
"halo sayang, kamu dimana? kok aku pulang kerumah kamu gak ada?"
"aku lagi di mall *** sama mama, katanya pulang sore, kok jam segini udh pulang?"
aku buru buru pulang karena mikirin kamu sendirian dirumah, bilang bilang kek kalo mau jalan
"ooh acaranya selesai cepat"
"yaudah km istrirahat aja, mau aku bawain sesuatu ga, mumpung disini?"
gak ada, pulang aja cepat, aaahh gak mungkin aku bilang gitu saat dia lagi quality time sama Mamanya
"apa aja sayang, yaudah have fun sm mama ya"
"oke, bye" sambungan tlp pun terputus
aku bisa ganggu semua waktumu, saat kerja , saat tidur, bahkan saat km sibuk dengan game online kesukaan mu itu, tapi tidak waktu saat bersama mama Nadia, karna di balik semua kedewasaan yang kamu tunjukan saat menjadi kepala rumah tangga inii, hanya saat bersama beliau, kamu menjadi baby boy yang menggemaskan dan aku mana mungkin tega merusak semua itu
........
Saat sedang menemani Denish bermain, Masya menerima telepon dr bank perkreditan kendaraan perihal pengambilan BPKB nya, yang tentu saja membuatnya terkejut karena seingatnya cicilannya masih 2 tahunan lagi, mana mungkin bisa langsung ambil surat2 kepemilikan.
setelah menerima penjelasan dari pihak bank, Marsya sudah mengerti kenapa hal itu bisa terjadi
"Apa yang sudah Nando lakukan"
Padahal sebagai seorang istri, seharusnya dia cukup bahagia kan, karena suami sudah melunasi hutang nya, tapi tidak untuk Marsya, dia merasa Nando sudah melewati batas, suatu kebanggan karena hasil jeripayahnya yang dia cicil sedikit demi sedikit bisa menghasilkan suatu barang berharga, ternyata di patahkan oleh Nando dengan pelunasan mendadak itu.
............
aktifitas menjelang tidur di rumah Nando berlangsung dengan normal, makan malam bersama, menemani Denish bermain dan tertawa sambil menonton sinetron keluarga entah apa judulnya, yang penting tv menyala tanpa ada satu orang pun yang fokus menyaksikan acaranya.
Banyak pertanyaan di kepala Marsya untuk suaminya, tp dia menahan ego nya sedemekian rupa, agar tidak menunjukan didepan Denis...
__ADS_1
"tunggu Denish tidur" begitulah mantra yang terus dia ucapkan saat menatap Nando
........
"Nando, kita harus bicara" kata pertama yang Marsya ucapkan sambil fokus menyisir rambutnya di depan meja rias
sedangkan Nando yang baru keluar dari toilet dikamarnya pun dibuat terkejut
"Nando? lagi? panggil aku sayang!"
"umurku 1 tahun lebih tua dari kamu, sah sah aja kalo aku marah panggil nama" jawab Marsya membela diri
"aku kepala rumah tangga disini, jaga sopan santunmu"
apaan sihh, dulu juga sebelum kita begituan aku panggil nama kamu biasa aja..kenapa sekarang jadi sensitif banget, lagi pula mana ada orang marah panggil Yang Yang an terus
"Nando, please"
ayolah inti masalahnya belum beres malah debat gara2 ini
"oke okee, sayaangg....."
"iya Marsya, ada apa, kenapa kamu marah sama aku" Nada suara Nando melembut
tu kan, kamu aja panggil nama, dasar curang
"kamu buka brangkas aku?"
"oohh itu, dirumah ini gak ada peraturan kita dilarang buka berangkas pasangan kan?"
Memang sih, tapi saat pertama aku injakan kaki dirumah ini pun, lemari besi itu sudah ada dua, kamu sendiri yang bilang ini milikmu, ini milikku. kufikir kita seperti punya perjanjian tidak tertulis dilarang kepo privacy pasangan nya.
"isshh, apa yang kamu liat disitu?"
__ADS_1
"semuanya"
eeh tunggu apa Marsya sedang marah gara2 aku liat foto ayah nya Denis?
"okee Marsya aku mengaku salah, aku lancang udah liat foto2 yang kamu sembunyikan disitu"
"foto? foto apa yang aku sembunyikan" berfikir sejenak lalu teringat "oohh, aku gak sembunyikan kok, memang foto itu selalu ada diantara dokumen2,supaya aku ingat nyimpen nya kalo suatu hari Denish minta, kamu marah aku simpan foto itu?"
"aku gak marah, bukannya sekarang kamu yang sedang marah2?"
iya juga ya
"kamu lihat kwitansi2 itu kan? tadi sore aku dapat tlp kamu lunasin kreditan mobil aku, kenapa?"
"huuh, gara2 itu tooh...bukannya seharusnya kamu bilang makasih ya, kenapa harus marah"
"aku gak minta kamu lunasin, aku bisa kok bayar sendiri, walau masih mencicil"
"kamu emang hoby mencicil, untung tadi KPR nya gak aku lunasin sekalian" suara Nando pelan tapi Marsya bisa mendengar nya
"Apa yang kamu lakukan sm KPR ku? kamu lunasin juga haah""
"enggaa, sumpaah aku gak lunasin KPR nya, km masih bisa kok mundar mandir ke Bank 6 kali lagi" jawaban Nando spontan membela diri
"kamu bayar 7tahun stengah sekaligus, dan disisakan 6 bulan, sayaaaanggggg!!!!!!!!!" penekanan luar biasa pada kata sayang, geregetan sm kecerdasan Nando
Marsya membuka aplikasi I-banking di hp nya, lalu melihat mutasi hari ini dan menunjukan pada Nando
"jadi ini, transferan mendadak ke rekening pribadi aku, bukan ke rekening bulanan dari kamu, senilai 6x angsuran itu untuk bayar KPR maksud kamu"
Nando menganggukan kepala nya, senyum senyum gemas
marahlah sesukamu, setidaknya saat ini aku sudah di dalam kamar, jadi kamu gak mungkin kunci pintu dari dalam lagi
__ADS_1
.................
.