
"selamat pak Nando dan bu Marsya, kehamilannya sudah jalan 6 minggu" ucap dokter Silvy
"benarkah, dimana dia sekarang?" nando penasaran sambil melihat layar yang menujukan rekaman dalam rahim Marsya
dokter silvy tersenyum lalu menunjuk satu lingkaran kecil di layar itu.
"ini dia pak, masih kecil sekali"
"kecil banget, apa itu normal dok?"
"memang seperti itu pak, nanti kembali satu bulan lagi, dan kita lihat lagi perkembangannya, sekarang saya akan berikan vitamin2 untuk masa kehamilan"
"okee, Denis sayang, sapa adik dulu.. ituu tuu yang bulat kecil itu" excited menunjukan pada Denish
"halo adik, cepat gede ya..nanti kita main bareng"
"hahaha, kakak denish pintar, dengar yaa adik, kakak Denish nungguin adik cepat gede" sambung Nando
Marsya pun memberi kode pada dokter, agar segera di akhiri USG nya itu..
udahan dok, nanti obrolan nya makin ngaco. dokter bisa kaget melihat kelakuan receh suamiku
"baik bu Marsya silahkan duduk, saya buat kan resep dulu ya"
Marsya segera merapikan pakaiannya lalu duduk bergabung dengan Nando dan denish yang sudah setia menantinya di depan meja dokter.
"apa ada gejala mual dan sebagainya?"
"tidak ada, malah saya gak sadar kalau lagi hamil"
"baiklah, sepertinya si adik ini baik yaa, tapi untuk berjaga2 saya resepkan obat mual2 juga ya bu, diminum pagi hari sebelum makan hanya bila ada gejala2 morning sickness, kalau tidak ada tidak usah diminum"
"baik dokter"
..........
Malam hari Nando tertidur di perut istrinya tapi merasa ada mahluk lain yang ada didalamnya, diapun mengambil bantal dan membaringkan diri sejajar dengan perut Marsya.
__ADS_1
sementara Denis tidur di kasur lain yang lebih kecil sebelah tempat tidur Nando, yang sengaja mama Nadia siapkan bila Keluarga Nando akan menginap.
"anak ayah ada disinii, uuhh sayaang...cepat gede yaa, nanti ayah beliin private jet buat kamu, okee okee" Nando mengajak ngobrol perut Marsya sambil mengusap nya terus menerus
aaahh sakit kepala aku, ni suami ngoceh nya asal mulu.
"Marsya, aku tadi lupa tanya sesuatu sama dokter" tiba2 wajah Nando panik
"mau nanya apa?" jawab Marsya setengah malas, paling juga pertanyaan gak penting fikirnya
"kalau wanita hamil, apa masih bisa berhubungan intim? aku takut baby malah keluar kalo aku terlalu....." Nando tidak sanggup melanjutkan kata2nya
kerjain aahh dikitt
"gausah tanya dokter sayang, aku tau kok jawabannya"
"apa apa?" muka serius dan langsung duduk menatap wajah istrinya yang sedang berbaring itu
"gak boleh sayang, sampai melahirkan gak bisa begituan dulu"
"oohh gitu, berapa lama sampai dia bisa lahir?" sambil menunjuk perut Marsya yang masih kempes itu
Nando menghitung dengan jarinya "delapan sampai sembilan bulan lagi aku harus puasa, gilaa kali yaa...mana bisa tahan"
"gimana dong, pengorbanan untuk mendapatkan anak memang seperti itu sayang" Marsya menahan tawa nya
"heii baby, ayah harus berkorban banyak buat kamu yaa, jadi kamu wajib harus tumbuh besar dan sehat juga harus ganteng kaya ayah.." ngajak ngobrol perut lagi nii ceritanya
"kalau perempuan masa harus ganteng juga sayang?"
"hmmm, oke kalau perempuan boleh lah kaya kamu, biar aku makin gemess ngeliat bunda sama anaknya nanti"
"sayaaang, tapi akuu lagi mauu niiihh...yuukk yuukk" Marsya memberikan kode dengan mengedipkan sebelah matanya
"gabolehh, bahayaaa....aku mau mempersiapkan diri buat tidak menyentuh kamu selama sembilan bulan, aaahhh susahh bangettt ujiannya ya Allah" Nando mengeluh, benar, benar mengeluhh
"hahahahaaa.......sayaaang, aku bohoong, kamu gitu aja percaya sihh, bisa sayang bisa, asal gak terlalu ekstrem dan gak bikin aku kelelahan. selama batas wajar masih boleh kok"
__ADS_1
"jadi yang bener yang mana niih"
"boleh, kan baby juga perlu dikunjungi ayah nya, hahahaa..."
"benerann?" Nando menegaskan lagi
"iya sayang, tapi jangan gerakan aneh2"
"gak masalah, yang penting boleh" jawab nando semangat
"jangan lama lama juga" Marsya mengingatkan
"sejam?"
"kelamaan!"
"setengah jam?"
"masih lama"
"aaah kamu mau aku lima menit selesai? mana bisaa..!!" bete sendiri pabos ini
"hahahaaahhaa.....sayangkuu gemeciinnnn bangeeet ciihh,, sinii ciumm ciumm" Marsyapun ikut duduk dan segera mencium Nando bertubi tubi
"aku gakan tahan harus nunggu sembilan bulan, sekarang aja yuuk.. matiin lampunya, kita harus gelap2an karena ada Denish disini" ucap Nando setelah ciuman panjang itu berhenti "oiya satu lagi jangan berisikk, kamar ini gak ada peredam suaranya seperti kamar kita dirumah, jangan bikin satu rumah hebohh gara2 teriakan kamu"
"aku gak yakin bisa" jawab marsya
"kalau gitu kita pulang sekarang juga"
"okeeehh aku bisik bisik aja nanti" ucap Marsya sambil memelankan suaranya
hahahaa...keduanya pun tertawa dan mulai melakukan olah raga malam mereka dalam gelap dan sunyi.
...........
Yaa, Nando memang memasang peredam suara dikamarnya sehari setelah mereka melakukan malam pertama. karena apa? karena Nando tahu gilanya mereka saat berhubungan intim pada hari pertama, dan bisa jadi kedepannya akan lebih hebohh.. dan ternyata keputusan Nando itu memang tepat, setiap malam mereka bebas bereksperimen tanpa mengganggu penghuni lantai dua, bik sum dan kawan2..
__ADS_1
..........