
Nando keluar dari ruang kerja Marsya, melewati Marsya yang sedang berbicara dengan calon pengantin di meja bulat dekat ruangan kerjanya .meja ini memang selalu dia gunakan untuk memberikan konsultasi tentang konsep acara, tema makeup dan lain lain.
'kamu mau kemana" tanya marsya melihat nando melewatinya
"ambil hp di mobil" jwbannya datar sambil menuju ke mobilnya
lalu nando masuk ke gallery lagi dan memilih duduk di sofa, tidak jauh dengan tempat marysa memberikan konsultasi.
disana dia memainkan hp nya sambil sekali sekali melirik marsya, kadang tatapan mereka bertemu, tapi lebih banyak nando yang melihat ke arah marsya, mengagumi, terpesona, jatuh cinta atau apalah.
konsultasi selesai cepat, calon pengantin pamitan lalu pergi dari galerry, dari tempat duduknya, masya memanggil nando...
"nando, ayo ke ruanganku" lalu marsya pergi keruangan nya duluan
waahhh, gadis ini anggap aku seperti pasien berikutnya yang nunggu antrian. apa susahnya menghampiriku dulu, duduk disini sebentar lalu basa basi minta maaf karena sudah membuatku menunggu selama 30 menit..
Nando masuk keruangan marsya, melihatnya yang sedang sibuk membuka bungkusan nasi padang untuk dipindahkan kedalam piring..
"apa orang yg kerja disini gak curiga sama aku karena kamu ajak aku keruang kerja mu?"
__ADS_1
"curiga? kenapa harus curiga, udh sering kok vendor kerjaku masuk ke ruangan ini, bos tenda, bos bunga, bos OT, tukang foto, aaahh banyakk dehh" jawab marsya cuek
"haah, jadi kamu udh sering satu ruangan sama pria lain? jangan jangan mereka juga anggap aku bos tenda." mulai cemburu tuuhh
"mungkin, ayo sini makan. kamu kan belum makan siang"
"apa kamu juga sering makan bareng sama mereka di ruangan ini?" tanya nya lagi sambil duduk sebelah marsya
"enggak lah, ngapain ngotorin ruang kerjaku sama makanan, di sebelah kan ada warung makan. mereka bisa pergi kesana kalo lapar"
"oohh jadi aku pria yang pertama makan disini bersamamu?" ucap nando yang mulai tersenyum
nando tidak menjawab, dia langsung mulai makannya..
"kapan kamu mau umum kan pernikahan kita sama teman kerjamu? acaranya kan 7 hari lagi, melihatmu bekerja di bidang wedding sepertinya persiapan nya tidak sulit untukmu, bahkan pesta besar juga km bisa wujudkan dalam waktu 7 hari"
"belum bisa sekarang, orang tua kita belum setuju mengenai tanggal itu. itukan pilihan mu sendiri, kita harus konsultasi sama orang tua juga kan"
"emang kamu punya waktu lain selain hari itu? apa kamu mau pernikahan kita di hari yang sama dengan job makeup mu? sekalian aja kita numpang nikah di resepsi orang lain."
__ADS_1
"aahh benar juga" jawab marsya singkat
nando panik "apanya yang benar, numpang nikah di acara orang?"
jangan gilaa hei wanita, mukaku mau di taruh di mana
"aku gak punya waktu lain, selain hari ini. jadwalku udah full dibulan ini, dan seseorang maksa aku nikah ditengah jadwal yang padat" ucap marsya sambil meminum es jeruk milik nando
"heii, itu minumanku, aku udh minum duluan tadi"
kenapaa dia bisa sesantai ini, apa itu udah termasuk berbagi bibir? seperti ciuman, haah ciuman pertamaku melalui sedotan?
"minta dikit sihh, pelit banget, punyaku ke aseman"
"jangan pernah lakuin itu, apalagi sama pria lain"
marsya mendumel dalam hatunya "reaksi nya berlebihan banget, minta minumannya dikit aja marah gitu, apa gunanya royal tentang uang serahan sama cincin kawin, minta minuman aja pelit, aku gitu kan sama dia doang cuma buat hilangin kecanggungan diantara kita. maksa ngajak nikah tapi minum satu sedotan aja gak mau."
..............
__ADS_1