Jodoh Di Dalam Mimpi

Jodoh Di Dalam Mimpi
Kado Ulang Tahun


__ADS_3

Aku malu, malu sekali...dua malam bersama keluarga besar suami, dua malam pula aku membuat perasaan mereka seperti naik roller caster, kemarin bertengkar, malam ini berciumaan....ooohh seriuuss, ciumaann!!!


sepertinya akulah pembuat onar yang sesungguhnya buat keluarga ini.


aahh bagaimana besok aku menghadapi mereka semua, apa aku kabur setelah subuh aja. Aku kan bisa alasan ada job makeup. jadi aku tidak perlu menghadiri sesi pamitan..bagus sekali rencana ku.....


ucap Marsya dibawah shower di kamar mandi ruang hotel yang dia tempati sebelum nya.


"sayaang, kamu masih lama mandinya?" diluar Nando berusaha masuk kedalam kamar mandi itu, namun ternyata pintunya dikunci


"sayaang, kenapa kamu kunci pintunya, bukaaa cepat"


tolonglah suamikuu, biarkan aku sendiri, aku perlu berfikir jernih sekarang


"Marsya, bukaaaa" suara Nando makin mengeras


ceklekk...pintu terbukaa


"kenapa sih harus kunci pinru, memang apa yang kamu sembunyikan dari aku?"


"tidak ada, kenapa gak sabar banget sihh, kan kita bisa gantian"


"gak mauu, aku mau mandi bareng"


"oohh, sini aku gosok punggung kamu"


"okee please"


..........


Marsya mengeringkan rambut dengan hairdryer, masih menggunakan handuk yang melingkar di tubuhnya..


"Marsya, sepertinya ada yang kamu fikirkan, dari tadi diam terus?" ucap Nando lalu mengambil alih pengering rambut di tangan Marsya dan mencoba membantunya


"tumben sayangku baik, mau bantu keringkan rambut"


"lautan juga akan ku keringkan kalau kamu minta"


"emang kamu bisa?"


"ya engga lah, gitu aja nanya..hahaa, kamu mikirin apa?"


mikirin kejadian tadi di kolam berenang, aaahh ga peka banget sih ni laki..

__ADS_1


"mikirin ciuman tadi ya" lanjut Nando


nah itu tau


"gausah difikirkan ya sayang, toh yang bakal disidang itu aku, bukan kamu"


"apa sidang? kenapa?" ucap Marsya akhirnya bersuara


"tentu saja, papa selalu bilang sebagai penerusnya, aku tidak boleh terlalu menunjukan emosi di depan umum, entah senang, sedih, termasuk saat jatuh cinta"


"kenapa begitu sayang, kamu kan manusia biasa juga"


"tidak baik untuk bisnis, semakin misterius semakin bagus"


"sayang, kamu kan bisa alasan yang kamu cium itu aku, istri kamu, harusnya gak perlu smpai di sidang lah, paling sedikit malu aja karena diledek." seperti aku


"di anggota keluargaku, tidak ada yang pernah berciuman di depan umum, apalagi depan para orang tua"


"terus kenapa kamu cium aku, kalau tau peraturan itu"


"itu bukan sesuatu yang bisa aku tahan...hahaha, lagi pula aku sengaja, biar semua melihat perasaan aku buat kamu, jadi tidak ada yang berani macam2 sama istriku lagi"


"uuuchhh so swiiit nya sayangku"


"Marsya, sebentar lagi ulang tahunku berakhir, boleh aku minta kado yang aku inginkan?"


"berapa kali? maksudmu begituan?


"yaa, memang apa lagi maumu"


"hahahahahaaa, Marsya kalau aku mau itu, aku tidak perlu menunggu ulang tahun untuk memintanya, seriap hari kamu memberinya dengan sukarela"


"iissshh, itu kan karena kamu merengeek kalau tidak di kasih"


"mana pernah aku merengek, aku hanya meminta secara baik baik, lalu kamu memberinya, bahkan kadang2 kamu yang lebih semangat"


iya juga sih, setiap malam malah aku yang menjerit kenikmatan gara2 permainan nya, biarpun melelahkan tapi kalau enak, mau gimana lagi...uppss


"terus sayangku ini maunya apa?"


"aku mau, kita go public, sudah selesai rambutmu, kita lanjut ngobrolnya sambil tiduran, tanganku pegal"


Marsya yang masih kebingungan dengan permintaan Nando, mematung di posisinya

__ADS_1


"Go public, maksudnya apa? sayaaang kita kan sudah melakukannya dalam live waktu itu. bahkan nama kita masuk akun gosip loh" Ucap Marsya seraya megenjar Nando yang sudah melempar sembarangan anduk dipinggangnya lalu membaringkan tubuhnya ditempat tidur


"sini naik" jawab Nando santai sambil menepuk ruang kosong disampingnya


Marsya menurut, lalu membuka anduknya dan masuk ke dalam selimut, lalu membaringkan kepalanya di dada bidang Nando


"aku mau yang lebih resmi, dalam acara pers confrence, biar seluruh dunia tau kalau kita suami istri"


"memang ada yang tidak tau? aku rasa sudah dehh semenjak kita live itu"


"tapi kita tidak pernah muncul bersama depan umum, bahkan client bisnisku smua tau kita sudah menikah, tapi tidak ada yang tau wajah istriku, aah menyebalkan"


"sekarang merka pasti tau sayang, kan wartawan pernah buat berita tentang kita di media2, lagi pula aku tidak suka masalah pribadiku jd konsumsi orang2"


"tapi aku kan bukan masalah untukmu, aku anugerah" ucap nando yang langsung naik ke atas tubuh Marsya dan menenggelamkan dirinya dalam selimut..menjamah apapun yang bisa dia mainkan di bawah selimut itu


Marysa yang mulai kegelian pun mencoba membuka selimut, Namun ditahan oleh Nando "Diam, jangan begerak..aku mau ngobrol dengan cara seperti ini"


gimana bisa ngobrol, bibir dan tangan kamu tidak bisa dikondisikaan, mana bisa aku fokus kalau begini, aahh tolong jangan bermain2 di area sensitifkuu


"Marsya, jadi gimana, kadoku kamu setuju kan memberikannaya?" sambil tetap fokus mencium setiap jengkal tubuh Marya dibawah selimuut itu


"aahhh saa....saayang, aku harus fikirkan dulu"


"kalau disini kamu suka?" pertanyaan absurd Nando sambil menyentuh satu titik pada tubuh marsya yang sudah meliuk2 tidak jelas


"iiyaa, sukaaa"


"hmmmmm....jadi kamu mau kan?"


"aku mau sayaang" mulai pasraahh


"serius kamu mau memberikannya? tidak akan menyeaal?"


"aahhh, maauuu aku mauuuu"


Nando keluar dari selimut, memposisikan wajah mereka agar berhadapan, lalu mecium kening Marsya


"baiklah kalau itu maumu, ayo kita mulai pesta kita sekarang"


...........


selamaat berimajinasi para reader ku

__ADS_1


.............


.


__ADS_2