
pukul 7.30 malam...Nando dan Marsya tiba dan langsung menuju Ballroom hotel, karena Doni sudah memberi tahu Nando bahwa seluruh keluarga sudah menunggu ditempat yang sama dengan pertengkaran kemarin.
kali ini Nando sangat menjaga istrinya, dari tiba hingga bertemu keluarga, dia sama sekali tidak melepaskan tangan Marsya..
di tempat yang sama, dan di meja yang sama pula, semua pihak yang terlibat kemarin sudah menunggu, hanya saja kali ini semua keluarga fokus mendampingi para pembuat onar itu, tidak sibuk masing2 seperti kemarin.
Nando dan Marsya mendekat, walaupun mereka berpegangan tangan, tapi langkah Marsya lebih lambat dari Nando, sehingga Marsya seperti berada dibelakang suaminya.
"Marsya, aku minta maaf dengan kelancanganku semalam, aku sangat menyesal" ucap Eliza, begitu mereka berhadapan, Eliza benar2 membuang harga dirinya, saat ini berdamai dengan Marsya lebih penting demi kelancaran hidup nya
"Kami juga minta maaf Marsya, kami sudah lancang kepadamu" ucap Fatima, Nazwa dan Tania secara bergantian
Marsya yang belum bisa bergerak karena Nando memposisikan dia harus berada dibelakang badannya mulai sedikit kesal pada suaminya
aahh sii sayang niih maunya apa siii, nyuruh berdamai tapi nyembunyiin aku terus di belakang badannya, kamu fikir mereka akan menerkamku sampai kamu harus pasang badan begitu
"aku udah maafkan kalian, aku juga minta maaf atas kejadian kemarin, aku gak bisa tahan emosi" ucapnya sambil mengintip dari balik punggung Nando
"apa kita bisa pelukan? tanda perdamaian" ucap Eliza memohon
aku harus lakukan sesuatu agar lelaki ini bs sedikit menyingkir, perdamaian macam apa ini, mau ngobrol aja harus di halangi
"sayaang, boleh aku memeluk mereka? aku baik2 saja sekarang, bisa lepaskan tanganmu sebentar?" ucapnya dibelakang punggung Nando
"okee sebentar aja"
Marsya pun langsung maju dan berhambur memeluk Eliza, lalu dikuti Nazwa, Ima, Tania, juga Kak Nisya terjadilah pelukan beruntun sehinggak tubuh kecil Marsya terhimpit oleh sepupu2 Nando yang memiliki perawakan bak model itu..
"jangan ada dendam diantara kita okee" ucap kak Nisya
"baik kaak" semua kompak mengatakannya
"udahaan dong pelukannya, Istriku kejepitt" ucap Nando yang langsung maju dan menarik tangan istrinya lagi
Lalu diatas panggung ada Ajudan Papa Faridz yang memberikan pengumuman melalui pengeras suara, memberi tahukan bahwa semua keluarga dipersilahkan duduk di kursi masing2 dengan pembagian meja yang sama seperti acara kemarin.
Setelah semua duduk sengan tertib, lalu Papa Faridz dan Mama Nadia naik ke atas panggung dan memberikan sambutan..
"terima kasih kepada seluruh keluarga yang masih bertahan disini, mungkin acara silaturahmi keluarga tahun ini agak sedikit berbeda karena drama kemarin, but its okey, itu akan jadi cerita dan pengalaman kita kedepannya, dan sekarang saya Alfaridz Syech mengumumkan acara ini resmi di tutup, dan semua keluarga boleh kembali ke rumah masing2 mulai besok"
"horee"..semua pun bertepuk tangan, tanda sudah bebas dari penjara
"dan selamat menyambut bulan suci ramadhan, Mohon dan Maaf Lahir dan Bathin, semoga kita semua selalu ada dalam lindungan Allah SWT"
amiinnnnn
"selamat makan malam semuanya"
__ADS_1
lalu Papa Faridz dan mama Nadia pun turun kembali dan duduk di kursinya semula..
karena acara malam ini memang tidak ada rencana sebelumnya, maka makan malam kali ini tidak diiringi alunan piano lagi, bahkan live musik yang kemarin disiapkan pun harus batal sebelum mereka tampil
"sayang, apa kamu tidak merasa, suasana dinner kali ini sedikit sepi?" tanya Marsya
"tidak, aku lebih suka yang seperti ini"
"tapi yang kemarin keren banget, aku belum pernah makan sambil diiringi alunan piano, berasa lagi nonton drakor"
Nando diam, seperti berfikir "sudah selesai makannya?"
"iyaa, sudah" jawab Marsya simpel
"ayo ikut aku" Nando lalu berdiri dan mengulurkan tangan nya, Marsya pun menerima uliran tangan itu lalu mengikuti arah kaki Nando..
ternyata Nando membawanya ke atas panggung, menuju piano besar yang masih terletak disana, Nando memandu istrinya duduk lalu diapun duduk di sebelahnya.
Nando menyalakan mic yang sudah berdiri dengan standing nya itu, mengarahkan pada mulutnya.
Marsya yang kebingungan pun hanya bisa diam melihat apa yang dilakukan oleh suaminya
"lagu ini untuk kamu, wanita kuu" ujar nya di depan Mic yang sudah ON
dan Jari2 nando pun mulai menari diatas tuts hitam putih itu, memainkan nada yang indah, lalu dia pun bernyanyi dengan suaranya yang merdu
Satu hal yang mudah
Kau berhasil membuat
'Ku tak bisa hidup tanpamu
Menjaga cinta itu bukanlah
Satu hal yang mudah
Namun sedetik pun tak pernah kau
Berpaling dariku
Beruntungnya aku
Dimiliki kamu
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
__ADS_1
Kau jadi harmoni saat kubernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Kaulah bentuk terindah
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Meruntuhkan egoku bukanlah
Satu hal yang mudah
Dengan kasih lembut kau pecahkan
Kerasnya hatiku
Beruntungnya aku
Dimiliki kamu
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat kubernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Kaulah bentuk terindah
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
(Bukti-by Virgoun*)
.....................
__ADS_1