Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Kesal tetapi Senang


__ADS_3

Mencintai dan dicintai, adalah hal sederhana yang diinginkan semua orang. Apalagi semua terjadi dalam ikatan suci pernikahan.


Rumah tangga yang harmonis dimulai dari kerja sama antara suami istri, rasa saling percaya dan pengertian harus tertanam dalam setiap pasagan.


Meskipun pernikahan Nando dan Marsya masih terbilang baru, dan hubungan cinta mereka pun belum bisa teruji oleh waktu. Namun keduanya berhasil membangun rasa kekompakan untuk mengarungi bahtera rumah tangga bersama. Dan semoga selamanya seperti itu, itulah harapan mereka.


........


Digalery Marsya, diruang kerjanya marsya sibuk dengan segudang pekerjannya, sambil sesekali menguap karena ngantuk


"aku lelah sekali, aku mau tidur tapi pekerjaan malah sedang menumpuk. ini gara2 Nando, kenapa sii semenjak malam pertama itu dia gak pernah biarin aku tidur nyenyak"


mengomel sendiri tiada henti, kesal campur senang dengan ulah suami nya setiap malam


"aku hanya bisa tidur kalo sedang datang bulan, tapi itupun setelah tangan dan bibir nya puas mengerayangiku.....aahhh dia bener bener seperti permen karet skrg ini, tapi dia lucu tapi aku capek"


......


sementara di kantor Nando, dia kedatangan sepupu nya, anak dari Adik Mama Nadia yang bernama Fahmi dan ia datang bersama pacar nya Aisya. tentu saja hal ini sukses membuat nando terheran heran.


"kalian berdua kalau mau menikah, kenapa datang ke kantorku, sana ke KUA" ucap Nando yg kebingungan setelah mereka menjelaskan maksud dan tujuan nya datang kekantor nya


"masalahnya semalam aku sama Aisya lagi cari MUA buat wedding kami, trus dia tunjukan sosmed seorang MUA dengan nama yang familier, dan begitu aku liat orang nya pun aku pernah liat, dia seperti istrimu, Marsya"


"teruussssss.....?"


"yaa aku telepon tante Nadia buat konfirmasi, dan tante bilang memang itu istrimu, makanya pagi ini aku langsung datang ke sini menemuimu"


"terus, kenapa datang ke kantorku, datang aja ke galerinya langsung"


"aahhh, punya sepupu gini banget, Nando aku ketemu istrimu hanya di pernikahanmu aja, mana bisa tiba tiba langsung kesana trus bilang kita bersaudara"


"kalian kan bisa datang sebagai client"


Nando dan Fahmi memang tinggal di kota yang berbeda, karena kesibukan masing masing sehingga mereka jarang berkomunikasi. Dan mereka ketemu hanya di hari hari besar keluarga saja.


"Nando aku nyetir 4jam kesini, ayolah temani kami ketemu istrimu, biar urusannya cepat deal"


"kak Nando, tolong temanin kami, aku ngefans bgt sama Marsya Makeup, udah jadi impianku kalau nikah pakai jasanya"


"kalian berdua ini pacaran udah terlalu lama, aku senang akhirnya kalian nikah juga. tapi kamu aisya, kenapa kamu gak datang ke nikahan aku dulu padahal setiap acara keluarga kami, kamu suka ikut juga"


"maaf kak Nando, Fahmi ngabarinya telat waktu itu aku jadi gak bisa cuti kerja"


"bukan aku telat ngabarin yang, memang Nando jg ngabarinnya mendadak, kan aku udah jelasin waktu itu"


nando hanya mengangkat bahu nya, merasa tidak bersalah sama sekali dng pernikahan mendadak nya.

__ADS_1


"baiklah, tapi aku selesaikan kerja dulu sebentar nanti aku antar kalian kesana"


"gitu dong brother, kalo gitu aku ke lantai atas dulu ya, mau nemuin Om Fariz"


"yayaa, nanti aku nyusul kesana"


......


setelah selesai makan siang, Marsya memilih merehbahkan tubuh nya di sofa kecil di ruangan nya.


"aku mau tidur sebentar, nando ko hari ini gak tlp, tumben banget ya"


Marsya mengambil hp nya, lalu menelpon suaminya


sementara 2 mobil sudah mendarat sempurna di depan Galery Marsya, Nando bersama Doni dan Fahmi bersama Aisya di mobil berbeda


tlp Nando berdering dia pun menjawabnya


"apaaa, udah kangen ya"


Doni hanya melirik sekilas, sudah tau bos nya itu sedang berbicara dengan siapa "mulai lagi deh mereka" gumam nya dlm hati


"sayang, sibuk ya? kok gak tlp dari tadi, sudah makan?" suara Marsya di seberang tlp


"hmm sedikit sibuk, aku belum makan pengen kamu suapin"


"gak, aku mau disuapin"


Ela yang melihat Nando membuka pintu hendak menyapa, tapi dengan cepat Nando meletakan jari di bibirnya, tanda jangan berisik. dan Ela pun bungkam seketika hanya tersenyum mengerti maksud suami bos nya itu


"yaa gak bisa sekarang dong, kan kita lagi kerja, nanti dirumah yaaa"


cekreekk, pintu ruangan Marsya dibuka lalu seorang pria tampan nan rupawan masuk sambil berkata "kenapa gak bisa sekarang?"


Marsya yang terkejut sempat terdiam dan salah tingkah, apalagi posisinya sedang tiduran di sofa, namun secepat kilat dia berdiri dan berhambur masuk dalam pelukan Suami nya itu


"sayaang, kok gak kabarin mau datang sih"


"mau gimana lagi, aku lapar" jwb Nando sambil menghujani Marsya dengn ciuman di seluruh wajah nya


"udah aahh, malu diliat orang, kamu sama siapa kesini, Doni juga ikut?"


"ikut lah, dia kan bayanganku sama Fahmi dan pacarnya juga, mereka di sofa depan"


"siapa Fahmi?"


"sepupuku, ayo kedepan" ucap nando sambil menarik tangan Marsya

__ADS_1


..........


"assalamualaikum kakak ipar" ucap Fahmi begitu melihat Marsya


"aaah iyaa, aku ingat kamu, kamu kan salah satu orang yang tarik Nando ke panggung waktu acara pernikahan"


"wahh, baguslah ingatan kakak ipar masih tajam"


"eehh jangan panggil gitu, panggil namaku aja Marsya" ucap marsya sambil ikut duduk di sofa bersama Nando


"tidak, nanti dia kurang aja sm kamu, tetap panggil kakak"


"Nando, aku gakan kurang ajar kok sama kakak ipar" fahmi protes


"tuhh, kamu aja sebut nama sama Nando, knp sama aku gak bisa? emang aku setua apa sih dimatamu"


"eehh bukan gitu maksudnya, aku panggil Kak Marsya aja ya, oiya kak ini Aisya calon istriku"


"baiklah, lumayan.... halo aisya, aduh kamu cantik sekali, keturunan kalian emg hidungnya gak manusiawi semua ya, aku jadi malu duduk bareng disini"


"kenapa emang nya hidungmu? mau di tambal sedikit biar lebih tinggi?" ucap nando sambil memperhatikan hidung Marsya


"bisa gak sih belain istri sedikit, ngomong2 ada apa kalian ksini"


" gini kak, kami mau menikah, kami mau pakai jasa WO nya kakak untuk semua acara, acaranya di kota T 4 bulan lagi setelah lebaran, selama 7 hari tujuh malam" Aisya menjelaskan maksud dan tujuannya


"7hari 7malam, lama banget acaranya apa aja itu" ucap marsya kebingungan sendiri


"tradisiku memang seperti itu, malam pacar, pengajian, siraman, akad, jalsah gahwa, resepsi, apa lagi yaa urutannya aku lupa" tanya nando pada Fahmi, Doni, dan Aisya yang ketiganya sama2 memiliki darah keturunan


"Bos, ditempat ini yang sudah nikah anda saja, kita gak tau" jawab Doni cuek


" aahh, tapi kan acara nikahanku kaya gitu, aku ingat waktu kakak2 ku nikah urutanya banyak banget"


"memangnya nikahan kita kenapa? itu juga layak menurutku" ucap Marsya santai


"isshh perempuan ini, tiap hari ngurusin nikahan orang, nikahan sendiri malah alakadarnya"


alakadarnya? kamu sehat suamikuu, kamu sewa 100 kamar hotel untuk keluarga aja, sampai sekarang aja aku gak berani tanya total bill nya takut sakit kepala ku kumat


cup....ciuman mendarat di pipi Nando yang masih mendendam soal resepsi pernikahan nya


"yang penting kan sudah halal sayang"


aaaakkhh aku sudah gila, kenapa malah reflek nyium segala sih, liat tuh mereka jadi pada melototin aku gini


.........

__ADS_1


__ADS_2