Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Para ART Mudik


__ADS_3

Pagi hari, Marsya sudah tiba di galery ini hari terakhir semua bekerja sebelum cuti panjang selama 2minggu. Dan dia pun di kejutkan dengan penampakan Ruko nya yang sudah mirip gudang sembako itu..


"Ya Allah, apa ini....kenapa numpuk sekali, siapa yang nitip barang dagangan disini"


"ya bu, ini kiriman Pak Nando yang kemarin, karena kebanyakan jadinya sofa2 terpaksa kami pindahkan dulu" jawab Yani cepat


haaahh? aku kan cuma pesan parcel lebaran aja, kenapa jadi banyak begini..


"sudah kamu hitung semuanya yani?"


"sudah bu, tiap item ada 35 pcs"


"oohh...hahaa baiklah, sepertinya kalian pulang harus pakai taxi online nanti, maaf ya"


"ya ampun mbak Marsya, emang ini betulan kita kebagian nanti? banyak banget ini sihh" tanya bu ina ikut bergabung


"iya bu, rejekii...diterima yaa, oiya aku minta tolong kalian tlp vendor2 yang biasa juga ya biar ambil bagian nya hari ini, besok kan kita sudah libur"


"baik bu Marsya"


"okee, hari ini gausah kerja, kita beberes aja, persiapan libur panjang trus nanti gantian ke ruanganku yaa, waktunya THR"


"horeee.......alhamdulillahh"


...............


Diruangannya Marsya mendapat tlp dari Mama Nadia yang menanyakan keberadaannya.


"Marsya lagi kerja mah, Nando juga kerja tadi pagi ada miting katanya. ada apa ma?"


"oooh, pantas mama telepon dia gak dijawab. Marsya hari ini Nisya dan Neira tiba dari luar negeri, mama senang sekali kalau ketiga anak mama bisa kumpul dirumah. kamu sama Nando tinggal disini sampai hari raya ya. lagi pula bik Sum, Inah dan Rosa sudah mau mudik. pasti nanti kamu kerepotan ngurus rumahmu sendirian, lebih baik kumpul dirumah mama aja ya"


hmmm....repot dimananya, aku udh biasa kok jadi pembantu dirumah sendiri, mama fikir aku princess yang gak tau apa itu sapu kali ya., hahaa *marsya*


"wahh, seru banget ada kak Nisya dan kak Neira juga, apalagi para keponakan yang gumushh. Marsya sih mau ma, tapi kan keputusannya ada sama Nando"


"yang penting kamu mau dulu ya, kalo Nando itu dimana ada kamu disitu dia pasti datang, yasudah nanti setelah para ART mu mudik, langsung meluncur ke rumah mama, oke?"


"iya mama, tapi Marsya ijin sama Nando dulu"

__ADS_1


"iya iya terserah kamu, tapi kalo Nando gak ijinin mama culik kamu kerumah nanti, hahahaa"


"aahh mama bisa aja, insya Allah pasti ngijinin ma."


"oke sayang, lanjutkan pekerjaanmu..nanti kabarin mama yaa"


"oke maa"


.............


pembagian THR pun dimulai, tiap pekerja masuk ke ruangan Marsya secara bergantian, mereka mendaparkan 1 amplop uang THR dan paket sembako yang urutannya Marsya pun tidak tahu, biar Yani dan Ela yang bagikan karena mereka Koordinatornya. yang jelas tiap item barang, mereka mendapatkan 1 bagian serta untuk tahun ini ada tambahan 1 buah amplop.. itu special anggap saja bonus dari suaminya, jumlah tiap amplop pemberian Nando semuanya sama. masing2 berisi 2juta saja tidak sampai 1x gaji seperti yang diinginkannya semalam tapi menurut Marsya ini titik tengah nya, lebih seperti bonus yg bisa dpt atau engga tiap tahunnya. Semoga saja rejeki kami baik terus jadi kami bisa selalu berbagi bonus. hehehe.


Semua senang, bisa pulang dengan banyak uang dan barang.. Tahun yang berekah untuk semua.


"selamat berlibur panjang semua anak2 ku, selamat hari raya, mohon maaf lahir bathin, hati2 buat yang mudik semoga lancar perjalanan dan bisa kembali dengan selamat, salam untuk keluarga besar kalian yaaa" Marsya mengucapkan salam perpisahannya


"Nanti kalian masuk kerja langsung gajian ya, kan pas akhir bulan, hahahaa" lanjutnya


dan Galery Marsya pun resmi di tutup sementara.


...............


Nando mengumpulkan para ART nya untuk memberikan THR dan sedikit peringatan "Harus balik lagi!"


entah berapa uang yang diberikan Nando yang pasti ketiganya mendapat amplop tebal terutama bik sum.


Mereka akan diantar dengan mobil travel milik Alsyech Grup bersamaan dengan ART lain yang bekerja di rumah Mama Nadia. dan akan di jemput bersamaan pula setelah masa liburan mereka habis nanti. karena itu sudah jadi Tradisi dalam keluarga Nando.


tangis bahagia pecah dari ketiga nya, karena kebaikan keluarga Nando yang menganggap mereka seperti keluarga sendiri.


"bik sum pasti balik lagi, Mas Denis baik2 dirumah yaa walau gak ada bibik sama yang lainnya"


"iya bik sum, nanti bawain Denis oleh2 ya kalo kesini lagi"


"tentu saja bos kecil"


.........


dikamarnya Marsya membicarakan perihal permintaan Mama Nandia yang meminta tinggal sementara di rumah nya kepada Nando.

__ADS_1


Nando berfikir sebelum menjawab, dia tahu keinginan mama nya agar semua anak bisa berkumpul, tapi bila di rumah itu tentusaja dia harus lebih jaga sikap, tidak bisa bermanja2 pada istrinya. apa lagi di depan papanya..


pilihan yang sulit untuk Nando


"sayang, apa yang kamu kuatirkan?"


"Marsya, kamu mau tinggal disana semetara?"


"aku tidak masalah, dimanapun oke asal sama kamu, kenapa kamu takut kejadian di hotel terulang lagi? aku bertengkar sama saudara2 kamu? hehee"


Nando membaringkan kepala nya dalam pangkuan Marsya yang sedang duduk di sofa kecil dalam kamarnya "bukan itu yang aku takutkan, karena setelah kejadian itu tidak akan ada yang bisa mengusikmu lagi"


"hahh, maksudnya?" sambil membelai lembut rambut suaminya


"karena melawan mu, sama saja berhadapan sama aku, dalam keluargaku tidak akan ada yang berani kecuali Papa...hahaha"


"yeeyy dasar.... trus sayangku ini kuatir akan hal apa?"


"bila dirumah besar itu, aku takut tidak bisa bebas nempelin kamu. aku harus sedikit jaga sikap, dan itu sulit"


"waaahh, masalahmu itu kronis banget sayangku...tapi kata mama Nadia aku bisa capek urus rumah ini sendirian tanpa ART, jadi harus tinggal disana" Marsya pura pura mengeluh


"Aku yang yang akan kerjakan semua kerjaan rumah" jawab Nando yakin


Marsya tertawa mendengar jawaban itu, "hahaha kamu memang bisa apa suami manjaku. paling ujung2 nya Doni yang kerjakan semuanya, baiklah kalo gitu aku yang putuskan, mulai besok kita tinggal di rumah Mama Nadia, titikk!!" ucap Marsya menggoda


"Marsyaa, terus aku gimana" manja-manja gak jelas ni lelaki bucin


"tidakkk sayangkuuu, kita harus tinggal sama keluarga besarmu."


"oke, tapi jangan salahin aku kalo aku gak bisa jaga sikap nanti didepan semuanya"


"gak apa2, selama masih dalam lingkungan keluarga inti, kamu bersikap kaya biasa aja lagi pula ini bulan puasa, kamu kan gak terlalu nempelin juga kok" jawab Marsya bijak


"ya sih, yaudah kita nginap selama puasa aja lebaran pertama kita balik kerumah ini lagi. toleransiku cuma sampai segitu"


Marsya tersenyum dan menyetujuinya.


lucu sekali suamiku ini, padahal kita mau nginap dirumah orangtuanya, kenapa tingkahnya seperti mau ke rumah mertua saja. seharusnyakan aku yang ngajukan syarat aneh itu.

__ADS_1


.........


__ADS_2