
Selesai makan siang berdua, Nando langsung mandi karena sudah memasuki waktu solat, sementara Marsya merapikan bekas makan mereka.
Nando keluar kamar sudah memakai baju koko, sarung dan pecinya lalu berkata "aku ke masjid dulu, kamu mandilah trus solat jg, pintunya aku kunci dari luar ya"
"aku selalu jauh cinta melihatmu berpakaian seperti ini" ucap marsya yang terkagum pada ketampanan suaminya itu
"benarkah, tapi kenapa ya aku justru jatuh cinta melihatmu pakai baju tidur itu, nanti selesai solat kamu pakai baju itu lagi ya"
Marsya tersenyum, "iyaa, ywdh sana pergi aku mau mandi dulu"
"yaa, assalamualaikum"
"waalaikum salam suami"
........
Nando keluar rumah, mengunci pintu dari luar lalu membawa motor maticnya yang memang khusus dia beli untuk ke masjid.
ketika pulang Nando melihat Marsya masih menunaikan kewajibannya, lalu ia bertukar baju kembali dengan kaos dan celana pendek dan ke ruang tamu untuk menonton tv
Masya keluar kamar nya sudah memakai baju tidur minimalis itu lagi, lalu duduk disebelah Nando sambil menyisir rambut panjang nya yang masih basah setelah keramas..
Nando menepuk paha nya agar marsya tiduran disitu
"kenapa aku harus tiduran di pahamu"
"aku mau merapikan rambutmu, kemarikan sisir nya"
"Sejak kapan orang menyisir sambil tiduran" walau ngomel, tapi dia tetap menurut permintan suaminya itu, lalu membaringkan kepalanya di paha Nando sambil mengangkat rambutnya
karena pakaian tidur nya yang sangat minim itu, membu Marsya sangat tidak nyaman dengan posisi tiduran di sofa. apa lagi Nando dengan jelas bisa melihat semuanya,
__ADS_1
ini baju apaan sii, tarik ke bawah, diatas keliatan, tarik ke atas eeh malah yg di bawah kayak di obral...aaahhhh
ketidaknyamanan Marsya terlihat jelas di mata Nando, namun dia hanya tersenyum sambil fokus menyisir rambut panjang istrinya dengan asal asalan
"kenapa kamu masih ngegodain aku sih, emang yang tadi belum puas" ucap nando dan karena rambut Marsya yang masih basah itu terlalu kusut, membuat Nando sedikit kesulitan merapikan nya
"awww...sakit, knp jambak rambut aku? siapa pula yang godain, baju ini nihh kekurangan bahan, boleh aku ganti gak?"
"bajumu kan kado pernikahan ku, jadi kamu harus pakai itu seharian"
"tapi aku beneran gak nyaman pakai baju ini dengan posisi seperti ini pula, apalagi kita di ruang kelurga"
"yawdah ayo" Nando mengangkat kepla Marsya dari pangkuannya, lalu mulai berdiri dan mencoba menggendong Marsya yang kebingungan
"aayooo kemana maksudnya"
"kekamar, membuang semua ketidaknyamnan mu itu"
"haaah, apaan sih gak ngerti"
"bukan begitu maksudnya, aahhh Nandoo toloong......" muaach muaahh, kecupan 2 kali mendarat di bibir Marysa membuat nya terdiam dan memilih melingkarkan tangan di bahu suaminya itu.
Nando membaringkan tubuh Marsya tempat tidur, lalu melucuti pakaian istrinya satu persatu. dia tersenyum "seperti ini aku lebih suka" melihat Marsya yang polos tanpa sehelai benang pun, membuat nya kembali bergiarah lalu dia pun melepas semua pakaiannya sendiri dan kembali menindih tubuh kecil itu dengan ganas nya
tubuhku ini sangat jujur dan menikmati semua permainannya sekarang, aku seperti tanah kering tandus yang sedang disiram air hujan, smua sentuhanya mengobati kerinduanku akan belaian dan kenikmatan*marsya
Marsya yng sudah tidak bisa mengontrol deshannya itu, membuat Nando semakin bersemangat dan semakin liar namun di tengah permainan dasyat nya Nando tiba tiba menghentikan gerakannya...
"aaakkhhh Nandoo kenapa berhentii, akuu sudah mau keluaaaaarrrr....."dengan suara parau nya Marsya meminta untuk dilanjutkan
"mau aku teruskan?" dan di jawab dengan anggukan oleh Marsya
__ADS_1
"Panggil aku sayang mulai hari ini"
"sayang, teruskan"
ini gilaa, permainannya seperti candu dan tanpa tahu malu aku memintanya meneruskan semuanya
"memohon dengan benar, atau aku berhenti disini"
bodo amat sama urat malu, toh aku juga meminta nya pada suamiku sendiri yang saat ini sedang menggagahiku dengan semua kenikmatannya
"sayaaang lagiiiii, aku mauu"
"sayangku mau lagii?" senyum senang tersungging dari wajah tampan Nando
"iyaa, lagi sayaang ayoo teruskan"
dan permainan itupun berlanjut dengan jeritan kenikmatan Marsya yang berkali kali mencapai klimaknya
"sayaangg aku udah gak kuat...udaahh"
ahhhh......aaakkkhhhh
"udaahh?" ucap Nando yang justru semakin menggila dengan gerakannya bahkan tangan tanpa henti memainkan gunung kembar Istrinya itu dengan sesekali menghisapnya dengan rakus
"eenggggaaa...jangan udahan, lagiii lagiii, sayaangg aakkkkhh lagiii" Marsya yang lepas kendali entah sadar atau tidak dengan semua kegilaannya memohon disetubuhin oleh suaminya itu
"aaahhkkkkkkkkk........" teeeeengg ronde dua berakhir
Nando jatuh lemas diatas tubuh Marsya, mengecup kening, pipi, lalu mencium bibir dengan sangaat lembutnya
keringat deras mengucur diiringi debaran yang kuat dari keduanya
__ADS_1
"aku gak punya tenaga lagi" ucap Marsya lemah
...........