Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Kecewa


__ADS_3

menjelang sore, Marsya sedang dalam perjalanan menuju gedung pernikahan...


"Ela, kali ini kita engga live dulu. situasinya belum kondusif, komen soal yang kemarin saja belum mereda"


"baik bu, padahal gara2 live kemarin nama bu Marsya sama pak Nando masuk akun gosip lohh, waah udah kaya artis aja"


"haah, seriuss?? aku kan ga ngumumin nikah sm artis, kenapa bisa masuk akun itu"


yaa memang bukan sama artis, tp sama pangeran bisnis, pewaris tunggal kerajaan Alsyeh


"iih bu Marsya, tp kan pak Nando idaman banyak artis, hahaa"


Marsya hanya tersenyum mendengar perkataan Ela.


aku tahu, aku tahu... karena itu aku ada rasa bangga ketika orang yang diidamkan banyak orang itu ternyata suamiku, tapi gak perlu go public juga dong, jadinya orang2 kepo sama hubungan kita. aku gak nyaman dengan situasi ini.


......


Mama nur terkejut karena tiba2 Nando sudah datang ke rumahmya,


"looh, kamu kapan sampai katanya baru pulang besok"


"tadi pagi ma, aku naik flight pertama"


"pasti Marsya gak tau kamu pulang, soalnya dari tadi mama liat dia santai aja gak ada panik2 nya"


"hehe, aku gamau liat dia panik, jadinya sengaja gak bilang bilang"


obrolan itu berlanjut, Mama pun menceritakan kehidupan masalalu Marsya, cara dia bangkit dari keterpurukan karena mendadak jadi tulang punggung keluarga setelah meninggalnya Suami dan Papa nya.


"Marsya menjadi janda saat usianya baru 25 tahun, Denis yang baru 8 bulan, dia gak punya pekerjaan, malah punya cicilan rumah. Mama sudah bilang lepas saja rumah ini, lalu kembali ke rumah mama dulu, tapi dia bersikeras tidak mau, karena ini peninggalan Ayah Denis..eeh malah sekarang rumah mama yg di kosongin karena kasihan liat dia hidup cuma berdua"


Nando mendengarkan cerita Mama nur dengan serius, ada gurat kesedihan disana.


Maafkan aku yang telat menemukanmu, seharusnya aku berdoa minta jodoh dari 5 tahun yang lalu, harusnya saat itu aku memelukmu dan meringankan lukamu.


..........

__ADS_1


Malam hari setelah mendapat kabar dari mama Nur bahwa Denis sudah diantar pulang, tidak mau menginap lagi, maka selesai bekerja Marsya langsung pulang kerumah nya.


Ia mengetuk pintu namun alangkah terkejutnya saat yang membuka pintu bukan salah satu dari ART nya, melainkan sang tuan rumah.


Nando yang memang sedang menunggu kepulangan Marsya pun langsung memeluk nya, sedangkan Marsya mematung tanpa reaksi apapun..


"kejutaannn......" kata Nando sambil memeluk dan terus menghujani Marsya dengan ciuman


"kaa....muu pulang? kapan?" wajah marsya masih tanpa ekspresi, seperti shock dengan penampakan suaminya saat ini


"dari pagii"


"pagi? kenapa?"


artinya dia naik pesawat pagi2 sekali, haahh jam segitu aku lagi apa, bodohnya aku berfikir suamiku sedang tidur saat itu...ternyata dia dia sedang mempertaruhkan hidupnya.


"apanya"


"kenapa gak ngabarin aku dulu, kamu anggap aku apa?"


Marsya melepaskan pelukan Nando, mengusap wajah dengan kedua tangan nya, "Denis mana?"


"udh bobo di kamarnya"


"aku mau liat dia dulu" lalu Marsya berjalan meninggalkan Nando menuju lantai atas tempat kamar Denis.


mendapati putra semata wayang nya tertidur pulas, lalu dia mengecup Denis lalu pergi menuju kamar para ART, memastikan bahwa semua sudah tidur.


Nando tidak mengikuti Marsya, dia memilih duduk kembali di ruang keluarga, melanjutkan pekerjaan yg dia lakukan saat tadi menunggu Marsya pulang.


mendengar suara langkah kaki di tangga Nando berkata "udah aku bilang kan Denis udah tidur, tadi kusuruh tidur di kamar kita, tapi dia nolak"


Marsya duduk di sebelah Nando, air matanya sudah berlinang


"jangan buat kejutan seperti ini lagi, km buat aku seperti orang bodoh yang gak tau keberadaan suaminya"


"kenapa kamu nangis, gak ada yang bilang kamu bodoh, aku cuma gak mau liat kamu khawatir, jadi aku gak bilang2 mau pulang"

__ADS_1


"bukannya hal wajar kalo seorang istri menghawatirkan suaminya? bukannkah itu lebih baik daripada aku jadi istri yg gak tau kalau suaminya sedang dalam bahaya"


"bahaya apa maksud kamu, gak ada yang bahaya disini, Marsya sayang, aku baik baik aja sekarang lihat aku sehat gak terluka sedikitpun"


"bahaya, sangat bahayaaaa...karena dulu......" kata2 marsya terhenti disitu, dia memalingkan wajah, menghindari tatapan Nando, airmatanya mengalir deras


Nando memegang dagu Marsya agar menghadap wajarnya "kenapa? apa karena almarhum ayah nya Denis?"


"kamuu tau?"


"yaa, aku minta maaf karena baru tau hal itu semalam, makanya tadi pagi aq putuskan pulang tanpa kabarin kamu dulu, aku takut km akan gelisah dan menangis seperti saat aku mau pergi"


"terus kamu fikir dengan mendadak pulang begini aku akan bahagia?"


"yaa" jawab Nando singkat


"salah tuan Nando, walaupun aku takut dan khawatir setengah mati, tapi itu lebih baik daripada kamu buat aku jadi wanita bodoh yang gak tau apa2"


"Marsya cukup panggil aku sayang jangan pakai panggilan lain bila berbicara denganku"


"sayang" marysa menatap Nando lalu memeluknya "terimakasih sudah kembali dengan selamat, terimakasih karena kamu sudah pulang" air matanya masih menetes, kali ini Marsya yang menghujani Nando dengan ciuman


tentu saja Nando senang mendapat ciuman bertubi tubi dan dia pun membalas nya...


setelah ciuman panjang pelepas rindu itu berakhir, Marsya bangkit "aku mau mandi dulu ya" seperti kode yang membuat Nando tersenyum


"iya, nanti aku nyusul ya"


Marsya berjalan kekamarnya, saat di depan pintu kamar, Marsya berbalik lalu berkata "tapi sayang, setelah ku pikir2 tindakan mu kali ini gak bisa aku lepaskan gitu aja. bisa aja suatu saat km melakukan nya lagi, terbang2 tanpa kabar, jadi terima hukuman pertamamu dari aku..."


"haahh....." nando masih terkejut maksud nya apasiii


"selamat tidur di sofa malam ini" lalu marsya segera masuk ke kamarnya, dan mengunci pintu dari dalam.


"MARSYA.....aku terbang bukan untuk kabur, tapi untuk menemuimuu!!!!!"


.............

__ADS_1


__ADS_2