kasir, dan total belanjaan pun menyentuh harga sebuah city car, tentu saja itu membuat Marsya sakit kepala
"kenapa sih, suka banget melamun depan kasir, cepat bayar tuhh" ucap Nando berbisik di telinga Marsya
__ADS_1
marsya membalikan badnnya, menghadap Nando "gimana aku bayarnya, kamu bilang limit harianku cuma 25 jt, tapi 2 barang pilihan mu aja harganya melebihi limitku, kita cancel sebagian yaa?" jawab marsya yang berbisik juga sambil membelakangi kasir
"kan kamu punya kartu lain yang aku kasih kemarin" Nando senyum jahil
sial credit card lagi, kenapa dia harus ikut pilih pilih sih, katanya urusan perabotan rumah bagianku tapi ini semua 80% pilihannya
"pak bu, gimana pembayaran nya?" suara petugas kasir memecah perdebatan keduanya
"oh iya mbak, ini sama istri saya. kamu urus ya aku mau temui Doni dan Denis dulu, dari tadi Doni caper banget sama anakku" ucap nando sambil meninggalkan Marsya
Pasrah, Marsya pun memberikan credit card Nando pada petugas kasir sambil mengomel dalam hatinya "gaya hidupmu berbahaya sekali tuan Nando"
selesai urusan bayar membayar, Marsya menghampiri 3 lelaki yang sedang asik tertawa itu,
"udah selesai? ayo kita pergi" ucap nando sambil hendak menggendong Denis
"kok pergi, terus belanjaan kita gimana?"
"tuuh ada Doni, itulah gunanya dia ikut saat ini, sekarang kita ke rumah mama ku, kamu belum pernah kesana kan. Don, urusin yaa , susun semuanya seperti yang aku jelasin tadi, nanti aku pulang harus udah beres"
"Iyaa iyaa, tenang aja sangkuriang ini siap melakukan apapun untuk Bos Nando"
"Emang Doni bisa sendirian? ini banyak banget loh" marsya kebingungam sendiri dengan perintah Nando itu
"gausah pikirin dia, dia punya pasukan goib, ayo jalan"
setelah keluarga kecil itu berlalu, Doni mengeluarkan hp nya lalu menghubungi seseorang "kirim semua anak buahmu kerumah Bos yang baru, sekalian antar mobil bos juga ksana, ketemu di lokasi 1jam lagi"
tugas selesai....ckckckckck
__ADS_1
.........