
ketegangan diruang tamu sudah mulai mencair, semua mulai tersenyum dan saling mengakrabkan diri..
Mama Nur mengajak semua untuk mencicipi hidangan yang disajikan, makan malam dengan menu yang berat, seperti mau lebaran, ada ketupat, rendang dan opor ayam
tapi sebelum itu, mama nadia meminta semua jangan dulu kemana2, karena ada hal terakhir yang ingin dia sampaikan untuk menutup lamaran yang mirip negosiasi bisnis ini
"ibu nur, ini saya serahkan uang yang sudah disiapkan Nando untuk persiapan pernikahan, anggap saja ini seserahan, tolong diterima dan di buka, bila kekurangan katakan saja, kami akan siapkan lagi nanti"
Mama nur menerima dan membuka nya, lalu terkejut dengan isinya..
"ini banyak sekali bu nadia, apa saya berhak menerimanya?"
nando ikut menjawab "jumlahnya 200juta bu, saya harap ibu menerima dengan iklas, karena jumlah ini tidak seberapa dibanding ke lapangan hati ibu untuk memberikan putri yang berharga kepada saya"
apa 200juta untuk acara akad tanpa tamu undangan, hanya keluarga saja?aku bisa pesta di hotel dengan uang sebanyak itu. sebenarnya siapa keluarga yang sudah datang melamarku ini?
"ini berlebihan, kami tidak bisa menerimanya bu nadia" sambung mama
"tolong terima bu nur, kami minta kebijaksanaan ibu"
nando memecah perdebatan soal uang itu dengan mengatakan "apa sekarang bisa makan, aku udah lapar"
semua pun tertawa, mama nur menyimpan uang itu kekamar, percuma berdebat saat ini, daritadi 2 orang bodoh sudah berdebat, apa perlu dilanjutkan dengan debat ibu ibu..
__ADS_1
bude menuntun semua ke ruang makan yang tidak jauh dari tempat mereka duduk sementara marsya ke kamar maya, untuk memanggil denis dan maya agar bergabung makan malam.
denis memang masih kecil, dan tidak akan faham dengan kejadian diruang tamu, jadi maya selalu membawa denis kekamar, mengajak bermain disana setiap keluarga nya nando datang ke rumah..
ketika semua makan, marsya memilih menemani denis di teras sambil menyuapi denis makan, terdengar tawa renyah dari pembicaraan kecil antara ibu dan anak itu..
jiwa keibuan marsya ini tidak luput dari perhatian nando.
setelah makan, nando ikut bergabung dengan mereka duduk disebelah marsya di kursi teras yang tidak terlalu luas itu,
tentu saja itu membuat marsya terkejut, pertama kalinya mereka duduk sebelahan dengan status calon suami istri.
nando meminta masya memindahkan denis agar duduk di tengah mereka, alasannya sih ingin mengenal denis, padahal biar jadi pembatas kali ya, karna nando juga jadi canggung duduk sebelahan langsung.
"halo om, om temenya bunda ya"
denis sepertinya lebih mudah didekati dari pada bundanya, fikir nando..
lalu denis dan nando ngobrol pajang seru seputar superhero kesukaan denis, nando janji nanti beliin semua mainan superhero yang denis mau.
denis senang lalu memeluk nando
denisku yang baik, kasihan sekali kamu sayang, segitu rindunya sama sosok seorang ayah hingga dengan mudahnya kamu akrab dengan lelaki yang baru kamu temui.
__ADS_1
..............
sebelum pulang nando menyerahkan hpnya pada marsya lalu berkata "masukan nomermu, nanti aku tlp"
marsya menurut saja, lalu menuliskan nomer namanya sendiri.. save.
nando melihat nama yang sudah di save lalu miscall, marsya bilang hp nya di kamar,
nando tidak masalah, lalu bilang "nanti save nomerku, hubungi bila ada apa2, eehh tidak...kamu juga boleh menghubungi kalo gak ada apa2"
marsya tersenyum manis, itu senyum pertama yang ditujukan kepada nando secara iklas....
aahh aku ingin memfoto senyum itu untuk dijadikan walpaper hpku
..........
malam panjang berkahir, dan pertemuan kedua keluarga itu sudah berakhir pula....
nando dan marsya di kamarnya masing masing memikirkan kejadian malam ini, hanya saja nando sambil tersenyum tapi marsya menangis dalam diam, tidak ingin membangun kan sikecil denis yang terlelap tidur.
"sayang, semua akan baik baik saja kan.. aku takut salah melangkah, apa aku sudah menghianati cinta kita. sayang, aku rindu...kumohon datang lagi ke mimpiku"
lirih nya yang ditujukan pada almarhum suaminya.
__ADS_1
.............