
Mobil Nando berhenti tepat di depan gerbang rumah mereka, Nando turun lebih dulu lalu membuka pintu untuk Marsya serta meminta Marsya untuk turun dan masuk ke dalam rumah
"Masuk lah, tunggu aku dirumah"
"sayang kamu gak ikut masuk?" Marsya bertanya dengan air mata yang masih berlinang
"ada yang harus aku urus, dengar baik baik mulai hari ini aku larang kamu keluar rumah dengan alasan apapun tanpa seijinku"
"Nandoo" marsya tercengang, terkejut dengan larangaan dadakan dari suaminya itu
"PANGGIL AKU SAYANG!!!!"
pertama kalinya Nando membentak Marsya, setelah aksi dingin nya sepanjang perjalanan, kali ini dia Marah hanya karena minta di panggil sayang.
"sayaaang, kamu marahh... kamu marahin aku" dan Marsya pun menangis lagi
Nando menghela nafasnya panjang, berusaha menekan emosinya sedalam mungkin dan kembali berkata dengan dingin "masuk, dan tunggu aku di rumah, aku pergi dulu" lalu dia masuk kembali dalam mobil nya dan mobil pun segera berlalu meninggalakan rumah itu
"sayaaangg, maafkan akuu, maafkan aku....."Marsya menangis, bersimpuh didepan gerbang besar rumah mereka
..........
Dalam perjalanan Nando menatap jendela, pandangan nya kosong.
__ADS_1
"Doni, aku mencintai Marsya, sangat sangat mencintai nya"
"ya aku tahu" Doni menjawab sambil fokus mengemudi
"aku melakukan segalanya untuk dia, aku berikan dia yang terbaik semampuku, aku bebaskan dia melakukan semua hal yang dia sukai, agar dia bisa nyaman bersamaku, sedikitpunn aku tidak pernah cemburu pada masalalunya. tapii kenapa dia ingin menukarku dengan hidupnya yang dulu"
Air mata menetes di pipi Nando, kali ini pertahanan dirinya benar benar hancur...cinta nya pada Marsya seperti bertepuk sebelah tangan, walau raga Marsya sudah menjadi miliknya sekarang, tapi jiwa nya masih terkunci pada kenangan masalalu.
"Marsyaku, istri yang baik, sangat penurut dia tidak pernah membatah ku sedikitpun, kupikir dia lakukan itu karena cinta, tapii kini aku sadar, dia seperti itu hanya karena kewajibannya sebagai istri, cinta nya bukan milikku"
Rapuh, Nando sangat rapuh kali ini, dia menangis sesegukan di kursi belakang, bercerita pada Doni sahabatnya.
Tahu sahabanya sangat terpuruk, Doni menepikan mobilnya lalu berbalik menatap Nando yang masih menangis
"kamu tahu, sampai saat ini aku sangat gilaa ketika dia memanggil ku dengan namaku saja, aku selalu memaksanya memanggilku sayang, agar aku merasa bahwa dia itu menyayangiku"
"Dia memang menyayangimu Nando, aku bisa lihat dari tatapan matanya padamu"
"benarkah, tapi kenapa dia mau menukarku?? kamu tahu rasanya bersaing dengan orang yang sudah meninggal? itu menyakitkan.. kadang aku berfikir lebih baik ayah nya Denis masih hidup, jadi kita bisa bersaing secara adil memperebutkan cinta Marsya, tapi bila seperti ini, bagai mana aku melawan nya??? dia hidup dalam kenangan Marsya, bagai mana aku melawan orang yang hidup di masa lalu?"
"lalu sekarang, apa yang mau kamu lakukan pada istrimu?"
"aku belum tahu, saat ini ada hal yang lebih penting, orang tua ku..Dibanding aku, mereka orang yang lebih tersakiti karena ucapan Marsya"
__ADS_1
"yaa, aku tahu, mereka sangat tidak suka bila kamu di remehkan"
"jangan katakan apa2 pada mereka soal ini, aku tidak mau mereka lebih sakit hati lagi bila tahu aku menangis karena perkataan Marsya"
"bila itu maumu, aku akan diam"
"hmmm, ayo jalan lagi mereka pasti menungguku di hotel"
"baikk" Doni pun kembali melajukan mobilnya, menuju Hotel yang tadi mereka tinggalkan
"btw Nando....Selamat Ulang Tahun" ucap Doni dengan nada sedih.
Sedihh, siapa yang menyangka pesta kejutan sempurna yang hanya tinggal menunggu waktu saja, hancur berantakan karena tragedi ini.. inilah Ulang Tahun tersedih selama hidup Nando.
"bahkan setelah aku menikah, tetap kamu orang pertama yang mengucapkannya, terimakasih tetap jadi sahabatku hingga saat ini"
.............
"selamat ulang tahun Sayangku Nando, suamiku, jalan syurgaku"
hhuuuusshh, Masya meniup lilin ulang tahun di kamarnya sendirian, dalam suasana yang gelap hanya lampu tidur yang menyala, dia tidak dapat menghubungi Nando, karena Hp nya langsung tidak aktif semenjak Nando meninggalkan rumah.
"hiikkss, jangan tinggalkan akuuu, kumohon maafkan akuu, jangan tinggalkan akuu....."
__ADS_1
...............