
Marsya mau tidak mau menurut, dia pun berdiri hendak menuju ke kamar untuk melakukan test nya.
"mau kemana, aku ikut periksa nya"
"Nando, dudukk....gausah ikut mau periksa segala, tunggu aja hasilnya, ingat kamu lagi puasa" ucap papa yang mulai kesal dengan si permen karet ini
"Memang marsya bisa sendiri, kamu tau cara pakainya gimana?" masih mencoba agar bisa ikut
"tauu sayang, kamu duduk aja disini yaa, duduk yang manis, ya sayangkuuuuuuu." mencoba sesabarr mungkin walau hatinya masih kesal karena testpack yang bejibun itu
"susah gak pakainya? kamu perlu bantuan tuuh" lebay mode on
"aahhhh....yaudah mama aja yang temanii, duduk kamu disini, gausah ikut2an" akhirnya mama bangkit dan segera menarik Marsya ke kamar nya...eehh salah, bukan kamarnya tapi kamar Nando waktu bujangan.
akhirnya Nandopun duduk manis, menunggu dengan sabar namun baru beberapa menit dia bersuara lagi "aku mau ke tempat Denish..dia masih di tempat bermain anak kan"
"gausah cari alasan, bilang aja mau menyelinap ke kamar" jawab kak Nisya
"tidak kakakk, aku mau ke tempat Denish, anakku, anak akuu!!"
"Nando, aku juga punya anak, tp gak seribet kamu..mereka lagi seru bermain, gausah di ganggu...ada suster juga yang jagain"
aahhh alasan apa lagi biar bisa kabur dari sini, lagian ni Papa kenapa ikut2an sihhh
.................
Marsya keluar dari kamar mandi, membawa cawan kecil berisi urin nya.
"mah, emang bisa akurat di cek siang begini. bukannya harus pagi2"
"gak apa2, besok pagi cek lagi..tuk stok kamu masih banyak..hahaa, sini mama yang cek"
"iihh mama emang gak jijik ya, biar aku aja deh"
"jangaann, mama mau jadi orang pertama yang tau, kenapa harus jijik kan kalo positif ini cucu mama, anaknya Nando....ihh seneng banget"
__ADS_1
"hehee, bismillah ini mah" ucap Marsya sambil menyerahkan cawan nya.
benda kecil berwarna putih biru itu pun dicelupkan, dan layar digital mulai menampak kan hasil...
deg deg deg deg...keduanya pun tegang menunggu hasilnya lalu tampak lah tanda love dan bertuliskan YES di layar mini itu
"Marsya, alhamdulillahh...selamat sayang, hasilnya positif"
"hamil mah, aa aakuu hamil?"
"iya sayang, ayo cepat besiap2 ke dokter kita buat periksa lanjutan"
Marsya mengangukkan kepalanya..tampak butiran bening mengalir di kedua matanya
"mama...hikk, aku hamil"
"jangan menangis sayang, terima kasih atas kebahagiaan ini, ayoo keluar Nando pasti gak sabar ingin tau hasilnya"
"iyaa mah"
........
"gimana hasilnya ma?" tanya papa yang pertama menyadari kedatangan mereka
"sepertinya kita semua disini harus lebih kebal lagi untuk melihat dan mendengar keposesifan nya Nando. karena si bontot Mama ini mau punya baby, selamat sayang, istri kamu hamil"
"alhamdulillah, selamat Marsya....selamat ya Nando" semua pun bergembira mendengar kabar baik itu
"yessss, aku berhasillll" ucap Nando lalu langsung berdiri memeluk istrinya
Mama yang masih ada di sebelah marsya pun menepuk bahu Nando mengingatkan "gausah ciuman yaa, tunggu bedug magrib. oke"
"iih mama apaan siiii" merasa Nando malu sendiri "aku mau panggil Denish dulu, dia harus tau kalau mau jadi kakak" Nando pun berlalu meninggalkan perkumpulan orang dewasa menuju area anak2
sementara semua keluarga pun berdiri dan memeluk Marsya begantian untuk mengucapkan selamat.
__ADS_1
Nando kecil akan segera hadir, lengkap sudah kebahagiaan keluarga Alfaridz Syech...
...........
Nando, Marsya dan Denish, ada didalam mobil menuju rumah sakit untuk periksa kehamilan
"udah mau lebaran sayang, aku rasa dokter banyak yang cuti deh" ucap Marsya di perjalanan
"kamu tenang aja, mama udah buat janji kok, teman arisan mama kepala di rumah sakit yang mau kita datangi"
"waahh seriuss, kamu kenal juga?"
"engga lah, mana pernah aku bergaul sama ibu2 sosialita"
"bundaa, bundaa kalo denis punya adik..adiknya laki laki aja ya bunda, biar bisa temenin denis berenang"
"bolehh....nanti Denish berdoa ya sama Allah, biar punya adik laki laki"
"iyaa bunda"
"Denish sayang, mau dengerin kata ayah gak?" tanya Nando sambil tetap fokus menyetir
"apa ayah"
"mau adiknya perempuan atau lelaki, Denish masih bisa ajak berenang kok, jadi apapun adik yang lahir nanti, kamu harus tetap sayang yaa gak boleh di beda bedain yaa"
"iya ayahh, denis akan sayang adik. janji"
"uuhh anak ayah pinterr....toss dulu" sambil memberikan sebelah tangan nya
"gak mau, ayah lagi nyetir tangan nya jangan kemana mana"
"ooooiyaa, oke booss sorry sorry"
............
__ADS_1