
obrolan di kediaman marsya berubah jadi hening.....setelah kata terakhir bude, tidak ada yang bersuara lagi.
Papa Fariz mengambil alih pembicaraan canggung itu...
"Marsya, anak kami bernama nando, saat ini usianya 29 tahun sudah cukup matang untuk menikah, ekonominya juga mapan. dia single dan berprilaku baik.." promosiii niyehhh
marsya masih diam tanpa ekspresi, mencerna semuanya
"beberapa hari lalu, anak kami memilih seorang wanita yang ingin dia jadikan istri dan itu kamu. tentu saja kami menyambut hangat dan bisa dibilang ini Ta"aruf karena kami pastikan kalian berdua memang belum saling mengenal"
mama mengeluarkan hp lalu menunjukan foto Nando pada marsya, "ini anak kami"
marsya mengambil nya, dilihat wajah tampan khas pria keturunan..dengan hidung mancung dan bibir tipis merah muda, secara fisik aja sempurna, dilihat pula kedua orang tua yang duduk di depan nya, yaiyalah dua orang ini juga keturunan asli yang idungnya bangir bangir itu lohhh.
marsya mengembalikan hp, masih tanpa jawaban, ayoo sadar marsya, dimana rasa percaya dirimu yg biasa kamu pakai menghadapi client dalam smua job weddingmu...
__ADS_1
"kami tidak akan memaksa kamu, tapi kami berharap kamu firkan secara matang jawaban apa yang bisa kamu berikan pada kami"
marsya terdengar lirih lalu bersuara "apa om dan tante tahu siapa saya sebenarnya? kenapa om begitu yakin melakukan taaruf pada saya, apa om gak takut membeli kucing dalam karung?" ucap marsya memprovokasi agar kedua orang itu berubah fikiran
"kami tahu status mu dengan jelas, dan itu bukan masalah"
"tapi iman saya belum sebesar itu untuk tiba tiba berta'aruf, dan ini sangat mengejutkan."
"tidak masalah, bila kamu ingin perkenalan lebih dahulu, atau dimulai dari hubungan yg lebih sederhana seperti berteman agar tidak terlalu membebanimu." ucap papa bijak, tahu betul bahwa gadis didepannya sedang berusaha untuk menolak
"fakta bahwa kami orang tua Nando secara pribadi langsung datang kemari, adalah bukti bahwa kami serius pada kamu" ringan tapi dalemm banget ucapan Papa fariz
mama melihat itu, lalu menyadari sesuatu inikah alasan nando jatuh cinta pada gadis yg memiliki senyum manis tapi memiliki mata yang sedih. berusaha tersenyum menghadapin kenyataan, walau sebenarnya hatinya menangis..apa kedatangan kami cukup membebaninya? hingga dia tersenyum dengan menyedihkam seperti itu.
"tapi untuk menuju ke pernikahan sama sekali tidak ada dalam angan angan saya, terlalu jauh, namun ketulusan om dan tante kemari saya apresiasi sedalam dalam nya"
__ADS_1
jawaban yg cukup menjelaskan bahwa Marsya menolak membuat papa berfikir keras cara agar mempertemukan mereka
"kamu benar marsya, penikahan bukan membeli kucing dalam karung, hal ini juga berlaku untukmu...., bagaimana jika kalian bertemu dulu satu kali saja, didampingi oleh kami agar kami pastikan kamu tetap aman tanpa ada fitnah yang timbul nantinya"
apaan sih aku bukan orang yang anti berduaan sm cowo juga, knp harus pake pendampingan banyak orang juga kaya jagain anak perawan aja...emangnya mau ngobrol di kamar hotel?? kalo sekedar di tempat umum sih berduan juga oke lah, tapi iyain aja lah biar cepet, biar gak maksa nikahin mulu....
boro boro nikah lagi, penjajakan sm lelaki aja males.
"baik om, saya tunggu kedatangan berikutnya di rumah ini' yuup dirumah aja kali, males kemana mana cuma buat kenalan sama cowo, hihiii
"terima kasih Marsya, melihat kamu tante semakin yakin pilihan nando gak salah'
whatt emang apa yang aku lakuin, dari tadi cuma diem sama ngeless aja...kok jadi "gak salah sih" harusnya salah, pilihan anak tante salah besar
aku tidak mau menikah, beban di pundak ku berat, membiayai kelurga, sama cicilan rumah, biaya kuliah adikku, apa lagi ada anak yg masih kecil. apa ada laki laki yang mau menanggung itu?
__ADS_1
...............
..............